<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Boleh Lewat Penyekatan PPKM Darurat, Warga Ngamuk Membanting Motor</title><description>Motor yang dibantingnya pun akhirnya mogok. Namun, hidup kembali setelah didorong secara manual.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/05/338/2435819/tak-boleh-lewat-penyekatan-ppkm-darurat-warga-ngamuk-membanting-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/05/338/2435819/tak-boleh-lewat-penyekatan-ppkm-darurat-warga-ngamuk-membanting-motor"/><item><title>Tak Boleh Lewat Penyekatan PPKM Darurat, Warga Ngamuk Membanting Motor</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/05/338/2435819/tak-boleh-lewat-penyekatan-ppkm-darurat-warga-ngamuk-membanting-motor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/05/338/2435819/tak-boleh-lewat-penyekatan-ppkm-darurat-warga-ngamuk-membanting-motor</guid><pubDate>Senin 05 Juli 2021 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/05/338/2435819/tak-boleh-lewat-penyekatan-ppkm-darurat-warga-ngamuk-membanting-motor-IVYisuEQZ2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga ngamuk banting motor lantaran tidak boleh melintasi penyekatan PPKM Darurat (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/05/338/2435819/tak-boleh-lewat-penyekatan-ppkm-darurat-warga-ngamuk-membanting-motor-IVYisuEQZ2.jpg</image><title>Warga ngamuk banting motor lantaran tidak boleh melintasi penyekatan PPKM Darurat (Foto : MPI)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Penyekatan jalan lantaran ditetapkannya PPKM Daruat di Bintaro, Sektor 3, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, berlangsung sedikit keributan antara warga dan petugas. Pengguna jalan yang tidak bisa melintas mengamuk dan membanting motornya di hadapan petugas.

Tidak hanya itu, warga yang diketahui bernama Ananta ini juga membanting helmnya.

&quot;Saya mau lewat masa enggak boleh. Sialan PPKM,&quot; kata Ananta tampak emosional, di depan petugas, Senin (5/7/2021).

Aksi emosional pengendara motor ini pun kontan disambut petugas gabungan dari TNI/Polri yang ada di lokasi. Mereka mendekati warga yang mengamuk itu dan menenangkannya ke pinggir jalan.

&quot;Tadi siang saya sudah ditagih sama debt kolektor, katanya saya enggak mau bayar utang. Sekarang, mau lewat saja enggak boleh. Mau ke Rasuna Said,&quot; paparnya.

Ananta memang bukan pengendara yang dikecualikan untuk melewati penyekatan. Dia bukan tenaga dalam sektor esensial dan kritikal yang masuk pengecualian. Dia warga biasa yang mau pulang.

&quot;Sekarang tunjukkan ke saya, harus lewat mana? Saya mau pulang. Saya orang Jakarta, enggak tahu jalan sini. Tunjukkan lewat mana pak,&quot; katanya memohon.

Baca Juga :&amp;nbsp;PPKM Darurat, Pria Paruh Baya Ngomel-Ngomel ke Kapolres Bekasi

Setelah berhasil ditenangkan, Ananta pun meminta maaf kepada petugas yang dibentaknya. Dia mengaku emosional, karena ditagih debt kolektor dan membanting motor yang ditungganginya.

Meski demikian, Ananta akhirnya pasrah dan memilih untuk mengambil jalan pintas. Motor yang dibantingnya pun akhirnya mogok. Namun, hidup kembali setelah didorong secara manual.

Sementara itu, petugas di lokasi masih belum bisa dimintai keterangan karena masih sibuk mengurus lalu lintas. Sekira pukul 16.20 WIB, penyekatan pun dibuka.</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Penyekatan jalan lantaran ditetapkannya PPKM Daruat di Bintaro, Sektor 3, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, berlangsung sedikit keributan antara warga dan petugas. Pengguna jalan yang tidak bisa melintas mengamuk dan membanting motornya di hadapan petugas.

Tidak hanya itu, warga yang diketahui bernama Ananta ini juga membanting helmnya.

&quot;Saya mau lewat masa enggak boleh. Sialan PPKM,&quot; kata Ananta tampak emosional, di depan petugas, Senin (5/7/2021).

Aksi emosional pengendara motor ini pun kontan disambut petugas gabungan dari TNI/Polri yang ada di lokasi. Mereka mendekati warga yang mengamuk itu dan menenangkannya ke pinggir jalan.

&quot;Tadi siang saya sudah ditagih sama debt kolektor, katanya saya enggak mau bayar utang. Sekarang, mau lewat saja enggak boleh. Mau ke Rasuna Said,&quot; paparnya.

Ananta memang bukan pengendara yang dikecualikan untuk melewati penyekatan. Dia bukan tenaga dalam sektor esensial dan kritikal yang masuk pengecualian. Dia warga biasa yang mau pulang.

&quot;Sekarang tunjukkan ke saya, harus lewat mana? Saya mau pulang. Saya orang Jakarta, enggak tahu jalan sini. Tunjukkan lewat mana pak,&quot; katanya memohon.

Baca Juga :&amp;nbsp;PPKM Darurat, Pria Paruh Baya Ngomel-Ngomel ke Kapolres Bekasi

Setelah berhasil ditenangkan, Ananta pun meminta maaf kepada petugas yang dibentaknya. Dia mengaku emosional, karena ditagih debt kolektor dan membanting motor yang ditungganginya.

Meski demikian, Ananta akhirnya pasrah dan memilih untuk mengambil jalan pintas. Motor yang dibantingnya pun akhirnya mogok. Namun, hidup kembali setelah didorong secara manual.

Sementara itu, petugas di lokasi masih belum bisa dimintai keterangan karena masih sibuk mengurus lalu lintas. Sekira pukul 16.20 WIB, penyekatan pun dibuka.</content:encoded></item></channel></rss>
