<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusunawa Universitas Brawijaya Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19</title><description>Nantinya Rusunawa Universitas Brawijaya bakal menjadi tempat karantina pasien &amp;ndash; pasien Covid-19</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/29/519/2432797/rusunawa-universitas-brawijaya-disulap-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/29/519/2432797/rusunawa-universitas-brawijaya-disulap-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19"/><item><title>Rusunawa Universitas Brawijaya Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/29/519/2432797/rusunawa-universitas-brawijaya-disulap-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/29/519/2432797/rusunawa-universitas-brawijaya-disulap-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19</guid><pubDate>Selasa 29 Juni 2021 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/29/519/2432797/rusunawa-universitas-brawijaya-disulap-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19-wsFPNjKpZG.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pemkot Malang akan jadikan rusunawa Unbraw jadi lokasi isolasi mandiri (Foto: Okezone/Avirista)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/29/519/2432797/rusunawa-universitas-brawijaya-disulap-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19-wsFPNjKpZG.JPG</image><title>Pemkot Malang akan jadikan rusunawa Unbraw jadi lokasi isolasi mandiri (Foto: Okezone/Avirista)</title></images><description>KOTA MALANG &amp;ndash; Menipisnya kapasitas rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 serta sejumlah safe house dan RS Lapangan Covid-19 Idjen Boulevard di Kota Malang membuat Pemkot Malang menjadikan rumah susun mahasiswa (Rusunawa) Universitas Brawijaya (UB) tempat isolasi.

Nantinya Rusunawa Universitas Brawijaya bakal menjadi tempat karantina pasien &amp;ndash; pasien Covid-19 bergejala ringan hingga sedang selain di safe house Jalan Kawi dan RS Lapangan Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji dan jajaran Forkopimda Kota Malang meninjau Rusunawa Univeritas Brawijaya yang berada di kampus II kawasan Dieng, Sukun, Kota Malang, pada Selasa siang (29/6/2021).

Sutiaji menyampaikan, bahwa terdapat 50 kamar di safe house yang baru itu, masing-masing kamar terdapat empat tempat tidur yang artinya safe house rusunawa UB itu mampu menampung hingga 200 bed. Tambahan tersebut tentu saja bisa sedikit merelaksasi RS rujukan yang saat ini penuh. Serta menjadi cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan tambahan bed isolasi.

&quot;Kami melihat bahwa dalam beberapa waktu terakhir tren kenaikan kasus cukup tinggi. Untuk itu kami mencoba mencari alternatif-alternatif yang bisa dilakukan untuk menekan kasus COVID-19. Termasuk meringankan beban dri RS rujukan,&quot; terangnya Selasa (29/6/2021).

Pria kelahiran Lamongan ini menyebut bila gagasan meminjam Rusunawa UB ini tergolong mendadak. Ia menyebut baru menghubungi Rektor UB Prof. Nuhfil Hanani pada Selasa pagi 29 Juni 2021 dan langsung meminta izin terkait rencana itu. Saat itu pula Rektor UB langsung melakukan rapat koordinasi terkait hal tersebut dan diputuskan Rusunawa UB di Kampus Kalisongo akan dijadikan untuk safe house, bagi pasien COVID-19 tanpa gejala hingga ringan.

&quot;Terus terang saya sangat bersyukur dan berterimakasih bahwa jajaran pimpinan UB memberi lampu hijau untuk penggunaan rusunawa tersebut. Setelah dapat persetujuan, kami langsung lakukan peninjauan dan memang tinggal masuk saja,&quot; tambahnya.

Dari sisi fasilitas, Sutiaji menyebut bahwa Rusunawa UB sangat memadai. Selain jumlah bed yang cukup banyak, pada setiap kamar juga sudah tersedia kamar mandi. Lalu juga tersedia lemari yang bisa dimanfaatkan pasien untuk meletakkan barang-barang mereka selama isolasi. Kemudian pada bagian tengah ruangan terdapat meja dan kursi yang bisa digunakan oleh pasien selama proses isolasi.



&quot;Saya rasa rusunawa ini sangat representatif. Tempat ibadah juga  tersedia dan sirkulasi udaranya juga bagus karena memang letaknya agak  jauh dari pemukiman. Saya rasa ini akan sangat membantu para pasien  untuk bisa lebih cepat sembuh,&quot; kata Sutiaji.

Untuk pengoperasiannya sendiri menurut Sutiaji dalam waktu dekat akan  segera dilakukan. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala  kebutuhan pendukung lainnya termasuk juga tenaga kesehatan (nakes) yang  akan ditugaskan di rusunawa UB tersebut. Selain itu, pihaknya juga bakal  merekrut tambahan relawan untuk bertugas di rusunawa UB itu dan akan  melibatkan fakultas kedokteran dari Universitas Brawijaya sendiri.

&quot;Kami akan segera operasikan sembari juga menyiapkan untuk yang safe  house Jalan Kawi, untuk yang disana ada 60 bed yang sudah tersedia dan  nanti akan ditambah hingga 110 bed. Jumlah tersebut nanti dikurangi 10  yang akan digunakan bagi pekerja migran Indonesia yang baru tiba,&quot;  jelasnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Brawijaya, Nuhfil Hanani menjelaskan  bahwa pihaknya tak bisa menolak permintaan dari Wali Kota Malang  lantaran ini adalah misi kemanuasiaan. Keselamatan jiwa dari mereka yang  terpapar COVID-19 sangat penting. Untuk itu, dirinya langsung melakukan  rapat terbatas dengan jajaran pimpinan begitu ada permintaan penggunaan  rusunawa tersebut. Bahkan tim keamanan dari UB juga langsung mengatur  dan menyiapkan jalur evakuasi terhadap pasien.

