<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jika Pandemi Covid-19 Diibaratkan Perang, Indonesia Harus Menang Lawan 2 Musuh Ini</title><description>Indonesia saat ini menghadapi dua peperangan sekaligus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437196/jika-pandemi-covid-19-diibaratkan-perang-indonesia-harus-menang-lawan-2-musuh-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437196/jika-pandemi-covid-19-diibaratkan-perang-indonesia-harus-menang-lawan-2-musuh-ini"/><item><title>Jika Pandemi Covid-19 Diibaratkan Perang, Indonesia Harus Menang Lawan 2 Musuh Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437196/jika-pandemi-covid-19-diibaratkan-perang-indonesia-harus-menang-lawan-2-musuh-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/07/337/2437196/jika-pandemi-covid-19-diibaratkan-perang-indonesia-harus-menang-lawan-2-musuh-ini</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 23:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/337/2437196/jika-pandemi-covid-19-diibaratkan-perang-indonesia-harus-menang-lawan-2-musuh-ini-4Pt0ee1B1t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/337/2437196/jika-pandemi-covid-19-diibaratkan-perang-indonesia-harus-menang-lawan-2-musuh-ini-4Pt0ee1B1t.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Upaya untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dan permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid, harus dianggap sebagai perang.

&quot;Ini saya bicara perang, saya ingin ini serius. Saya mengatakan bahwa ini perang melawan pandemi, perang melawan keadaan ekonomi dunia pada saat ini,&quot; ujar Arsjad Rasjid di acara webinar &quot;Kajian Tengah Tahun INDEF 2021,&quot; Rabu, (07/07/2021).

Ia mengingatkan, Indonesia saat ini menghadapi dua peperangan sekaligus. Satu adalah perang di bidang kesehatan melawan Covid-19, satu lagi adalah perang melawan keadaan ekonomi saat ini yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Arsjad Rasjid mengatakan dua perang tersebut sama pentingnya, dan keduanya harus dimenangkan.

&quot;Kita harus memenangkan perang melawan pandemi, kita harus memenangkan perang melawan keadaan ekonomi saat ini,&quot; tegasnya.

Ketua Umum KADIN Indonesia mengajak semua pihak untuk melihat pandemi Covid-19 dan permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, sebagai musuh bersama. Untuk menghadapi musuh bersama, dibutuhkan persatuan dari semua pihak. Sehingga energi bangsa bisa difokuskan untuk memenangkan perang.

Terkait perang di bidang kesehatan, KADIN Indonesia masih terus melanjutkan program Vaksinasi Gotong Royong. Melalui program tersebut, KADIN Indonesia membantu pemerintah mengejar target vaksinasi nasional, tanpa membebani APBN. Namun demikian, program tersebut tidak sepenuhnya sempurna.

&quot;Intinya Vaksinasi Gotong Royong ini kita terus lanjutkan, kita terus dorong. Namun memang harus banyak improvement yang lebih baik lagi. Karena ada ekspektasi bagaimana kontribusi kita,&quot; ujarnya.

Selain program vaksinasi, KADIN Indonesia juga ikut membantu pemerintah, dalam menanggulangi permasalahan kelangkaan tabung oksigen. Hal itu dilakukan dengan cara membantu pengadaan tabung silinder, untuk didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

KADIN Indonesia juga membantu pengadaan cryogenic ISO tank yang akan  diisi oksigen cair, dan menyediakan alat angkut untuk membawa tangki  tersebut ke pihak-pihak yang membutuhkan.

Untuk menanggulangi permasalahan tingkat okupansi rumah sakit, KADIN  Indonesia akan membangun rumah sakit darurat yang lokasinya tidak jauh  dari pusat produksi oksigen. Rumah sakit darurat itu akan dibangun di  wilayah Jakarta dan Banten.

Inisiatif dukungan yang digalang melalui Yayasan Kemanusiaan Kadin  Indonesia ini, akan dilaporkan secara berkala dan transparan kepada para  pendukung yang berpartisipasi dalam upaya bersama ini.

