<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deretan Kasus Pembunuhan dengan Racun Paling Heboh, dari Kopi Sianida hingga Kasus Munir</title><description>Racun kerap kali menjadi alat untuk membunuh seseorang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/08/337/2437165/deretan-kasus-pembunuhan-dengan-racun-paling-heboh-dari-kopi-sianida-hingga-kasus-munir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/08/337/2437165/deretan-kasus-pembunuhan-dengan-racun-paling-heboh-dari-kopi-sianida-hingga-kasus-munir"/><item><title>Deretan Kasus Pembunuhan dengan Racun Paling Heboh, dari Kopi Sianida hingga Kasus Munir</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/08/337/2437165/deretan-kasus-pembunuhan-dengan-racun-paling-heboh-dari-kopi-sianida-hingga-kasus-munir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/08/337/2437165/deretan-kasus-pembunuhan-dengan-racun-paling-heboh-dari-kopi-sianida-hingga-kasus-munir</guid><pubDate>Kamis 08 Juli 2021 06:39 WIB</pubDate><dc:creator>MNC Portal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/337/2437165/deretan-kasus-pembunuhan-dengan-racun-paling-heboh-dari-kopi-sianida-hingga-kasus-munir-3UXisxY6SQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/337/2437165/deretan-kasus-pembunuhan-dengan-racun-paling-heboh-dari-kopi-sianida-hingga-kasus-munir-3UXisxY6SQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Racun kerap kali menjadi alat untuk membunuh seseorang. Motifnya pun beragam, ada yang dicampurkan ke makanan, hingga ditaruh di dalam segelas kopi. Bahkan, seorang aktivis HAM, Munir juga diketahui meninggal akibat diracun. Berikut daftar kasus pembunuhan dengan racun yang paling fenomenal.

1. Kasus Sate Beracun

Kejadian ini sempat viral beberapa waktu lalu. Kala itu, seorang pengemudi ojek daring di Bantul, B, menerima titipan paket takjil dari seorang wanita yang berinisial NA pada 25 April 2021. N mengatakan bahwa paket itu harus diantar ke rumah seorang pria.

Namun, sesampainya di sana keluarga si pria tidak mau menerima paket tersebut.

B lalu membawa pulang paket makanan itu yang ternyata berisi sate, dan menyantapnya bersama keluarganya. Namun, ketika selesai makan, istri dan anak N mengeluh adanya rasa pahit di bagian mulut dan muntah. Mereka dibawah ke RSUD kota Yogyakarta.

Sayangnya, NFP yang merupakan anak pengemudi ojek daring itu tidak dapat selamat dan meninggal dunia. Setelah ditelisik, rupanya NA menambahkan racun berupa KCN atau kalium sianida dalam sate tersebut. Tadinya, NA berniat ingin mencelakai pria yang ia suka karena cintanya bertepuk sebelah tangan.

2. Pembunuhan di Padepokan Ksatrian Satriaji

Kasus pembunuhan yang menimpa 2 pemuda, yakni AS dan SEB pada Oktober 2016 lalu ternyata akibat racun potasium sianida. Pelaku pembunuhan itu adalah AH, yang merupakan pimpinan Padepokan Ksatrian Satriaji.

Tersangka mencampurkan racun ke dalam kopi milik korban, lalu membawa kabur mobil korban. Dari hasil autopsi, memang ditemukan kerusakan pada lambung korban akibat terkena racun.

3. Kasus Racun Sianida

Pembunuhan dengan menggunakan racun sianida ini terjadi pada 6  Januari 2016 di Jakarta. Kasus ini sangat menyedot perhatian masyarakat  Indonesia, bahkan internasional.

Kejadian bermula saat tersangka JW bertemu dengan temannya, WM dan HJ  di sebuah kafe di Jakarta. Sebelum WM dan HJ datang, tersangka sudah  terlebih dahulu memesankan minuman berupa es kopi. Ketika keduanya tiba  di kafe, korban WM langsung meneguk minuman tersebut. Tak lama, ia  merasakan lidahnya pahit hingga kemudian tidak sadarkan diri.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak  tertolong. Polisi kemudian memeriksa JW dan HJ sebagai saksi, adapula  beberapa pegawai kafe yang juga diperiksa. Namun, kemudian polisi  menetapkan JW sebagai tersangka atas tuduhan pembunuhan dengan racun  sianida.

4. Kasus Meninggalnya Munir

Aktivis HAM, Munir Said Thalib atau Munir meninggal di dalam pesawat  saat melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Munir  harus meregang nyawa pada 7 September 2004 akibat diracun dengan  arsenik, yang ditaruh di makanan atau minuman Munir.

