<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Langgar PPKM Darurat, Remaja di Ciputat Bentak-Bentak Petugas Ngaku Keponakan Jenderal</title><description>Pemuda itu naik motor berboncengan, dan masih kakak-adik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/06/338/2436382/langgar-ppkm-darurat-remaja-di-ciputat-bentak-bentak-petugas-ngaku-keponakan-jenderal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/06/338/2436382/langgar-ppkm-darurat-remaja-di-ciputat-bentak-bentak-petugas-ngaku-keponakan-jenderal"/><item><title>Langgar PPKM Darurat, Remaja di Ciputat Bentak-Bentak Petugas Ngaku Keponakan Jenderal</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/06/338/2436382/langgar-ppkm-darurat-remaja-di-ciputat-bentak-bentak-petugas-ngaku-keponakan-jenderal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/06/338/2436382/langgar-ppkm-darurat-remaja-di-ciputat-bentak-bentak-petugas-ngaku-keponakan-jenderal</guid><pubDate>Selasa 06 Juli 2021 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/06/338/2436382/langgar-ppkm-darurat-remaja-di-ciputat-bentak-bentak-petugas-ngaku-keponakan-jenderal-sSXq9Tq5D4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Remaja mengaku keponakan jenderal saat terjaring razia PPKM Darurat (Foto: Tangkapan layar media sosial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/06/338/2436382/langgar-ppkm-darurat-remaja-di-ciputat-bentak-bentak-petugas-ngaku-keponakan-jenderal-sSXq9Tq5D4.jpg</image><title>Remaja mengaku keponakan jenderal saat terjaring razia PPKM Darurat (Foto: Tangkapan layar media sosial)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Seorang remaja mengamuk saat motor yang dikendarainya dihentikan petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lantaran melanggar PPKM Darurat. Pemuda itu naik motor berboncengan, dan masih kakak-adik.
Tak terima diberhentikan petugas, remaja tersebut malah mengaku keponakan jenderal bintang dua. Menurut Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol Kota PP Tangsel, Sapta Mulyana, saat itu dirinya yang menghentikan remaja itu.
&quot;Jadi itu anak, kemarin di jalan saat kita lakukan patroli dan penertiban PPKM Darurat, melintas tanpa menggunakan masker boncengan. Kakak beradik,&quot; kata Sapta, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ditegur soal Masker, Penumpang Mengamuk Marahi Petugas Transjakarta
Melihat pelanggaran di depan mata, Sapta dengan sigap langsung meminta pengendara itu untuk menepi. Tetapi, remaja itu malah tetap saja jalan.
&quot;Jadi ketika kita cegat, dia berusaha melepaskan diri, enggak mau dihentikan. Kita paksakan, kita belokan dan kita tanya. Belum sempat kita mengucap, dia udah bentak-bentak duluan,&quot; jelasnya.
Tanpa merasa bersalah, remaja itu turun dari motor langsung membentak-bentak Sapta, dan petugas lainnya yang lebih tua sepantaran dengan orangtuanya itu.
&quot;Ya, awalnya dia merasa, kenapa saya harus disetop, kenapa harus berhenti, kenapa bapak bicaranya keras. Saya sampaikan, bahwa kami harus menindak tegas pelanggar PPKM,&quot; sambungnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;PPKM Darurat, Pelanggar Aturan Langsung Disidang di Tempat
Tidak terima dituduh melanggar, pria berbadan kurus itu malah menantang petugas Satpol PP dan TNI yang membantu kegiatan operasi PPKM itu.

&quot;Dia saat saya tegur malah menantang, nanti saya bilang om saya, om saya bintang dua, om saya jenderal. Kami juga berusaha ingin tahu, siapa namanya, saya berikan pengertian juga,&quot; jelasnya.

Sapta pun mengaku berusaha tidak terpancing emosi menghadapi remaja labil tersebut. Dia menjelaskan, bahwa dirinya hanya petugas yang tengah menjalankan aturan PPKM Darurat.



&quot;Ketika itu, saya lebih tegaskan lagi. Anda harus tahu saudaramu, saudaramu seorang perwira, apalagi bintang dua, akan malu melihat permasalahan ini. Terutama kamu yang salah,&quot; ungkapnya.



