<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh Oksigen untuk Ibu Mertua yang Sakit, Pria di Kota Tangerang Malah Tertipu Jutaan Rupiah   </title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/07/338/2436832/butuh-oksigen-untuk-ibu-mertua-yang-sakit-pria-di-kota-tangerang-malah-tertipu-jutaan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/07/338/2436832/butuh-oksigen-untuk-ibu-mertua-yang-sakit-pria-di-kota-tangerang-malah-tertipu-jutaan-rupiah"/><item><title>Butuh Oksigen untuk Ibu Mertua yang Sakit, Pria di Kota Tangerang Malah Tertipu Jutaan Rupiah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/07/338/2436832/butuh-oksigen-untuk-ibu-mertua-yang-sakit-pria-di-kota-tangerang-malah-tertipu-jutaan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/07/338/2436832/butuh-oksigen-untuk-ibu-mertua-yang-sakit-pria-di-kota-tangerang-malah-tertipu-jutaan-rupiah</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/338/2436832/butuh-oksigen-untuk-ibu-mertua-yang-sakit-pria-di-kota-tangerang-malah-tertipu-jutaan-rupiah-e175DF1PD6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi tabung oksigen.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/338/2436832/butuh-oksigen-untuk-ibu-mertua-yang-sakit-pria-di-kota-tangerang-malah-tertipu-jutaan-rupiah-e175DF1PD6.jpg</image><title>Ilustrasi tabung oksigen.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Shani Budi, warga Kota Tangerang, Banten, panik ketika ibu mertuanya yang sakit membutuhkan tabung oksigen. Pasalnya sejak Covid-19 melanda, terjadi kelangkaan oksigen dan tabungnya.
Di tengah kepanikan tersebut, Shani Budi justru malah menjadi korban penipuan. Bagaimana Ceritanya Pada Senin (5/7/2021) lalu, Shani Budi mencari informasi penyedia oksigen untuk ibu mertuanya.
Lalu, dia menemukan satu akun Instagram yang mengatasnamakan PT Nisson Indonesia. Karena tampak meyakinkan, Shani lalu menghubungi nomor yang tertera di akun tersebut untuk memesan oksigen.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menkes Budi Jamin Stok Tabung Oksigen Aman di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
&amp;ldquo;Istri saya dapat link IG yang mengatasnamakan PT Nisson Indonesia. Orang ini bilang kalau dia karyawan. Dia bilang bisa kirim dua tabung oksigen tapi transfer dulu,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi pada Rabu (7/7/2021).
Shani lalu diminta untuk mengirimkan sejumla uang terlebih dulu sebelum oksigen dikirim. Dia pun lalu menuruti permintaan tersebut dengan mengirimkan uang dengan total Rp2,2 juta kepada nomor rekening atas nama Mochammad Hamka Pratama dengan dua kali transfer.
&amp;ldquo;Dia bilang ada perubahan karena tidak bisa kirim kalau nggak lima. Kalau ngambil pun harus tiga. Harus transfer lagi. Jadi total Rp2,2 juta untuk tiga tabung gas berukuran satu meter kubik,&amp;rdquo; imbuh Shani Budi.Akan tetapi, orang tersebut tidak bisa dihubungi lagi setelah Shani mengirimkan uang. Dia pun lalu berinisiatif untuk mengambil tabung oksigen sendiri di PT Nisson, di kawasan Neglasari, Kota Tangerang. Tapi ternyata, perusahaan tersebut tidak menjual eceran dan juga ada sejumlah syarat untuk pembeli oksigen.
&amp;ldquo;Kemarin saya ke PT Nisonnya di Neglasari. Begitu sampai sana, beneran ada PT Nissonnya, tapi mereka sudah tidak jual eceran lagi,&amp;rdquo; imbuhnya seraya menambahkan ternyata tidak ada pegawai yang bernama Mochammad Hamka Pratama.
Shani juga sempat bertanya kepada satpam dan direksi di perusahaan tersebut mengenai pegawai yang bernama Mochammad Hamka Pratama, ternyata orang itu bukan pegawai di sana. Shani pun lalu mengadukan dugaan tindak penipuan ini ke Polres Metro Tangerang Kota.
&amp;ldquo;Ternyata saya memang ditipu. Kemarin sudah laporan ke polres metro, tapi belum ni, harus ngumpulin data-data seperti rekening koran dan lain-lain,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>TANGERANG - Shani Budi, warga Kota Tangerang, Banten, panik ketika ibu mertuanya yang sakit membutuhkan tabung oksigen. Pasalnya sejak Covid-19 melanda, terjadi kelangkaan oksigen dan tabungnya.
Di tengah kepanikan tersebut, Shani Budi justru malah menjadi korban penipuan. Bagaimana Ceritanya Pada Senin (5/7/2021) lalu, Shani Budi mencari informasi penyedia oksigen untuk ibu mertuanya.
Lalu, dia menemukan satu akun Instagram yang mengatasnamakan PT Nisson Indonesia. Karena tampak meyakinkan, Shani lalu menghubungi nomor yang tertera di akun tersebut untuk memesan oksigen.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menkes Budi Jamin Stok Tabung Oksigen Aman di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
&amp;ldquo;Istri saya dapat link IG yang mengatasnamakan PT Nisson Indonesia. Orang ini bilang kalau dia karyawan. Dia bilang bisa kirim dua tabung oksigen tapi transfer dulu,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi pada Rabu (7/7/2021).
Shani lalu diminta untuk mengirimkan sejumla uang terlebih dulu sebelum oksigen dikirim. Dia pun lalu menuruti permintaan tersebut dengan mengirimkan uang dengan total Rp2,2 juta kepada nomor rekening atas nama Mochammad Hamka Pratama dengan dua kali transfer.
&amp;ldquo;Dia bilang ada perubahan karena tidak bisa kirim kalau nggak lima. Kalau ngambil pun harus tiga. Harus transfer lagi. Jadi total Rp2,2 juta untuk tiga tabung gas berukuran satu meter kubik,&amp;rdquo; imbuh Shani Budi.Akan tetapi, orang tersebut tidak bisa dihubungi lagi setelah Shani mengirimkan uang. Dia pun lalu berinisiatif untuk mengambil tabung oksigen sendiri di PT Nisson, di kawasan Neglasari, Kota Tangerang. Tapi ternyata, perusahaan tersebut tidak menjual eceran dan juga ada sejumlah syarat untuk pembeli oksigen.
&amp;ldquo;Kemarin saya ke PT Nisonnya di Neglasari. Begitu sampai sana, beneran ada PT Nissonnya, tapi mereka sudah tidak jual eceran lagi,&amp;rdquo; imbuhnya seraya menambahkan ternyata tidak ada pegawai yang bernama Mochammad Hamka Pratama.
Shani juga sempat bertanya kepada satpam dan direksi di perusahaan tersebut mengenai pegawai yang bernama Mochammad Hamka Pratama, ternyata orang itu bukan pegawai di sana. Shani pun lalu mengadukan dugaan tindak penipuan ini ke Polres Metro Tangerang Kota.
&amp;ldquo;Ternyata saya memang ditipu. Kemarin sudah laporan ke polres metro, tapi belum ni, harus ngumpulin data-data seperti rekening koran dan lain-lain,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
