<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Gunung Merapi Belum Reda, Malam Ini Muntahkan Wedus Gembel 1 Km</title><description>Aktivitas Gunung Merapi hingga Jumat (25/6/2021) malam belum reda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/25/510/2431062/aktivitas-gunung-merapi-belum-reda-malam-ini-muntahkan-wedus-gembel-1-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/25/510/2431062/aktivitas-gunung-merapi-belum-reda-malam-ini-muntahkan-wedus-gembel-1-km"/><item><title>Aktivitas Gunung Merapi Belum Reda, Malam Ini Muntahkan Wedus Gembel 1 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/25/510/2431062/aktivitas-gunung-merapi-belum-reda-malam-ini-muntahkan-wedus-gembel-1-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/25/510/2431062/aktivitas-gunung-merapi-belum-reda-malam-ini-muntahkan-wedus-gembel-1-km</guid><pubDate>Jum'at 25 Juni 2021 21:34 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/25/510/2431062/aktivitas-gunung-merapi-belum-reda-malam-ini-muntahkan-wedus-gembel-1-km-a3TD20AnD5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi meluncurkan wedus gembel. (Foto: BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/25/510/2431062/aktivitas-gunung-merapi-belum-reda-malam-ini-muntahkan-wedus-gembel-1-km-a3TD20AnD5.jpg</image><title>Gunung Merapi meluncurkan wedus gembel. (Foto: BPPTKG)</title></images><description>SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi hingga Jumat (25/6/2021) malam belum reda.&amp;nbsp;Terjadi dua kali semburan awan panas guguran atau wedus gembel.
Awan panas pertama tercatat pukul 19.21 WIB di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur 1.000 m ke Tenggara.&amp;nbsp; Awan panas kedua pukul pukul 19.24 WIB di seismogram dengan amplitudo 35 mm dan durasi 103 detik. Jarak luncur 1.100 m ke barat daya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Balai Penyelidikan&amp;nbsp; dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan&amp;nbsp; Geologi (BPPTKG) &amp;nbsp;pada periode Jumat (25/6/2021) pukul 00.00 WIB-18.00 WIB&amp;nbsp; mencatat terjadi empat kali awan panas dan lava pijar 13 kali.
Tiga kali awa panas&amp;nbsp; pukul 04.43 WIB di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 61, 132, dan 245 detik. Jarak luncur 3 km ke arah tenggara. Kolom asap setinggi 1000 m di atas puncak&amp;nbsp;
Satu awan panas terekam pukul&amp;nbsp; 7.33 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 mm dan durasi 104 detik. Jarak luncur 1000 m ke tenggara. Teramati kolom asap setinggi 600 m.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;13 lava pijar, tujuh kali ke arah arat daya dan enam kali ke arah tenggara. Baik yang ke arah &amp;nbsp;barat daya dan tenggara jarak &amp;nbsp;luncurnya 100 meter,&amp;rdquo; kata kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (25/6/2021) malam.
Baca juga:&amp;nbsp;Merapi Muntahkan Awan Panas 3 Kali, Hujan Abu Tipis Landa Kalitengah Lor
Hani menjelaskan untuk awan panas pukul 04.43 WIB menyebabkan terjadinya hujan abu di beberapa wilayah sektor tenggara&amp;nbsp; lereng Merapi. Seperti di Cangkringan dan Pakem, Sleman.
Sedangkan selama seminggu, 18-24 awan panas guguran terjadi sebanyak 17 kali dengan jarak luncur maksimal 2.500 m ke arah barat daya dan lima&amp;nbsp; kali awanpanas guguran dengan jarak luncur 1.400 m ke tenggara.&amp;nbsp;
Guguran lava teramati sebanyak 206 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan 600 m ke arah tenggara.
Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.590.000 m3 dengan laju pertumbuhan 11.400 m3/hari. Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 24 Juni terhadap tanggal 17 Juni 2021 menunjukkan adanya penambahan tinggi kubah tengah sebesar 0,5 m.
Baca juga:&amp;nbsp;Riwayat Erupsi Merapi Dua Dekade Terakhir
&amp;ldquo;Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,&amp;rdquo; paparnya.
Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 2 cm/hari.&amp;nbsp; Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
&amp;ldquo;Dari data tersebut, disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung&amp;nbsp; Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga atau levvel III,&amp;rdquo;&amp;nbsp; jelasnya.Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara&amp;ndash;Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
&amp;ldquo;Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,&amp;rdquo; terangnya.
