<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Covid-19 Tinggi, Seluruh Objek Wisata di Pangandaran Ditutup Mulai Besok</title><description>Seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ditutup sementara selama 10 hari ke depan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/28/525/2431776/covid-19-tinggi-seluruh-objek-wisata-di-pangandaran-ditutup-mulai-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/28/525/2431776/covid-19-tinggi-seluruh-objek-wisata-di-pangandaran-ditutup-mulai-besok"/><item><title>Covid-19 Tinggi, Seluruh Objek Wisata di Pangandaran Ditutup Mulai Besok</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/28/525/2431776/covid-19-tinggi-seluruh-objek-wisata-di-pangandaran-ditutup-mulai-besok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/28/525/2431776/covid-19-tinggi-seluruh-objek-wisata-di-pangandaran-ditutup-mulai-besok</guid><pubDate>Senin 28 Juni 2021 04:04 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Maarif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/28/525/2431776/covid-19-tinggi-seluruh-objek-wisata-di-pangandaran-ditutup-mulai-besok-at2DfXYJeR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata (Foto: Syamsul Maarif)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/28/525/2431776/covid-19-tinggi-seluruh-objek-wisata-di-pangandaran-ditutup-mulai-besok-at2DfXYJeR.jpg</image><title>Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata (Foto: Syamsul Maarif)</title></images><description>PANGANDARAN - Seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ditutup sementara selama 10 hari ke depan. Penutupan dilakukan mulai Selasa 29 Juni hingga Jumat 9 Juli 2021.
Pengumuman tersebut diumumkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pada Minggu 27 Juni 2021 malam melalui berbagai media sosial. &quot;Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Daerah Pangandaran menyusul lonjakan kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan,&quot; kata Jeje.&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Pulang Wisata dari Pangandaran, 16 Warga Sekampung Positif Covid-19
Keputusan itu diambil hasil Rapat Seluruh Forkopimda Kabupaten Pangandaran. &quot;Gugus Tugas Covid-19 pada Senin (28/6/2021) diinstruksikan menyosialisasikan beberapa point kepada masyarakat,&quot; tambahnya.
Pemkab Pangandaran juga langsung melakukan PPKM Mikro yang diperketat di tiga desa yaitu Desa Pangandaran, Desa Babakan dan Desa Purbahayu.
&quot;Desa yang ditetapkan PPKM Mikro berada di Kecamatan Pangandaran yang menjadi pusat aktivitas pariwisata,&quot; terangnya.
Akses keluar masuk warga dipantau dan semua aktivitas yang berpotensi terjadi kerumunan dilarang.&amp;nbsp; &quot;Wisatawan yang masih ada di dalam kawasan objek wisata akan diimbau untuk pulang, sehingga mulai Selasa (29 Juni) pantai Pangandaran dikosongkan dari wisatawan,&quot; sambungnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penangkapan Terduga Teroris di Pangandaran Berjalan Dramatis
Aktivitas pasar, restoran dan kegiatan masyarakat akan diimbau tutup pada pukul 16.00 WIB. Resepsi, pengajian dan kegiatan lain yang mengundang kerumunan akan dilarang.
Selain menghentikan aktivitas pariwisata, Pemkab Pangandaran juga memberlakukan work from home (WFH) 100 persen untuk semua perkantoran pemerintah.
Selama dua hari yaitu Sabtu-Minggu (26-27 Juni) terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup luar biasa di Pangandaran dan yang meninggal dunia ada 11 orang. Sementara jumlah kasus Covid-19 aktif sebanyak 330 orang, 55 di antaranya dirawat di RSUD Pandega sementara sisanya menjalani isolasi mandiri.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa dalam 2 hari tersebut terjadi penambahan kasus corona aktif sebanyak 115 orang. Penambahan itu didominasi oleh pelaku wisata di pantai Pangandaran, terutama pedagang.</description><content:encoded>PANGANDARAN - Seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ditutup sementara selama 10 hari ke depan. Penutupan dilakukan mulai Selasa 29 Juni hingga Jumat 9 Juli 2021.
Pengumuman tersebut diumumkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pada Minggu 27 Juni 2021 malam melalui berbagai media sosial. &quot;Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Daerah Pangandaran menyusul lonjakan kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan,&quot; kata Jeje.&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Pulang Wisata dari Pangandaran, 16 Warga Sekampung Positif Covid-19
Keputusan itu diambil hasil Rapat Seluruh Forkopimda Kabupaten Pangandaran. &quot;Gugus Tugas Covid-19 pada Senin (28/6/2021) diinstruksikan menyosialisasikan beberapa point kepada masyarakat,&quot; tambahnya.
Pemkab Pangandaran juga langsung melakukan PPKM Mikro yang diperketat di tiga desa yaitu Desa Pangandaran, Desa Babakan dan Desa Purbahayu.
&quot;Desa yang ditetapkan PPKM Mikro berada di Kecamatan Pangandaran yang menjadi pusat aktivitas pariwisata,&quot; terangnya.
Akses keluar masuk warga dipantau dan semua aktivitas yang berpotensi terjadi kerumunan dilarang.&amp;nbsp; &quot;Wisatawan yang masih ada di dalam kawasan objek wisata akan diimbau untuk pulang, sehingga mulai Selasa (29 Juni) pantai Pangandaran dikosongkan dari wisatawan,&quot; sambungnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penangkapan Terduga Teroris di Pangandaran Berjalan Dramatis
Aktivitas pasar, restoran dan kegiatan masyarakat akan diimbau tutup pada pukul 16.00 WIB. Resepsi, pengajian dan kegiatan lain yang mengundang kerumunan akan dilarang.
Selain menghentikan aktivitas pariwisata, Pemkab Pangandaran juga memberlakukan work from home (WFH) 100 persen untuk semua perkantoran pemerintah.
Selama dua hari yaitu Sabtu-Minggu (26-27 Juni) terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup luar biasa di Pangandaran dan yang meninggal dunia ada 11 orang. Sementara jumlah kasus Covid-19 aktif sebanyak 330 orang, 55 di antaranya dirawat di RSUD Pandega sementara sisanya menjalani isolasi mandiri.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa dalam 2 hari tersebut terjadi penambahan kasus corona aktif sebanyak 115 orang. Penambahan itu didominasi oleh pelaku wisata di pantai Pangandaran, terutama pedagang.</content:encoded></item></channel></rss>
