<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kematian Covid-19 Naik, Otoritas Thailand Usulkan Pembatasan Lebih Ketat</title><description>Thailand mencatat 75 kematian akibat Covid-19 pada Kamis, 8 Juli 2021.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/08/18/2437680/kematian-covid-19-naik-otoritas-thailand-usulkan-pembatasan-lebih-ketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/08/18/2437680/kematian-covid-19-naik-otoritas-thailand-usulkan-pembatasan-lebih-ketat"/><item><title>Kematian Covid-19 Naik, Otoritas Thailand Usulkan Pembatasan Lebih Ketat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/08/18/2437680/kematian-covid-19-naik-otoritas-thailand-usulkan-pembatasan-lebih-ketat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/08/18/2437680/kematian-covid-19-naik-otoritas-thailand-usulkan-pembatasan-lebih-ketat</guid><pubDate>Kamis 08 Juli 2021 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/08/18/2437680/kematian-covid-19-naik-otoritas-thailand-usulkan-pembatasan-lebih-ketat-rOabKM4AL8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/08/18/2437680/kematian-covid-19-naik-otoritas-thailand-usulkan-pembatasan-lebih-ketat-rOabKM4AL8.JPG</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BANGKOK - Kementerian Kesehatan Thailand pada Kamis (8/7/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembatasan perjalanan baru dan pembatasan yang lebih ketat di daerah berisiko tinggi untuk menahan kenaikan kasus COVID-19.
Usulan pembatasan yang lebih ketat itu muncul ketika Thailand melaporkan rekor harian 75 kematian akibat infeksi virus corona.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pabrik Kimia Meledak, Picu Evakuasi Besar-Besaran di Pinggiran Bangkok
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha akan mempertimbangkan pembatasan baru dalam pertemuan pada Jumat.
&quot;Kementerian kesehatan akan mengusulkan langkah-langkah pertama untuk membatasi perjalanan dan agar orang tidak meninggalkan rumah mereka kecuali diperlukan,&quot; kata sekretaris tetap kementerian Kiatiphum Wongrajit kepada wartawan.
Dia menyampaikan bahwa penghentian perjalanan antarprovinsi juga sedang diusulkan.
Langkah-langkah lain yang diusulkan termasuk menutup tempat-tempat yang tidak penting dan area-area yang menarik banyak orang berkumpul, kata Kiatiphum.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Thailand Siap Buka Negaranya untuk Vaksinasi Turis
Aturan-aturan pembatasan tersebut akan berlaku selama 14 hari dan akan mencakup wilayah metropolitan Bangkok dan &quot;zona penyangga&quot;, kata Kiatiphum tanpa menjelaskan lebih lanjut.
&quot;Aturan pembatasan yang akan diberlakukan ini memiliki intensitas yang sama dengan yang diberlakukan pada April 2020,&quot; katanya, mengacu pada tindakan penguncian tahun lalu yang mencakup jam malam nasional.Saat ini, Thailand telah menerapkan langkah-langkah di &quot;zona berisiko tinggi&quot;, termasuk Bangkok dan provinsi sekitarnya, untuk menutup mal lebih awal dan melarang kegiatan makan di restoran.
Namun, langkah-langkah itu belum dapat menghentikan laju penularan infeksi virus corona dalam sebulan terakhir.
Gugus tugas COVID-19 Thailand pada Kamis melaporkan 7.058 kasus baru, sehingga total kasus COVID-19 di negara itu mencapai 308.230.
Thailand juga telah mencatat 2.462 kematian akibat COVID-19 sejak pandemi dimulai tahun lalu.</description><content:encoded>BANGKOK - Kementerian Kesehatan Thailand pada Kamis (8/7/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembatasan perjalanan baru dan pembatasan yang lebih ketat di daerah berisiko tinggi untuk menahan kenaikan kasus COVID-19.
Usulan pembatasan yang lebih ketat itu muncul ketika Thailand melaporkan rekor harian 75 kematian akibat infeksi virus corona.
BACA JUGA:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pabrik Kimia Meledak, Picu Evakuasi Besar-Besaran di Pinggiran Bangkok
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha akan mempertimbangkan pembatasan baru dalam pertemuan pada Jumat.
&quot;Kementerian kesehatan akan mengusulkan langkah-langkah pertama untuk membatasi perjalanan dan agar orang tidak meninggalkan rumah mereka kecuali diperlukan,&quot; kata sekretaris tetap kementerian Kiatiphum Wongrajit kepada wartawan.
Dia menyampaikan bahwa penghentian perjalanan antarprovinsi juga sedang diusulkan.
Langkah-langkah lain yang diusulkan termasuk menutup tempat-tempat yang tidak penting dan area-area yang menarik banyak orang berkumpul, kata Kiatiphum.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Thailand Siap Buka Negaranya untuk Vaksinasi Turis
Aturan-aturan pembatasan tersebut akan berlaku selama 14 hari dan akan mencakup wilayah metropolitan Bangkok dan &quot;zona penyangga&quot;, kata Kiatiphum tanpa menjelaskan lebih lanjut.
&quot;Aturan pembatasan yang akan diberlakukan ini memiliki intensitas yang sama dengan yang diberlakukan pada April 2020,&quot; katanya, mengacu pada tindakan penguncian tahun lalu yang mencakup jam malam nasional.Saat ini, Thailand telah menerapkan langkah-langkah di &quot;zona berisiko tinggi&quot;, termasuk Bangkok dan provinsi sekitarnya, untuk menutup mal lebih awal dan melarang kegiatan makan di restoran.
Namun, langkah-langkah itu belum dapat menghentikan laju penularan infeksi virus corona dalam sebulan terakhir.
Gugus tugas COVID-19 Thailand pada Kamis melaporkan 7.058 kasus baru, sehingga total kasus COVID-19 di negara itu mencapai 308.230.
Thailand juga telah mencatat 2.462 kematian akibat COVID-19 sejak pandemi dimulai tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
