<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Papera Menjadi Ajang Pengakuan Republik Indonesia Anti Nederland, Selengkapnya di The Untold Story Rabu Pukul 21.30 WIB</title><description>Frans Kaisiepo, pahlawan yang hadir dalam lembaran uang pecahan Rp10 ribu, adalah pejuang pro-integrasi Papua dengan Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437062/papera-menjadi-ajang-pengakuan-republik-indonesia-anti-nederland-selengkapnya-di-the-untold-story-rabu-pukul-21-30-wib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437062/papera-menjadi-ajang-pengakuan-republik-indonesia-anti-nederland-selengkapnya-di-the-untold-story-rabu-pukul-21-30-wib"/><item><title>Papera Menjadi Ajang Pengakuan Republik Indonesia Anti Nederland, Selengkapnya di The Untold Story Rabu Pukul 21.30 WIB</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437062/papera-menjadi-ajang-pengakuan-republik-indonesia-anti-nederland-selengkapnya-di-the-untold-story-rabu-pukul-21-30-wib</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437062/papera-menjadi-ajang-pengakuan-republik-indonesia-anti-nederland-selengkapnya-di-the-untold-story-rabu-pukul-21-30-wib</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>iNews TV</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/337/2437062/papera-menjadi-ajang-pengakuan-republik-indonesia-anti-nederland-selengkapnya-di-the-untold-story-rabu-pukul-21-30-wib-igyL8JbJHE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Inews TV</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/337/2437062/papera-menjadi-ajang-pengakuan-republik-indonesia-anti-nederland-selengkapnya-di-the-untold-story-rabu-pukul-21-30-wib-igyL8JbJHE.jpg</image><title>Foto: Inews TV</title></images><description>JAKARTA - Frans Kaisiepo, pahlawan yang hadir dalam lembaran uang pecahan Rp10 ribu, adalah pejuang pro-integrasi&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;dengan Indonesia. Dari keringatnya, lahir nama Irian, akronim dari 'Ikut Republik Indonesia Anti Nederland'.

Di kala perintah mengibarkan bendera bintang kejora menggema dari Belanda, ia memilih merah putih dengan segala risiko. Frans, yang lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921, dikenal sebagai aktivis gerakan kemerdekaan RI sejak muda.

Setelah Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dia jadi salah satu orang yang mengibarkan sang saka Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua.

Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan perkenalan Frans dengan rasa nasionalisme Indonesia dimulai saat dia bertemu dengan Sugoro Atmoprasodjo, seorang mantan bekas tahanan politik di Digul.

Perkenalan itu membuat Frans, yang bersekolah di Bestuur School/Pamong Praja pada 1952-1954, bangkit jiwa nasionalismenya. Gerakan dukungannya terhadap Indoenesia dimulai dari hal dasar, yakni soal nama. Ia mempromosikan nama Irian, alih-alih Papua. Lalu bagaimana kelanjutannya?

Simak berita selengkapnya di The Untold Story malam ini mulai pukul 21.30 WIB. Anda juga dapat menyaksikan secara langsung melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com dan aplikasi RCTI+, unduh segera di Google Play Store dan Apple App Store.

#iNews #iNewsid #sindonews #sindonewscom #okezone #okezonecom #celebritiesid #celebrities #TheUntoldStory</description><content:encoded>JAKARTA - Frans Kaisiepo, pahlawan yang hadir dalam lembaran uang pecahan Rp10 ribu, adalah pejuang pro-integrasi&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;dengan Indonesia. Dari keringatnya, lahir nama Irian, akronim dari 'Ikut Republik Indonesia Anti Nederland'.

Di kala perintah mengibarkan bendera bintang kejora menggema dari Belanda, ia memilih merah putih dengan segala risiko. Frans, yang lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921, dikenal sebagai aktivis gerakan kemerdekaan RI sejak muda.

Setelah Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dia jadi salah satu orang yang mengibarkan sang saka Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua.

Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan perkenalan Frans dengan rasa nasionalisme Indonesia dimulai saat dia bertemu dengan Sugoro Atmoprasodjo, seorang mantan bekas tahanan politik di Digul.

Perkenalan itu membuat Frans, yang bersekolah di Bestuur School/Pamong Praja pada 1952-1954, bangkit jiwa nasionalismenya. Gerakan dukungannya terhadap Indoenesia dimulai dari hal dasar, yakni soal nama. Ia mempromosikan nama Irian, alih-alih Papua. Lalu bagaimana kelanjutannya?

Simak berita selengkapnya di The Untold Story malam ini mulai pukul 21.30 WIB. Anda juga dapat menyaksikan secara langsung melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com dan aplikasi RCTI+, unduh segera di Google Play Store dan Apple App Store.

#iNews #iNewsid #sindonews #sindonewscom #okezone #okezonecom #celebritiesid #celebrities #TheUntoldStory</content:encoded></item></channel></rss>
