<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pandemi Covid-19, Menag: Khutbah Shalat Idul Adha Paling Lama 15 Menit   </title><description>Kementerian Agama menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/23/337/2429709/pandemi-covid-19-menag-khutbah-shalat-idul-adha-paling-lama-15-menit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/23/337/2429709/pandemi-covid-19-menag-khutbah-shalat-idul-adha-paling-lama-15-menit"/><item><title> Pandemi Covid-19, Menag: Khutbah Shalat Idul Adha Paling Lama 15 Menit   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/23/337/2429709/pandemi-covid-19-menag-khutbah-shalat-idul-adha-paling-lama-15-menit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/23/337/2429709/pandemi-covid-19-menag-khutbah-shalat-idul-adha-paling-lama-15-menit</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2021 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/23/337/2429709/pandemi-covid-19-menag-khutbah-shalat-idul-adha-paling-lama-15-menit-XSUDWESyPl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/23/337/2429709/pandemi-covid-19-menag-khutbah-shalat-idul-adha-paling-lama-15-menit-XSUDWESyPl.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>
JAKARTA - Kementerian Agama menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Sholat Idul Adha 1442 H/2021 M, di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama, SE. 15 Tahun 2021.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali, dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Sholat Iduladha.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penyembelihan Hewan Kurban dengan Prokes Ketat, Alat Tak Boleh Bergantian
Dalam hal Sholat Hari Raya Iduladha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

&quot;Sholat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat dan penyampaian Khutbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit,&quot; kata Yaqut dalam keterangannya, Rabu (26/6/2021).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sholat Idul Adha 2021: Wajib Cek Suhu Tubuh, Khatib Pakai Masker &amp;amp; Faceshield
Lalu, sambung dia, jamaah Sholat Hari Raya Idul Adha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjamaah.

&quot;Panitia Sholat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jamaah yang hadir; bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Sholat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala,&quot; tuturnya.

Dan seluruh jamaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Sholat Hari Raya IduI Adha sampai selesai; dan setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

&quot;Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Sholat Hari Raya Idul Adha, seusai pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha, jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik,&quot; pungkasnya.
&quot;Panitia Sholat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jamaah yang hadir; bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Sholat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala,&quot; tuturnya.

Dan seluruh jamaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Sholat Hari Raya IduI Adha sampai selesai; dan setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

&quot;Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Sholat Hari Raya Idul Adha, seusai pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha, jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kementerian Agama menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Sholat Idul Adha 1442 H/2021 M, di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama, SE. 15 Tahun 2021.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali, dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Sholat Iduladha.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penyembelihan Hewan Kurban dengan Prokes Ketat, Alat Tak Boleh Bergantian
Dalam hal Sholat Hari Raya Iduladha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

&quot;Sholat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat dan penyampaian Khutbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit,&quot; kata Yaqut dalam keterangannya, Rabu (26/6/2021).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sholat Idul Adha 2021: Wajib Cek Suhu Tubuh, Khatib Pakai Masker &amp;amp; Faceshield
Lalu, sambung dia, jamaah Sholat Hari Raya Idul Adha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjamaah.

&quot;Panitia Sholat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jamaah yang hadir; bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Sholat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala,&quot; tuturnya.

Dan seluruh jamaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Sholat Hari Raya IduI Adha sampai selesai; dan setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

&quot;Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Sholat Hari Raya Idul Adha, seusai pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha, jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik,&quot; pungkasnya.
&quot;Panitia Sholat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jamaah yang hadir; bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Sholat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala,&quot; tuturnya.

Dan seluruh jamaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Sholat Hari Raya IduI Adha sampai selesai; dan setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

&quot;Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Sholat Hari Raya Idul Adha, seusai pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha, jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
