<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Membuka Diri dengan Pariwisata Non Religi</title><description>Arab Saudi yang selama ini hanya fokus di pariwisata agama dan bisnis, kini sudah membuka diri dengan membuka pariwisata non religi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/30/18/2433463/arab-saudi-membuka-diri-dengan-pariwisata-non-religi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/30/18/2433463/arab-saudi-membuka-diri-dengan-pariwisata-non-religi"/><item><title>Arab Saudi Membuka Diri dengan Pariwisata Non Religi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/30/18/2433463/arab-saudi-membuka-diri-dengan-pariwisata-non-religi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/30/18/2433463/arab-saudi-membuka-diri-dengan-pariwisata-non-religi</guid><pubDate>Rabu 30 Juni 2021 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/30/18/2433463/arab-saudi-membuka-diri-dengan-pariwisata-non-religi-2x90JwdwMc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dubes Arab Saudi Esam Abid Althagafi (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/30/18/2433463/arab-saudi-membuka-diri-dengan-pariwisata-non-religi-2x90JwdwMc.jpg</image><title>Dubes Arab Saudi Esam Abid Althagafi (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Esam. A.Abid Althagafi sejak bertugas 2019 lalu, sudah berkeliling mengunjungi berbagai tempat di Indonesia seperti di Semarang, Yogyakarta, Bali, Kendari, Malang, dan  Bandung.
Ia ingin bisa keliling ke seluruh tempat-tempat menarik di Indonesia, tetapi terhadang oleh Pandemi Covid-19, sehingga belum bisa terwujud. Hal  itu diungkapkan Esam dalam Forum Diskusi SMSI Lingkar Merdeka online Rabu, (30/6/2021).
Ketertarikan Esam pada tempat-tempat menarik di Indonesia tidak terlepas dari minatnya pada kajian manusia dan budaya. Pengalamannya selama 40 tahun menjadi diplomat di berbagai negara membuatnya sering bertemu dengan berbagai ragam manusia dan budaya yang menarik perhatiannya.
Maka, sejak Kerajaan Saudi Arabia mencetuskan program Visi 2030 yang diprakasai Putra Mahkota Mohammad Bin Salman dan Saudi terus membuka diri dari berbagai aspek termasuk  aspek sosial budaya, Esam turut menggiatkan pengetahuan berbagai peninggalan-peninggalan sejarah peradaban di Saudi Arabia untuk membantu promosi Saudi sebagai tujuan wisata popular bagi orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda.

Esam mengatakan bahwa industri lain sudah dipikirkan dan Saudi saat ini sedang membangun &amp;lsquo;Giant Tourism Project&amp;rsquo;.
&quot;Saudi memang sedang menargetkan untuk dapat menciptakan 1 juta pekerjaan baru untuk warga Arab Saudi dan mengundang 100 juta wisatawan asing,&quot; ujar Esam.
Menyadur penjelasan Kepala Pariwisata Arab Saudi, Ahmed Al Khateeb saat peluncuran proyek Ad Diriyah (Sept/2019), paling tidak ada lima situs warisan budaya yang sudah diakui Unesco di Arab Saudi  yang bisa dikunjungi umum. Di antaranya Madain Salih, situs arkeologi  yang menyimpan 111 makam dari era Kerajaan Nabatea.
Air Mancur King Fahd yakni air mancur dengan ketinggian mencapai 312 meter, Jeddah Tower dan Kawah Al Wahbah, kawah yang ditengahnya terdapat garam putih  serta dipenuhi rumput dan palem serta obyek wisata Ukiran Batu Jubbah yakni tempat ukiran batu yang paling terkenal di Arab Saudi.
Arab Saudi yang selama ini hanya fokus di pariwisata agama dan bisnis, kini sudah membuka diri dengan membuka pariwisata non religi. Arab Saudi, yang memilik kota suci Makkah dan Madinah, tentu tidak akan membiarkan pariwisata non religi merusak jejak-jejak peradaban rohani yang melekat.
Mendorong keterbukaan yang sudah digulirkan Kerajaan Saudi Arabia, maka untuk menandai 40 tahun perjalanan karir sebagai seorang diplomat, Esam. A.Abid Althagafi menulis buku bertajuk &amp;ldquo;Dubes Diantara Dua Kutub&amp;rdquo; yang sudah direlease dan dapat dibaca untuk umum.</description><content:encoded>JAKARTA - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Esam. A.Abid Althagafi sejak bertugas 2019 lalu, sudah berkeliling mengunjungi berbagai tempat di Indonesia seperti di Semarang, Yogyakarta, Bali, Kendari, Malang, dan  Bandung.
Ia ingin bisa keliling ke seluruh tempat-tempat menarik di Indonesia, tetapi terhadang oleh Pandemi Covid-19, sehingga belum bisa terwujud. Hal  itu diungkapkan Esam dalam Forum Diskusi SMSI Lingkar Merdeka online Rabu, (30/6/2021).
Ketertarikan Esam pada tempat-tempat menarik di Indonesia tidak terlepas dari minatnya pada kajian manusia dan budaya. Pengalamannya selama 40 tahun menjadi diplomat di berbagai negara membuatnya sering bertemu dengan berbagai ragam manusia dan budaya yang menarik perhatiannya.
Maka, sejak Kerajaan Saudi Arabia mencetuskan program Visi 2030 yang diprakasai Putra Mahkota Mohammad Bin Salman dan Saudi terus membuka diri dari berbagai aspek termasuk  aspek sosial budaya, Esam turut menggiatkan pengetahuan berbagai peninggalan-peninggalan sejarah peradaban di Saudi Arabia untuk membantu promosi Saudi sebagai tujuan wisata popular bagi orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda.

Esam mengatakan bahwa industri lain sudah dipikirkan dan Saudi saat ini sedang membangun &amp;lsquo;Giant Tourism Project&amp;rsquo;.
&quot;Saudi memang sedang menargetkan untuk dapat menciptakan 1 juta pekerjaan baru untuk warga Arab Saudi dan mengundang 100 juta wisatawan asing,&quot; ujar Esam.
Menyadur penjelasan Kepala Pariwisata Arab Saudi, Ahmed Al Khateeb saat peluncuran proyek Ad Diriyah (Sept/2019), paling tidak ada lima situs warisan budaya yang sudah diakui Unesco di Arab Saudi  yang bisa dikunjungi umum. Di antaranya Madain Salih, situs arkeologi  yang menyimpan 111 makam dari era Kerajaan Nabatea.
Air Mancur King Fahd yakni air mancur dengan ketinggian mencapai 312 meter, Jeddah Tower dan Kawah Al Wahbah, kawah yang ditengahnya terdapat garam putih  serta dipenuhi rumput dan palem serta obyek wisata Ukiran Batu Jubbah yakni tempat ukiran batu yang paling terkenal di Arab Saudi.
Arab Saudi yang selama ini hanya fokus di pariwisata agama dan bisnis, kini sudah membuka diri dengan membuka pariwisata non religi. Arab Saudi, yang memilik kota suci Makkah dan Madinah, tentu tidak akan membiarkan pariwisata non religi merusak jejak-jejak peradaban rohani yang melekat.
Mendorong keterbukaan yang sudah digulirkan Kerajaan Saudi Arabia, maka untuk menandai 40 tahun perjalanan karir sebagai seorang diplomat, Esam. A.Abid Althagafi menulis buku bertajuk &amp;ldquo;Dubes Diantara Dua Kutub&amp;rdquo; yang sudah direlease dan dapat dibaca untuk umum.</content:encoded></item></channel></rss>
