<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Terbaik Hindari Covid-19: Jauhi Kerumunan!   </title><description>Kondisi covid-19 sekarang ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar supaya kita memperkuat protokol kesehatan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/28/337/2432107/cara-terbaik-hindari-covid-19-jauhi-kerumunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/28/337/2432107/cara-terbaik-hindari-covid-19-jauhi-kerumunan"/><item><title>Cara Terbaik Hindari Covid-19: Jauhi Kerumunan!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/28/337/2432107/cara-terbaik-hindari-covid-19-jauhi-kerumunan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/28/337/2432107/cara-terbaik-hindari-covid-19-jauhi-kerumunan</guid><pubDate>Senin 28 Juni 2021 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/28/337/2432107/cara-terbaik-hindari-covid-19-jauhi-kerumunan-L75pNnoHak.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/28/337/2432107/cara-terbaik-hindari-covid-19-jauhi-kerumunan-L75pNnoHak.jpg</image><title>Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kondisi Covid-19 sekarang ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar supaya kita memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok.
&amp;ldquo;Pemerintah harus mampu memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat,&amp;rdquo; pesan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Dr Hermawan Saputra dilansir dari laman Covid-19.
Untuk itu, dia mengimbau agar mengaktifkan gotong-royong di lingkup komunitas dan membuat ruang isolasi mandiri di tingkat komunitas. &amp;ldquo;Ini upaya yang bisa meringankan beban rumah sakit kita yang saat ini mulai penuh terutama di Pulau Jawa,&amp;rdquo; ujarnya.
Melihat kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini, dirinya berpendapat cara terbaik memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan mencegahnya &amp;ldquo;Cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah menghindari kerumunan,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kepala BPOM: Dokter Boleh Beri Ivermectin ke Masyarakat yang Butuh
Pandemi virus corona sudah berjalan hampir dua tahun lamanya. Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 ini juga mengalami mutasi dan menimbulkan berbagai varian baru.
Dengan mengenali varian virus Covid-19, baik yang baru maupun lama dan memahami gejala serta cara mencegah penularannya masyarakat bisa menekan lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air.
&amp;ldquo;Virus Covid-19 ini mudah berubah, varian of concern bagi saya itu ada dua, yakni varian Alfa (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617). Tetapi di samping mutasi virus, terjadinya lonjakan kasus juga karena adanya kerumunan,&amp;rdquo; ungkap Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Guru Besar Fak. Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19.
&amp;ldquo;Vaksin Covid-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus Covid-19 terutama Alfa dan Delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Karena dengan 40-50% cakupan vaksinasi Covid-19 di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan piala Eropa 2021,&amp;rdquo; imbuh dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kondisi Covid-19 sekarang ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar supaya kita memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok.
&amp;ldquo;Pemerintah harus mampu memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat,&amp;rdquo; pesan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Dr Hermawan Saputra dilansir dari laman Covid-19.
Untuk itu, dia mengimbau agar mengaktifkan gotong-royong di lingkup komunitas dan membuat ruang isolasi mandiri di tingkat komunitas. &amp;ldquo;Ini upaya yang bisa meringankan beban rumah sakit kita yang saat ini mulai penuh terutama di Pulau Jawa,&amp;rdquo; ujarnya.
Melihat kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini, dirinya berpendapat cara terbaik memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan mencegahnya &amp;ldquo;Cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah menghindari kerumunan,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kepala BPOM: Dokter Boleh Beri Ivermectin ke Masyarakat yang Butuh
Pandemi virus corona sudah berjalan hampir dua tahun lamanya. Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 ini juga mengalami mutasi dan menimbulkan berbagai varian baru.
Dengan mengenali varian virus Covid-19, baik yang baru maupun lama dan memahami gejala serta cara mencegah penularannya masyarakat bisa menekan lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air.
&amp;ldquo;Virus Covid-19 ini mudah berubah, varian of concern bagi saya itu ada dua, yakni varian Alfa (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617). Tetapi di samping mutasi virus, terjadinya lonjakan kasus juga karena adanya kerumunan,&amp;rdquo; ungkap Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Guru Besar Fak. Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19.
&amp;ldquo;Vaksin Covid-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus Covid-19 terutama Alfa dan Delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Karena dengan 40-50% cakupan vaksinasi Covid-19 di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan piala Eropa 2021,&amp;rdquo; imbuh dia.</content:encoded></item></channel></rss>
