<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinkes Tangerang Investigasi Warga Pinang Meninggal Usai Divaksin</title><description>Seorang warga bernama Joko Susanto (32), dilaporkan meninggal dunia usai disuntik vaksin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/24/338/2430427/dinkes-tangerang-investigasi-warga-pinang-meninggal-usai-divaksin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/24/338/2430427/dinkes-tangerang-investigasi-warga-pinang-meninggal-usai-divaksin"/><item><title>Dinkes Tangerang Investigasi Warga Pinang Meninggal Usai Divaksin</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/24/338/2430427/dinkes-tangerang-investigasi-warga-pinang-meninggal-usai-divaksin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/24/338/2430427/dinkes-tangerang-investigasi-warga-pinang-meninggal-usai-divaksin</guid><pubDate>Kamis 24 Juni 2021 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/24/338/2430427/dinkes-tangerang-investigasi-warga-pinang-meninggal-usai-divaksin-S9fzy9BDpJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/24/338/2430427/dinkes-tangerang-investigasi-warga-pinang-meninggal-usai-divaksin-S9fzy9BDpJ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>TANGERANG - Seorang warga bernama Joko Susanto (32), dilaporkan meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19, di Puskesmas Kunciran Baru, Pinang, Kota Tangerang, Banten.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Liza Puspadewi menyatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terkait kasus tersebut, bersama dengan Pokja KIPI Tangerang.
&quot;Sekecil apapun efek dari vaksin, pasti akan kami bahas. Kita kan punya Pokja KIPI. Kita akan inventarisasi data-data dari pihak puskesmas dan keluarga,&quot; kata Liza, kepada wartawan, Kamis siang.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Klaster Ziarah Seyegan Bertambah Jadi 74 Orang Positif Covid-19
Dilanjutkan dia, selanjutnya Tim KIPI akan mengeluarkan hasil investigasinya. Dari situ, baru dilihat apa ini benar-benar karena vaksin atau suatu kebetulan.
&quot;Kalau memang coincidence, kita akan lihat lagi. Apakah dia sebelum divaksin sudah punya penyakit tertentu atau tidak. Nanti akan dikaji Pokja KIPI. Kita tunggu hasilnya seperti apa,&quot; ungkapnya.
Lebih lanjut, Liza membantah jika Joko sempat ditolak dirawat oleh pihak puskesmas. Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak bersabar sampai proses investigasi Tim KIPI selesai dilakukan.
&quot;Gak ada yang ditolak, makanya ini kita kumpulkan dahulu semua datanya. Kan puskesmas punya. Data itu terekam, dia punya riwayat penyakit apa, punya data screenshotnya datanya,&quot; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;830 Kasus Covid-19 di Jakarta Sasar Anak Usia 6-18 Tahun
Melalui pemeriksaan itu, akan diketahui apakah dalam pemeriksaan sebelum divaksin, korban berkata jujur atau tidak. Sehingga, kasus tersebut terungkap.
</description><content:encoded>TANGERANG - Seorang warga bernama Joko Susanto (32), dilaporkan meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19, di Puskesmas Kunciran Baru, Pinang, Kota Tangerang, Banten.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Liza Puspadewi menyatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terkait kasus tersebut, bersama dengan Pokja KIPI Tangerang.
&quot;Sekecil apapun efek dari vaksin, pasti akan kami bahas. Kita kan punya Pokja KIPI. Kita akan inventarisasi data-data dari pihak puskesmas dan keluarga,&quot; kata Liza, kepada wartawan, Kamis siang.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Klaster Ziarah Seyegan Bertambah Jadi 74 Orang Positif Covid-19
Dilanjutkan dia, selanjutnya Tim KIPI akan mengeluarkan hasil investigasinya. Dari situ, baru dilihat apa ini benar-benar karena vaksin atau suatu kebetulan.
&quot;Kalau memang coincidence, kita akan lihat lagi. Apakah dia sebelum divaksin sudah punya penyakit tertentu atau tidak. Nanti akan dikaji Pokja KIPI. Kita tunggu hasilnya seperti apa,&quot; ungkapnya.
Lebih lanjut, Liza membantah jika Joko sempat ditolak dirawat oleh pihak puskesmas. Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak bersabar sampai proses investigasi Tim KIPI selesai dilakukan.
&quot;Gak ada yang ditolak, makanya ini kita kumpulkan dahulu semua datanya. Kan puskesmas punya. Data itu terekam, dia punya riwayat penyakit apa, punya data screenshotnya datanya,&quot; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;830 Kasus Covid-19 di Jakarta Sasar Anak Usia 6-18 Tahun
Melalui pemeriksaan itu, akan diketahui apakah dalam pemeriksaan sebelum divaksin, korban berkata jujur atau tidak. Sehingga, kasus tersebut terungkap.
</content:encoded></item></channel></rss>