Terkait perang melawan ekonomi, Arsjad Rasjid mengatakan semua pihak  harus berpikiran positif, bahwa Indonesia mampu keluar dari situasi  ekonomi saat ini. Pikiran positif itu menurutnya dapat membuat para  investor percaya, sehingga mau menanamkan modalnya di Indonesia.

&quot;Roda ekonomi itu ujungnya duit. Apa kita mencetak uang, apa kita  pinjam uang, atau kita ambil uang investor masuk. Bagaimana kita membawa  investor masuk, dengan kita berpikir positif,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Upaya untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dan permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid, harus dianggap sebagai perang.

&quot;Ini saya bicara perang, saya ingin ini serius. Saya mengatakan bahwa ini perang melawan pandemi, perang melawan keadaan ekonomi dunia pada saat ini,&quot; ujar Arsjad Rasjid di acara webinar &quot;Kajian Tengah Tahun INDEF 2021,&quot; Rabu, (07/07/2021).

Ia mengingatkan, Indonesia saat ini menghadapi dua peperangan sekaligus. Satu adalah perang di bidang kesehatan melawan Covid-19, satu lagi adalah perang melawan keadaan ekonomi saat ini yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Arsjad Rasjid mengatakan dua perang tersebut sama pentingnya, dan keduanya harus dimenangkan.

&quot;Kita harus memenangkan perang melawan pandemi, kita harus memenangkan perang melawan keadaan ekonomi saat ini,&quot; tegasnya.

Ketua Umum KADIN Indonesia mengajak semua pihak untuk melihat pandemi Covid-19 dan permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, sebagai musuh bersama. Untuk menghadapi musuh bersama, dibutuhkan persatuan dari semua pihak. Sehingga energi bangsa bisa difokuskan untuk memenangkan perang.

Terkait perang di bidang kesehatan, KADIN Indonesia masih terus melanjutkan program Vaksinasi Gotong Royong. Melalui program tersebut, KADIN Indonesia membantu pemerintah mengejar target vaksinasi nasional, tanpa membebani APBN. Namun demikian, program tersebut tidak sepenuhnya sempurna.

&quot;Intinya Vaksinasi Gotong Royong ini kita terus lanjutkan, kita terus dorong. Namun memang harus banyak improvement yang lebih baik lagi. Karena ada ekspektasi bagaimana kontribusi kita,&quot; ujarnya.

Selain program vaksinasi, KADIN Indonesia juga ikut membantu pemerintah, dalam menanggulangi permasalahan kelangkaan tabung oksigen. Hal itu dilakukan dengan cara membantu pengadaan tabung silinder, untuk didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

KADIN Indonesia juga membantu pengadaan cryogenic ISO tank yang akan  diisi oksigen cair, dan menyediakan alat angkut untuk membawa tangki  tersebut ke pihak-pihak yang membutuhkan.

Untuk menanggulangi permasalahan tingkat okupansi rumah sakit, KADIN  Indonesia akan membangun rumah sakit darurat yang lokasinya tidak jauh  dari pusat produksi oksigen. Rumah sakit darurat itu akan dibangun di  wilayah Jakarta dan Banten.

Inisiatif dukungan yang digalang melalui Yayasan Kemanusiaan Kadin  Indonesia ini, akan dilaporkan secara berkala dan transparan kepada para  pendukung yang berpartisipasi dalam upaya bersama ini.

Terkait perang melawan ekonomi, Arsjad Rasjid mengatakan semua pihak  harus berpikiran positif, bahwa Indonesia mampu keluar dari situasi  ekonomi saat ini. Pikiran positif itu menurutnya dapat membuat para  investor percaya, sehingga mau menanamkan modalnya di Indonesia.

&quot;Roda ekonomi itu ujungnya duit. Apa kita mencetak uang, apa kita  pinjam uang, atau kita ambil uang investor masuk. Bagaimana kita membawa  investor masuk, dengan kita berpikir positif,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
