<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> KSPI : Sebulan Terakhir 15 Buruh Meninggal karena Covid-19   </title><description>Dalam kurun waktu sebulan terakhir sebanyak 15 buruh meninggal karena Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/01/337/2434140/kspi-sebulan-terakhir-15-buruh-meninggal-karena-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/01/337/2434140/kspi-sebulan-terakhir-15-buruh-meninggal-karena-covid-19"/><item><title> KSPI : Sebulan Terakhir 15 Buruh Meninggal karena Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/01/337/2434140/kspi-sebulan-terakhir-15-buruh-meninggal-karena-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/01/337/2434140/kspi-sebulan-terakhir-15-buruh-meninggal-karena-covid-19</guid><pubDate>Kamis 01 Juli 2021 23:01 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/01/337/2434140/kspi-sebulan-terakhir-15-buruh-meninggal-karena-covid-19-NEHM485rsv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/01/337/2434140/kspi-sebulan-terakhir-15-buruh-meninggal-karena-covid-19-NEHM485rsv.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, dalam kurun waktu sebulan terakhir sebanyak 15 buruh meninggal karena Covid-19.

&quot;Dalam sebulan ini dari laporan yang diterima KSPI, di wilayah Jabodetabek saja setidaknya 15 orang buruh meninggal dunia,&quot; ujar Said dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tolak Vaksinasi Berbayar, KSPI Minta Vaksin Buruh Gratis
Said mengungkapkan, fakta di lapangan angka kematian dan penderita Covid-19 dalam klaster buruh mengalami peningkatan. Hal tersebut menjadi persoalan mendasar akan mendahulukan sektor kesehatan atau ekonomi.

Kemudian Said menyebut, ketika seorang buruh diketahui terpapar Covid-19 di lingkungan perusahaan, buruh cenderung hanya diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tidak melapor ke Satgas setempat, sebab akan berdampak pada penutupan sementara perusahaan selama 10 sampai 14 hari.

&amp;ldquo;Perusahaan keberatan dengan dilakukan penutupan sementara,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Protes 110 TKA China Masuk RI, KSPI: Lagi-Lagi Digelar Karpet Merah
Lebih lanjut, Said mengatakan, agar jangan sampai ditutup, perusahaan yang buruhnya terpapar Covid-19 cenderung tidak mau mengumumkan atau melapor. Oleh sebab itu, buruh yang melakukan isolasi mandiri di rumah menularkan kepada keluarga.

&quot;Inilah yang menjelaskan klaster pabrik sekarang merambah ke klaster keluarga,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, dalam kurun waktu sebulan terakhir sebanyak 15 buruh meninggal karena Covid-19.

&quot;Dalam sebulan ini dari laporan yang diterima KSPI, di wilayah Jabodetabek saja setidaknya 15 orang buruh meninggal dunia,&quot; ujar Said dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tolak Vaksinasi Berbayar, KSPI Minta Vaksin Buruh Gratis
Said mengungkapkan, fakta di lapangan angka kematian dan penderita Covid-19 dalam klaster buruh mengalami peningkatan. Hal tersebut menjadi persoalan mendasar akan mendahulukan sektor kesehatan atau ekonomi.

Kemudian Said menyebut, ketika seorang buruh diketahui terpapar Covid-19 di lingkungan perusahaan, buruh cenderung hanya diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tidak melapor ke Satgas setempat, sebab akan berdampak pada penutupan sementara perusahaan selama 10 sampai 14 hari.

&amp;ldquo;Perusahaan keberatan dengan dilakukan penutupan sementara,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Protes 110 TKA China Masuk RI, KSPI: Lagi-Lagi Digelar Karpet Merah
Lebih lanjut, Said mengatakan, agar jangan sampai ditutup, perusahaan yang buruhnya terpapar Covid-19 cenderung tidak mau mengumumkan atau melapor. Oleh sebab itu, buruh yang melakukan isolasi mandiri di rumah menularkan kepada keluarga.

&quot;Inilah yang menjelaskan klaster pabrik sekarang merambah ke klaster keluarga,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
