<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko PMK: Kasus Covid-19 Anak Indonesia Tertinggi di Dunia</title><description>Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut, kasus anak Indonesia terpapar Covid-19 jadi yang tertinggi di dunia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/30/337/2433271/menko-pmk-kasus-covid-19-anak-indonesia-tertinggi-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/30/337/2433271/menko-pmk-kasus-covid-19-anak-indonesia-tertinggi-di-dunia"/><item><title>Menko PMK: Kasus Covid-19 Anak Indonesia Tertinggi di Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/30/337/2433271/menko-pmk-kasus-covid-19-anak-indonesia-tertinggi-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/30/337/2433271/menko-pmk-kasus-covid-19-anak-indonesia-tertinggi-di-dunia</guid><pubDate>Rabu 30 Juni 2021 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/30/337/2433271/menko-pmk-kasus-covid-19-anak-indonesia-tertinggi-di-dunia-hy0dSShvFO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto : Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/30/337/2433271/menko-pmk-kasus-covid-19-anak-indonesia-tertinggi-di-dunia-hy0dSShvFO.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto : Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA -  Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, mengakui awalnya pemerintah dan para ahli menganggap Covid-19 tidak terlalu menyasar anak. Namun, belakangan dugaan itu salah. Saat ini jumlah anak yang terpapar virus corona di Indonesia jadi yang tertinggi di dunia.

&quot;Kita tahu pada awalnya sangat yakin betul bahwa Covid ini akan lebih menghajar usia dewasa, terutama mereka yang sudah tidak lagi memproduksi imunitas secara baik, sementara anak-anak itu produksi imunitasnya masih sangat tinggi, kemudian kecil terpapar covid. Ternyata dugaan itu sekarang salah,&quot; kata Muhadjir saat menghadiri Rakornas KPAI secara virtual, Rabu (30/6/2021).

Muhadjir menyebut, saat ini virus corona sudah menyasar anak. Per 29 Juni 2021, ada 12,6 persen kasus Covid-19 yang menyasar anak usia 0-18 tahun. Rinciannya 2,9 persen kasus terjadi di usia 0-5 tahun dan 9,7 persen terjadi di anak berusia 6-18 tahun. Sebagian besar tanpa gejala dan bergejala ringan.

Baca Juga : Jokowi: Kasus Covid di RI Melonjak Drastis Gegara Libur Lebaran dan Varian Baru

&quot;Sedangkan kasus yang membutuhkan perawatan sebanyak 3,1 persen berusia 0-5 tahun, dan 10,4 persen berusia 6-18 tahun. Menurut Ketua IDAI, kasus Covid-19 pada anak di Indonesia sekitar 11 sampai 12 persen termasuk kasus anak yang tertinggi di dunia. Sebaran kasus Covid anak ini terjadi di seluruh provinsi,&quot; ujar Muhadjir.

Atas kasus ini, Muhadjir meminta KPAI memberikan perhatian khusus pada kasus Covid-19 pada anak. Ketua PP Muhammadiyah itu ingin jajaran KPAI di daerah proaktif terlibat dalam aksi-aksi pencegahan virus corona pada anak.

Baca Juga : Covid-19 Melonjak, Jokowi: Jangan Hanya Bicara Ekonomi, tapi Tak Lihat Kesehatan

&quot;Saya mohon dukungan di KPAI khusus memberikan perhatian kasus yang sudah menjalar ke anak. Kita gerakkan tangan-tangan KPAI di daerah untuk turun di lapangan dan tidak hanya membuat laporan,&quot; tutur Muhadjir.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, mengakui awalnya pemerintah dan para ahli menganggap Covid-19 tidak terlalu menyasar anak. Namun, belakangan dugaan itu salah. Saat ini jumlah anak yang terpapar virus corona di Indonesia jadi yang tertinggi di dunia.

&quot;Kita tahu pada awalnya sangat yakin betul bahwa Covid ini akan lebih menghajar usia dewasa, terutama mereka yang sudah tidak lagi memproduksi imunitas secara baik, sementara anak-anak itu produksi imunitasnya masih sangat tinggi, kemudian kecil terpapar covid. Ternyata dugaan itu sekarang salah,&quot; kata Muhadjir saat menghadiri Rakornas KPAI secara virtual, Rabu (30/6/2021).

Muhadjir menyebut, saat ini virus corona sudah menyasar anak. Per 29 Juni 2021, ada 12,6 persen kasus Covid-19 yang menyasar anak usia 0-18 tahun. Rinciannya 2,9 persen kasus terjadi di usia 0-5 tahun dan 9,7 persen terjadi di anak berusia 6-18 tahun. Sebagian besar tanpa gejala dan bergejala ringan.

Baca Juga : Jokowi: Kasus Covid di RI Melonjak Drastis Gegara Libur Lebaran dan Varian Baru

&quot;Sedangkan kasus yang membutuhkan perawatan sebanyak 3,1 persen berusia 0-5 tahun, dan 10,4 persen berusia 6-18 tahun. Menurut Ketua IDAI, kasus Covid-19 pada anak di Indonesia sekitar 11 sampai 12 persen termasuk kasus anak yang tertinggi di dunia. Sebaran kasus Covid anak ini terjadi di seluruh provinsi,&quot; ujar Muhadjir.

Atas kasus ini, Muhadjir meminta KPAI memberikan perhatian khusus pada kasus Covid-19 pada anak. Ketua PP Muhammadiyah itu ingin jajaran KPAI di daerah proaktif terlibat dalam aksi-aksi pencegahan virus corona pada anak.

Baca Juga : Covid-19 Melonjak, Jokowi: Jangan Hanya Bicara Ekonomi, tapi Tak Lihat Kesehatan

&quot;Saya mohon dukungan di KPAI khusus memberikan perhatian kasus yang sudah menjalar ke anak. Kita gerakkan tangan-tangan KPAI di daerah untuk turun di lapangan dan tidak hanya membuat laporan,&quot; tutur Muhadjir.
</content:encoded></item></channel></rss>
