<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesal Positif Covid-19, Kakek di Tambora Nekat Gorok Leher</title><description>Seorang kakek nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan menggorok lehernya karena tak terima positif Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/30/338/2433340/kesal-positif-covid-19-kakek-di-tambora-nekat-gorok-leher</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/30/338/2433340/kesal-positif-covid-19-kakek-di-tambora-nekat-gorok-leher"/><item><title>Kesal Positif Covid-19, Kakek di Tambora Nekat Gorok Leher</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/30/338/2433340/kesal-positif-covid-19-kakek-di-tambora-nekat-gorok-leher</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/30/338/2433340/kesal-positif-covid-19-kakek-di-tambora-nekat-gorok-leher</guid><pubDate>Rabu 30 Juni 2021 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/30/338/2433340/kesal-positif-covid-19-kakek-di-tambora-nekat-gorok-leher-u7k8XUueeK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/30/338/2433340/kesal-positif-covid-19-kakek-di-tambora-nekat-gorok-leher-u7k8XUueeK.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial S alias A (85) hendak melakukan percobaan bunuh diri di kawasan Bandengan Utara 2, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (30/6/2021). Kakek itu diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri lantaran kesal terkonfirmasi positif Covid-19.

&quot;Percobaan bunuh diri karena dia terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan antigen di hari Jumat,&quot; kata Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Faruk Rozi saat dikonfirmasi, Rabu (30/6/2021) sore.

Faruk menjelaskan, setelah mendapati hasil tes antigen pada Jumat (25/6), pihak keluarga membawa korban untuk tes PCR pada Senin (28/6) dan dinyatakan hasil positif.

&quot;Kemudian dari Puskesmas menyarankan yang bersangkutan untuk isolasi di rumah dulu karena sambil menunggu antrean di RSDC Wisma Atlet yang penuh,&quot; ujarnya.

Faruk menjelaskan, saat S menjalani isolasi mandiri di rumahnya percobaan bunuh diri itu pun dilakukan. S mengambil senjata tajam berupa celurit untuk melukai lehernya dan mengalami luka sedalam 4 milimeter.

&quot;Sejenis celurit atau badik, melukai lehernya,&quot; katanya.


Faruk mengungkapkan, aksi S diketahui oleh anak dan cucunya yang tengah berada di rumah. Melihat kondisi S yang sudah terkapar di dalam kamar, keluarga langsung melaporkannya ke RT dan pihak kepolisian.

Baca Juga : Kakek 83 Tahun Ditemukan Gantung Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Agar Anaknya Selalu Jujur

&quot;Tapi alhamdulillah enggak meninggal,&quot; tuturnya. S saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk menjalani perawatan intensif.

Baca Juga : Pemuda Gamping Sleman Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kusen Pintu
</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial S alias A (85) hendak melakukan percobaan bunuh diri di kawasan Bandengan Utara 2, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (30/6/2021). Kakek itu diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri lantaran kesal terkonfirmasi positif Covid-19.

&quot;Percobaan bunuh diri karena dia terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan antigen di hari Jumat,&quot; kata Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Faruk Rozi saat dikonfirmasi, Rabu (30/6/2021) sore.

Faruk menjelaskan, setelah mendapati hasil tes antigen pada Jumat (25/6), pihak keluarga membawa korban untuk tes PCR pada Senin (28/6) dan dinyatakan hasil positif.

&quot;Kemudian dari Puskesmas menyarankan yang bersangkutan untuk isolasi di rumah dulu karena sambil menunggu antrean di RSDC Wisma Atlet yang penuh,&quot; ujarnya.

Faruk menjelaskan, saat S menjalani isolasi mandiri di rumahnya percobaan bunuh diri itu pun dilakukan. S mengambil senjata tajam berupa celurit untuk melukai lehernya dan mengalami luka sedalam 4 milimeter.

&quot;Sejenis celurit atau badik, melukai lehernya,&quot; katanya.


Faruk mengungkapkan, aksi S diketahui oleh anak dan cucunya yang tengah berada di rumah. Melihat kondisi S yang sudah terkapar di dalam kamar, keluarga langsung melaporkannya ke RT dan pihak kepolisian.

Baca Juga : Kakek 83 Tahun Ditemukan Gantung Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Agar Anaknya Selalu Jujur

&quot;Tapi alhamdulillah enggak meninggal,&quot; tuturnya. S saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk menjalani perawatan intensif.

Baca Juga : Pemuda Gamping Sleman Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kusen Pintu
</content:encoded></item></channel></rss>