Ketika itu, sekitar 3 jam setelah pesawat transit di Singapura, Munir  terlihat mondar mandir ke toilet pesawat. Supervisor awak kabin yang  melihat keanehan itu lalu melaporkannya kepada pilot, dan memindahkan  Munir ke tempat duduk lain. Kebetulan, saat itu ada salah satu penumpang  yang berprofesi sebagai dokter.

Namun, 2 jam sebelum mendarat Munir dinyatakan meninggal. Dari hasil  pemeriksaan Institut Forensik Belanda, terdapat racun arsenik di dalam  darah Munir dengan dosis yang sangat tinggi, yakni 3,1 mg/liter.  Padahal, batas normal dalam darah manusia hanya 0,1 mg/l.

Demikian seperti dikutip dari data Litbang MNC Portal Indonesia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Racun kerap kali menjadi alat untuk membunuh seseorang. Motifnya pun beragam, ada yang dicampurkan ke makanan, hingga ditaruh di dalam segelas kopi. Bahkan, seorang aktivis HAM, Munir juga diketahui meninggal akibat diracun. Berikut daftar kasus pembunuhan dengan racun yang paling fenomenal.

1. Kasus Sate Beracun

Kejadian ini sempat viral beberapa waktu lalu. Kala itu, seorang pengemudi ojek daring di Bantul, B, menerima titipan paket takjil dari seorang wanita yang berinisial NA pada 25 April 2021. N mengatakan bahwa paket itu harus diantar ke rumah seorang pria.

Namun, sesampainya di sana keluarga si pria tidak mau menerima paket tersebut.

B lalu membawa pulang paket makanan itu yang ternyata berisi sate, dan menyantapnya bersama keluarganya. Namun, ketika selesai makan, istri dan anak N mengeluh adanya rasa pahit di bagian mulut dan muntah. Mereka dibawah ke RSUD kota Yogyakarta.

Sayangnya, NFP yang merupakan anak pengemudi ojek daring itu tidak dapat selamat dan meninggal dunia. Setelah ditelisik, rupanya NA menambahkan racun berupa KCN atau kalium sianida dalam sate tersebut. Tadinya, NA berniat ingin mencelakai pria yang ia suka karena cintanya bertepuk sebelah tangan.

2. Pembunuhan di Padepokan Ksatrian Satriaji

Kasus pembunuhan yang menimpa 2 pemuda, yakni AS dan SEB pada Oktober 2016 lalu ternyata akibat racun potasium sianida. Pelaku pembunuhan itu adalah AH, yang merupakan pimpinan Padepokan Ksatrian Satriaji.

Tersangka mencampurkan racun ke dalam kopi milik korban, lalu membawa kabur mobil korban. Dari hasil autopsi, memang ditemukan kerusakan pada lambung korban akibat terkena racun.

3. Kasus Racun Sianida

Pembunuhan dengan menggunakan racun sianida ini terjadi pada 6  Januari 2016 di Jakarta. Kasus ini sangat menyedot perhatian masyarakat  Indonesia, bahkan internasional.

Kejadian bermula saat tersangka JW bertemu dengan temannya, WM dan HJ  di sebuah kafe di Jakarta. Sebelum WM dan HJ datang, tersangka sudah  terlebih dahulu memesankan minuman berupa es kopi. Ketika keduanya tiba  di kafe, korban WM langsung meneguk minuman tersebut. Tak lama, ia  merasakan lidahnya pahit hingga kemudian tidak sadarkan diri.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak  tertolong. Polisi kemudian memeriksa JW dan HJ sebagai saksi, adapula  beberapa pegawai kafe yang juga diperiksa. Namun, kemudian polisi  menetapkan JW sebagai tersangka atas tuduhan pembunuhan dengan racun  sianida.

4. Kasus Meninggalnya Munir

Aktivis HAM, Munir Said Thalib atau Munir meninggal di dalam pesawat  saat melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Munir  harus meregang nyawa pada 7 September 2004 akibat diracun dengan  arsenik, yang ditaruh di makanan atau minuman Munir.

Ketika itu, sekitar 3 jam setelah pesawat transit di Singapura, Munir  terlihat mondar mandir ke toilet pesawat. Supervisor awak kabin yang  melihat keanehan itu lalu melaporkannya kepada pilot, dan memindahkan  Munir ke tempat duduk lain. Kebetulan, saat itu ada salah satu penumpang  yang berprofesi sebagai dokter.

Namun, 2 jam sebelum mendarat Munir dinyatakan meninggal. Dari hasil  pemeriksaan Institut Forensik Belanda, terdapat racun arsenik di dalam  darah Munir dengan dosis yang sangat tinggi, yakni 3,1 mg/liter.  Padahal, batas normal dalam darah manusia hanya 0,1 mg/l.

Demikian seperti dikutip dari data Litbang MNC Portal Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