Mendengar penjelasan Sapta, remaja itu tidak meneruskan sikapnya dan diam. Apalagi, penerapan aturan PPKM Darurat ini, perintah langsung dari Presiden.



&quot;Akhirnya kakaknya ikut bicara, dia minta maaf adiknya salah bicara dan berjanji akan mengikuti aturan yang berlaku yang diperintahkan oleh seluruh petugas. Saat itu, kita setrap secara fisik,&quot; sambungnya.



Karena tindakannya, remaja itu hanya dikenai sanksi fisik berupa pushup sebanyak 50 kali. Setelah itu, keduanya pun dilepas bebaskan oleh petugas.



&quot;Dia gak bawa identitas. Udah salah, gak bawa identitas, pake bawa-bawa backing pula. Saya suruh pushup 50 kali dan dia melakukan. Dia minta maaf dan berjalan mengakui kesalahannya,&quot; tukasnya.

</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Seorang remaja mengamuk saat motor yang dikendarainya dihentikan petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lantaran melanggar PPKM Darurat. Pemuda itu naik motor berboncengan, dan masih kakak-adik.
Tak terima diberhentikan petugas, remaja tersebut malah mengaku keponakan jenderal bintang dua. Menurut Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol Kota PP Tangsel, Sapta Mulyana, saat itu dirinya yang menghentikan remaja itu.
&quot;Jadi itu anak, kemarin di jalan saat kita lakukan patroli dan penertiban PPKM Darurat, melintas tanpa menggunakan masker boncengan. Kakak beradik,&quot; kata Sapta, Selasa (6/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ditegur soal Masker, Penumpang Mengamuk Marahi Petugas Transjakarta
Melihat pelanggaran di depan mata, Sapta dengan sigap langsung meminta pengendara itu untuk menepi. Tetapi, remaja itu malah tetap saja jalan.
&quot;Jadi ketika kita cegat, dia berusaha melepaskan diri, enggak mau dihentikan. Kita paksakan, kita belokan dan kita tanya. Belum sempat kita mengucap, dia udah bentak-bentak duluan,&quot; jelasnya.
Tanpa merasa bersalah, remaja itu turun dari motor langsung membentak-bentak Sapta, dan petugas lainnya yang lebih tua sepantaran dengan orangtuanya itu.
&quot;Ya, awalnya dia merasa, kenapa saya harus disetop, kenapa harus berhenti, kenapa bapak bicaranya keras. Saya sampaikan, bahwa kami harus menindak tegas pelanggar PPKM,&quot; sambungnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;PPKM Darurat, Pelanggar Aturan Langsung Disidang di Tempat
Tidak terima dituduh melanggar, pria berbadan kurus itu malah menantang petugas Satpol PP dan TNI yang membantu kegiatan operasi PPKM itu.

&quot;Dia saat saya tegur malah menantang, nanti saya bilang om saya, om saya bintang dua, om saya jenderal. Kami juga berusaha ingin tahu, siapa namanya, saya berikan pengertian juga,&quot; jelasnya.

Sapta pun mengaku berusaha tidak terpancing emosi menghadapi remaja labil tersebut. Dia menjelaskan, bahwa dirinya hanya petugas yang tengah menjalankan aturan PPKM Darurat.



&quot;Ketika itu, saya lebih tegaskan lagi. Anda harus tahu saudaramu, saudaramu seorang perwira, apalagi bintang dua, akan malu melihat permasalahan ini. Terutama kamu yang salah,&quot; ungkapnya.



Mendengar penjelasan Sapta, remaja itu tidak meneruskan sikapnya dan diam. Apalagi, penerapan aturan PPKM Darurat ini, perintah langsung dari Presiden.



&quot;Akhirnya kakaknya ikut bicara, dia minta maaf adiknya salah bicara dan berjanji akan mengikuti aturan yang berlaku yang diperintahkan oleh seluruh petugas. Saat itu, kita setrap secara fisik,&quot; sambungnya.



Karena tindakannya, remaja itu hanya dikenai sanksi fisik berupa pushup sebanyak 50 kali. Setelah itu, keduanya pun dilepas bebaskan oleh petugas.



&quot;Dia gak bawa identitas. Udah salah, gak bawa identitas, pake bawa-bawa backing pula. Saya suruh pushup 50 kali dan dia melakukan. Dia minta maaf dan berjalan mengakui kesalahannya,&quot; tukasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