&quot;Ini soal kemanusiaan, kami semua harus bekerja sama-sama untuk  mengatasinya. Perlu diketahui juga bahwa isolasi mandiri di tempat  khusus itu sangat penting, agar mereka tidak menularkan. Bangunan ini  adalah asrama mahasiswa dan mereeka yang sebelumnya di sini sudah kami  pindahkan ke asrama lain di Jalan Veteran,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>KOTA MALANG &amp;ndash; Menipisnya kapasitas rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 serta sejumlah safe house dan RS Lapangan Covid-19 Idjen Boulevard di Kota Malang membuat Pemkot Malang menjadikan rumah susun mahasiswa (Rusunawa) Universitas Brawijaya (UB) tempat isolasi.

Nantinya Rusunawa Universitas Brawijaya bakal menjadi tempat karantina pasien &amp;ndash; pasien Covid-19 bergejala ringan hingga sedang selain di safe house Jalan Kawi dan RS Lapangan Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji dan jajaran Forkopimda Kota Malang meninjau Rusunawa Univeritas Brawijaya yang berada di kampus II kawasan Dieng, Sukun, Kota Malang, pada Selasa siang (29/6/2021).

Sutiaji menyampaikan, bahwa terdapat 50 kamar di safe house yang baru itu, masing-masing kamar terdapat empat tempat tidur yang artinya safe house rusunawa UB itu mampu menampung hingga 200 bed. Tambahan tersebut tentu saja bisa sedikit merelaksasi RS rujukan yang saat ini penuh. Serta menjadi cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan tambahan bed isolasi.

&quot;Kami melihat bahwa dalam beberapa waktu terakhir tren kenaikan kasus cukup tinggi. Untuk itu kami mencoba mencari alternatif-alternatif yang bisa dilakukan untuk menekan kasus COVID-19. Termasuk meringankan beban dri RS rujukan,&quot; terangnya Selasa (29/6/2021).

Pria kelahiran Lamongan ini menyebut bila gagasan meminjam Rusunawa UB ini tergolong mendadak. Ia menyebut baru menghubungi Rektor UB Prof. Nuhfil Hanani pada Selasa pagi 29 Juni 2021 dan langsung meminta izin terkait rencana itu. Saat itu pula Rektor UB langsung melakukan rapat koordinasi terkait hal tersebut dan diputuskan Rusunawa UB di Kampus Kalisongo akan dijadikan untuk safe house, bagi pasien COVID-19 tanpa gejala hingga ringan.

&quot;Terus terang saya sangat bersyukur dan berterimakasih bahwa jajaran pimpinan UB memberi lampu hijau untuk penggunaan rusunawa tersebut. Setelah dapat persetujuan, kami langsung lakukan peninjauan dan memang tinggal masuk saja,&quot; tambahnya.

Dari sisi fasilitas, Sutiaji menyebut bahwa Rusunawa UB sangat memadai. Selain jumlah bed yang cukup banyak, pada setiap kamar juga sudah tersedia kamar mandi. Lalu juga tersedia lemari yang bisa dimanfaatkan pasien untuk meletakkan barang-barang mereka selama isolasi. Kemudian pada bagian tengah ruangan terdapat meja dan kursi yang bisa digunakan oleh pasien selama proses isolasi.



&quot;Saya rasa rusunawa ini sangat representatif. Tempat ibadah juga  tersedia dan sirkulasi udaranya juga bagus karena memang letaknya agak  jauh dari pemukiman. Saya rasa ini akan sangat membantu para pasien  untuk bisa lebih cepat sembuh,&quot; kata Sutiaji.

Untuk pengoperasiannya sendiri menurut Sutiaji dalam waktu dekat akan  segera dilakukan. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala  kebutuhan pendukung lainnya termasuk juga tenaga kesehatan (nakes) yang  akan ditugaskan di rusunawa UB tersebut. Selain itu, pihaknya juga bakal  merekrut tambahan relawan untuk bertugas di rusunawa UB itu dan akan  melibatkan fakultas kedokteran dari Universitas Brawijaya sendiri.

&quot;Kami akan segera operasikan sembari juga menyiapkan untuk yang safe  house Jalan Kawi, untuk yang disana ada 60 bed yang sudah tersedia dan  nanti akan ditambah hingga 110 bed. Jumlah tersebut nanti dikurangi 10  yang akan digunakan bagi pekerja migran Indonesia yang baru tiba,&quot;  jelasnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Brawijaya, Nuhfil Hanani menjelaskan  bahwa pihaknya tak bisa menolak permintaan dari Wali Kota Malang  lantaran ini adalah misi kemanuasiaan. Keselamatan jiwa dari mereka yang  terpapar COVID-19 sangat penting. Untuk itu, dirinya langsung melakukan  rapat terbatas dengan jajaran pimpinan begitu ada permintaan penggunaan  rusunawa tersebut. Bahkan tim keamanan dari UB juga langsung mengatur  dan menyiapkan jalur evakuasi terhadap pasien.

&quot;Ini soal kemanusiaan, kami semua harus bekerja sama-sama untuk  mengatasinya. Perlu diketahui juga bahwa isolasi mandiri di tempat  khusus itu sangat penting, agar mereka tidak menularkan. Bangunan ini  adalah asrama mahasiswa dan mereeka yang sebelumnya di sini sudah kami  pindahkan ke asrama lain di Jalan Veteran,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
