<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Covid-19 Melonjak, Sejumlah RS di Yogyakarta Kewalahan dan Tutup IGD</title><description>Penutupan sementara itu diharapkan dapat mengurangi antrean yang belakangan ini terus berdatangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/27/510/2431667/pasien-covid-19-melonjak-sejumlah-rs-di-yogyakarta-kewalahan-dan-tutup-igd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/27/510/2431667/pasien-covid-19-melonjak-sejumlah-rs-di-yogyakarta-kewalahan-dan-tutup-igd"/><item><title>Pasien Covid-19 Melonjak, Sejumlah RS di Yogyakarta Kewalahan dan Tutup IGD</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/27/510/2431667/pasien-covid-19-melonjak-sejumlah-rs-di-yogyakarta-kewalahan-dan-tutup-igd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/27/510/2431667/pasien-covid-19-melonjak-sejumlah-rs-di-yogyakarta-kewalahan-dan-tutup-igd</guid><pubDate>Minggu 27 Juni 2021 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/27/510/2431667/pasien-covid-19-melonjak-sejumlah-rs-di-yogyakarta-kewalahan-dan-tutup-igd-6ZgfzxcqtL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/27/510/2431667/pasien-covid-19-melonjak-sejumlah-rs-di-yogyakarta-kewalahan-dan-tutup-igd-6ZgfzxcqtL.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>YOGYAKARTA - Dua rumah sakit (RS) rujukan bagi pasien Covid-19 di Kota Jogja menutup sementara layanan instalasi gawat darurat (IGD) karena melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang ingin dirawat di tempat itu. Penutupan sementara itu diharapkan dapat mengurangi antrean yang belakangan ini terus berdatangan.

Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Jogja, Adhiyanto Priambodo mengatakan, pihaknya membatasi layanan operasional IGD sejak kemarin. Ada sejumlah hal yang melatarbelakangi pihaknya melakukan itu diantaranya yakni karena melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang ingin dirawat di tempat itu.

&quot;Kemarin itu sudah ada 18 pasien yang menunggu untuk dirawat. Jadi kalau masih tetap dibuka pastinya masalah yang lain akan bertambah,&quot; ungkapnya, Minggu (27/6/2021).

Salah satu masalah lain yang timbul jika layanan tetap dibuka adalah soal penyebaran Covid-19. Melonjaknya pasien Covid-19 belakangan ini tentunya merupakan hal yang perlu diantisipasi oleh petugas kesehatan (nakes). Sebab, kerap kali saat datang ke RS pasien Covid-19 selalu diantar oleh sanak keluarga, sehingga memicu kerumunan.

&quot;Makanya kami batasi. Kalau tidak kan ini potensi penularannya itu  sangat berbahaya baik dari pasien ke yabg menghantarkan atau pasien ke  petugas. Malah nanti jadi tidak bisa merawat kalau nakesnya teepapar  Covid-19, &quot; katanya.

Adhiyanto menerangkan, pada saat penutupan sementara itu pihaknya  akan melakukan sterilisasi kepada ruangan tersebut dan akan kembali  membuka layanan pada Senin (28/6/2021) besok mulai pukul 07.00 Wib. &quot;Iya  hanya sampai hari ini. Besok sudah bisa kembali beroperasi seperti  semula,&quot; ujarnya.

Sementara, Humas RS PKU Muhammadiyah, Anwar Fitanta mengatakan,  pihaknya juga melakukan penutupan sementara layanan IGD di RS itu.  Penyebabnya sama yakni karena lonjakan pasien Covid-19 yang terjadi  bilangan ini. &quot;IGD penuh dengan pasien Covid-19. Pasien belum bisa  pindah ke bangsal isolasi karena bangsal isolasi juga penuh. Tapi besok  Senin kami sudah buka kembali,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Dua rumah sakit (RS) rujukan bagi pasien Covid-19 di Kota Jogja menutup sementara layanan instalasi gawat darurat (IGD) karena melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang ingin dirawat di tempat itu. Penutupan sementara itu diharapkan dapat mengurangi antrean yang belakangan ini terus berdatangan.

Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Jogja, Adhiyanto Priambodo mengatakan, pihaknya membatasi layanan operasional IGD sejak kemarin. Ada sejumlah hal yang melatarbelakangi pihaknya melakukan itu diantaranya yakni karena melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang ingin dirawat di tempat itu.

&quot;Kemarin itu sudah ada 18 pasien yang menunggu untuk dirawat. Jadi kalau masih tetap dibuka pastinya masalah yang lain akan bertambah,&quot; ungkapnya, Minggu (27/6/2021).

Salah satu masalah lain yang timbul jika layanan tetap dibuka adalah soal penyebaran Covid-19. Melonjaknya pasien Covid-19 belakangan ini tentunya merupakan hal yang perlu diantisipasi oleh petugas kesehatan (nakes). Sebab, kerap kali saat datang ke RS pasien Covid-19 selalu diantar oleh sanak keluarga, sehingga memicu kerumunan.

&quot;Makanya kami batasi. Kalau tidak kan ini potensi penularannya itu  sangat berbahaya baik dari pasien ke yabg menghantarkan atau pasien ke  petugas. Malah nanti jadi tidak bisa merawat kalau nakesnya teepapar  Covid-19, &quot; katanya.

Adhiyanto menerangkan, pada saat penutupan sementara itu pihaknya  akan melakukan sterilisasi kepada ruangan tersebut dan akan kembali  membuka layanan pada Senin (28/6/2021) besok mulai pukul 07.00 Wib. &quot;Iya  hanya sampai hari ini. Besok sudah bisa kembali beroperasi seperti  semula,&quot; ujarnya.

Sementara, Humas RS PKU Muhammadiyah, Anwar Fitanta mengatakan,  pihaknya juga melakukan penutupan sementara layanan IGD di RS itu.  Penyebabnya sama yakni karena lonjakan pasien Covid-19 yang terjadi  bilangan ini. &quot;IGD penuh dengan pasien Covid-19. Pasien belum bisa  pindah ke bangsal isolasi karena bangsal isolasi juga penuh. Tapi besok  Senin kami sudah buka kembali,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
