<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Kerajaan Siak, Dari Terbentuk Hingga Bergabung dengan NKRI</title><description>Kerajaan Siak merupakan salah satu kerajaan di Riau sebelum terbentuknya Republik Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/02/337/2434615/sejarah-kerajaan-siak-dari-terbentuk-hingga-bergabung-dengan-nkri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/02/337/2434615/sejarah-kerajaan-siak-dari-terbentuk-hingga-bergabung-dengan-nkri"/><item><title>Sejarah Kerajaan Siak, Dari Terbentuk Hingga Bergabung dengan NKRI</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/02/337/2434615/sejarah-kerajaan-siak-dari-terbentuk-hingga-bergabung-dengan-nkri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/02/337/2434615/sejarah-kerajaan-siak-dari-terbentuk-hingga-bergabung-dengan-nkri</guid><pubDate>Jum'at 02 Juli 2021 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/02/337/2434615/sejarah-kerajaan-siak-dari-terbentuk-hingga-bergabung-dengan-nkri-D5ZLbcj8jg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Wikipedia.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/02/337/2434615/sejarah-kerajaan-siak-dari-terbentuk-hingga-bergabung-dengan-nkri-D5ZLbcj8jg.jpg</image><title>Foto: Wikipedia.</title></images><description>JAKARTA - Indonesia menyimpan catatan sejarah penting pemerintahan di tiap wilayahnya. Sebelum berbentuk pemerintahan formal seperti saat ini, pemerintahan di tiap-tiap wilayah berbentuk kerajaan.
Begitu juga di  salah satu provinsi di Indonesia yaitu Riau yang menyimpan catatan sejarah berupa berdirinya Kerajaan  Siak, yang terletak di wilayah yang saat ini merupakan Kabupaten Siak, dengan pusat pemerintahan di Buantan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Konon Kabarnya, Ratu Belanda Wilhelmina Pernah Jatuh Cinta pada Sultan Siak Syarif Kasim II
Berikut rangkuman sejarah Kerajaan Siak sebagaimana dirangkum Tim Litbang MPI:
Sebelum kerajaan Siak terbentuk, daerah Siak berada di bawah kekuasaan Johor yang dipimpin oleh raja yang diangkat oleh Sultan Johor. Pada awal 1699, Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II dibunuh. Kala itu, Encik Pong, istri Sultan yang sedang hamil dilarikan ke Singapura dan berlanjut ke Jambi. Dalam pelariannya, lahirlah Raja Kecik
Pada 1717, Raja Kecik berhasil merebut kembali Kerajaan Johor. Namun sayangnya pada tahun 1722, kerajaan kembali direbut oleh Tengku Sulaiman, putra Sultan Abdul Jalil Riayat Syah yang merupakan ipar dari Raja Kecik sendiri. Perang saudara tersebut menyebabkan kerugian bagi kedua belah pihak.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Balas Peluncuran Balon Api
Akibat kerugian perang saudara dalam perebutan Kerajaan Johor, pada akhirnya Raja Kicik dan Tengku Sulaiman mengundurkan diri. Pihak Johor, yaitu Tengku Sulaiman, mundur ke Pahang. Sementara, Raja Kecik mundur ke Bintan dan kemudian mendirikan kerajaan baru di pinggir Sungai Buantan yang merupakan anak Sungai Siak.Kerajaan yang bernama kerajaan Siak ini didirikan oleh Raja Kecik pada 1723 M dengan pusat kerajaan berada di Buantan.
Kerajaan ini mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan. Di antara semua kepemimpinan, masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim, kerajaan Siak mencapai kejayaannya. Saat itu Siak mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama di bidang ekonomi.
Memasuki abad ke-20, pemeritah Belanda terus mengusik Kerajaan Siak . Hal ini membuat kerajaak Siak pun mengalami kegoyahan. Pasca proklamasi Kemerdekaan, raja berkuasa saat itu, , Sultan Syarif Kasim II pun memutuskan untuk bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia menyimpan catatan sejarah penting pemerintahan di tiap wilayahnya. Sebelum berbentuk pemerintahan formal seperti saat ini, pemerintahan di tiap-tiap wilayah berbentuk kerajaan.
Begitu juga di  salah satu provinsi di Indonesia yaitu Riau yang menyimpan catatan sejarah berupa berdirinya Kerajaan  Siak, yang terletak di wilayah yang saat ini merupakan Kabupaten Siak, dengan pusat pemerintahan di Buantan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Konon Kabarnya, Ratu Belanda Wilhelmina Pernah Jatuh Cinta pada Sultan Siak Syarif Kasim II
Berikut rangkuman sejarah Kerajaan Siak sebagaimana dirangkum Tim Litbang MPI:
Sebelum kerajaan Siak terbentuk, daerah Siak berada di bawah kekuasaan Johor yang dipimpin oleh raja yang diangkat oleh Sultan Johor. Pada awal 1699, Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II dibunuh. Kala itu, Encik Pong, istri Sultan yang sedang hamil dilarikan ke Singapura dan berlanjut ke Jambi. Dalam pelariannya, lahirlah Raja Kecik
Pada 1717, Raja Kecik berhasil merebut kembali Kerajaan Johor. Namun sayangnya pada tahun 1722, kerajaan kembali direbut oleh Tengku Sulaiman, putra Sultan Abdul Jalil Riayat Syah yang merupakan ipar dari Raja Kecik sendiri. Perang saudara tersebut menyebabkan kerugian bagi kedua belah pihak.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Balas Peluncuran Balon Api
Akibat kerugian perang saudara dalam perebutan Kerajaan Johor, pada akhirnya Raja Kicik dan Tengku Sulaiman mengundurkan diri. Pihak Johor, yaitu Tengku Sulaiman, mundur ke Pahang. Sementara, Raja Kecik mundur ke Bintan dan kemudian mendirikan kerajaan baru di pinggir Sungai Buantan yang merupakan anak Sungai Siak.Kerajaan yang bernama kerajaan Siak ini didirikan oleh Raja Kecik pada 1723 M dengan pusat kerajaan berada di Buantan.
Kerajaan ini mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan. Di antara semua kepemimpinan, masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim, kerajaan Siak mencapai kejayaannya. Saat itu Siak mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama di bidang ekonomi.
Memasuki abad ke-20, pemeritah Belanda terus mengusik Kerajaan Siak . Hal ini membuat kerajaak Siak pun mengalami kegoyahan. Pasca proklamasi Kemerdekaan, raja berkuasa saat itu, , Sultan Syarif Kasim II pun memutuskan untuk bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