Untuk itu&amp;nbsp; kepada pemkab Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten &amp;nbsp;direkomendaiksn agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam&amp;nbsp;menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung. Merapi yang terjadi saat ini.&amp;nbsp;
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi&amp;nbsp;bahaya dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di&amp;nbsp;seputar Gunung&amp;nbsp; Merapi.&amp;nbsp;Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB&amp;nbsp;III direkomendasikan untuk dihentikan.&amp;nbsp;
Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada&amp;nbsp;daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dr puncak Gunung &amp;nbsp;Merapi. &amp;ldquo;Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status&amp;nbsp; aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi hingga Jumat (25/6/2021) malam belum reda.&amp;nbsp;Terjadi dua kali semburan awan panas guguran atau wedus gembel.
Awan panas pertama tercatat pukul 19.21 WIB di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur 1.000 m ke Tenggara.&amp;nbsp; Awan panas kedua pukul pukul 19.24 WIB di seismogram dengan amplitudo 35 mm dan durasi 103 detik. Jarak luncur 1.100 m ke barat daya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Balai Penyelidikan&amp;nbsp; dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan&amp;nbsp; Geologi (BPPTKG) &amp;nbsp;pada periode Jumat (25/6/2021) pukul 00.00 WIB-18.00 WIB&amp;nbsp; mencatat terjadi empat kali awan panas dan lava pijar 13 kali.
Tiga kali awa panas&amp;nbsp; pukul 04.43 WIB di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 61, 132, dan 245 detik. Jarak luncur 3 km ke arah tenggara. Kolom asap setinggi 1000 m di atas puncak&amp;nbsp;
Satu awan panas terekam pukul&amp;nbsp; 7.33 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 mm dan durasi 104 detik. Jarak luncur 1000 m ke tenggara. Teramati kolom asap setinggi 600 m.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;13 lava pijar, tujuh kali ke arah arat daya dan enam kali ke arah tenggara. Baik yang ke arah &amp;nbsp;barat daya dan tenggara jarak &amp;nbsp;luncurnya 100 meter,&amp;rdquo; kata kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (25/6/2021) malam.
Baca juga:&amp;nbsp;Merapi Muntahkan Awan Panas 3 Kali, Hujan Abu Tipis Landa Kalitengah Lor
Hani menjelaskan untuk awan panas pukul 04.43 WIB menyebabkan terjadinya hujan abu di beberapa wilayah sektor tenggara&amp;nbsp; lereng Merapi. Seperti di Cangkringan dan Pakem, Sleman.
Sedangkan selama seminggu, 18-24 awan panas guguran terjadi sebanyak 17 kali dengan jarak luncur maksimal 2.500 m ke arah barat daya dan lima&amp;nbsp; kali awanpanas guguran dengan jarak luncur 1.400 m ke tenggara.&amp;nbsp;
Guguran lava teramati sebanyak 206 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan 600 m ke arah tenggara.
Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.590.000 m3 dengan laju pertumbuhan 11.400 m3/hari. Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 24 Juni terhadap tanggal 17 Juni 2021 menunjukkan adanya penambahan tinggi kubah tengah sebesar 0,5 m.
Baca juga:&amp;nbsp;Riwayat Erupsi Merapi Dua Dekade Terakhir
&amp;ldquo;Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,&amp;rdquo; paparnya.
Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 2 cm/hari.&amp;nbsp; Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
&amp;ldquo;Dari data tersebut, disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung&amp;nbsp; Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga atau levvel III,&amp;rdquo;&amp;nbsp; jelasnya.Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara&amp;ndash;Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
&amp;ldquo;Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,&amp;rdquo; terangnya.
Untuk itu&amp;nbsp; kepada pemkab Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten &amp;nbsp;direkomendaiksn agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam&amp;nbsp;menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung. Merapi yang terjadi saat ini.&amp;nbsp;
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi&amp;nbsp;bahaya dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di&amp;nbsp;seputar Gunung&amp;nbsp; Merapi.&amp;nbsp;Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB&amp;nbsp;III direkomendasikan untuk dihentikan.&amp;nbsp;
Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada&amp;nbsp;daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dr puncak Gunung &amp;nbsp;Merapi. &amp;ldquo;Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status&amp;nbsp; aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
