<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IDI: 458 Dokter Wafat akibat Covid-19</title><description>Sebanyak 458 dokter wafat akibat terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di sejumlah daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/09/337/2438273/idi-458-dokter-wafat-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/09/337/2438273/idi-458-dokter-wafat-akibat-covid-19"/><item><title>IDI: 458 Dokter Wafat akibat Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/09/337/2438273/idi-458-dokter-wafat-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/09/337/2438273/idi-458-dokter-wafat-akibat-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 09 Juli 2021 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/09/337/2438273/idi-458-dokter-wafat-akibat-covid-19-qeSsACLofc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/09/337/2438273/idi-458-dokter-wafat-akibat-covid-19-qeSsACLofc.jpg</image><title>(Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 458 dokter wafat akibat terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di sejumlah daerah sepanjang Maret 2020 hingga pekan pertama Juli 2021. Hal tersebut diungkapkan Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

&quot;Dokter yang wafat 2021 di bulan Januari ada 65 orang, Februari 31 orang, Maret 16 orang, April delapan orang, Mei tujuh orang,&quot; kata Ketua Tim Mitigasi IDI, Adib Khumaidi, dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Adib mengatakan jumlah dokter yang wafat mengalami kebaikan hampir tujuh kali lipat pada Juni 2021 yang dilaporkan sebanyak 48 dokter. &quot;Kemudian di bulan Juli 2021 hari ini saja, sudah bertambah 35 orang,&quot; katanya.

Baca juga:&amp;nbsp;5 Provinsi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 Hari Ini

Baca juga:&amp;nbsp;Rekor! 28.975 Orang Sembuh dari Covid-19 Hari Ini

DIa mengatakan jumlah dokter yang dirawat secara intensif lebih banyak terjadi di gelombang kedua COVID-19 yang terjadi pada Juni dan Juli 2021 bila dibandingkan dengan gelombang pertama pada kurun Desember 2020 hingga Januari 2021.

&quot;Ini yang menjadi satu perhatian yang bahkan di beberapa daerah salah satunya di Jawa Timur, teman-teman kami yang dirawat di Surabaya itu termasuk jumlahnya besar,&quot; katanya.



Laporan dari IDI Surabaya tercatat tidak kurang dari 124 dokter yang sakit. &quot;Tidak semuanya memang dirawat, tapi yang dirawat itu ada yang kritis,&quot; katanya.

Adib mengatakan jumlah tenaga kesehatan yang dirawat di Kudus mencapai total 813 orang, 70 di antaranya adalah profesi dokter. &quot;Walaupun yang dirawat hanya 200-an orang, tapi yang lainnya OTG melakukan isolasi mandiri,&quot; katanya.

Baca juga:&amp;nbsp;Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Kembalikan Kejayaan Teknologi Indonesia

IDI Yogjakarta, kata Adib, menyampaikan laporan ada 167 dokter yang terpapar V/COVID-19, sebagian besar dalam kondisi kritis. &quot;Hari ini kita mendengar ada teman dari Yogyakarta meninggal. Demikian juga yang ada di Jawa Barat, Banten dan Jakarta,&quot; katanya.

Dalam satu bulan terakhir, kata Adib, Tim Mitigasi memberikan bantuan mulai dari obat-obatan sampai mencarikan rumah sakit rujukan.

Tim Mitigasi PB IDI selalu mengingatkan kepada para anggota untuk proaktif melapor pada organisasi bila jatuh sakit. &quot;Memang sudah ada surat edaran dari Menteri Kesehatan untuk tenaga tenaga kesehatan bisa mendapatkan prioritas untuk perawatan,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 458 dokter wafat akibat terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di sejumlah daerah sepanjang Maret 2020 hingga pekan pertama Juli 2021. Hal tersebut diungkapkan Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

&quot;Dokter yang wafat 2021 di bulan Januari ada 65 orang, Februari 31 orang, Maret 16 orang, April delapan orang, Mei tujuh orang,&quot; kata Ketua Tim Mitigasi IDI, Adib Khumaidi, dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Adib mengatakan jumlah dokter yang wafat mengalami kebaikan hampir tujuh kali lipat pada Juni 2021 yang dilaporkan sebanyak 48 dokter. &quot;Kemudian di bulan Juli 2021 hari ini saja, sudah bertambah 35 orang,&quot; katanya.

Baca juga:&amp;nbsp;5 Provinsi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 Hari Ini

Baca juga:&amp;nbsp;Rekor! 28.975 Orang Sembuh dari Covid-19 Hari Ini

DIa mengatakan jumlah dokter yang dirawat secara intensif lebih banyak terjadi di gelombang kedua COVID-19 yang terjadi pada Juni dan Juli 2021 bila dibandingkan dengan gelombang pertama pada kurun Desember 2020 hingga Januari 2021.

&quot;Ini yang menjadi satu perhatian yang bahkan di beberapa daerah salah satunya di Jawa Timur, teman-teman kami yang dirawat di Surabaya itu termasuk jumlahnya besar,&quot; katanya.



Laporan dari IDI Surabaya tercatat tidak kurang dari 124 dokter yang sakit. &quot;Tidak semuanya memang dirawat, tapi yang dirawat itu ada yang kritis,&quot; katanya.

Adib mengatakan jumlah tenaga kesehatan yang dirawat di Kudus mencapai total 813 orang, 70 di antaranya adalah profesi dokter. &quot;Walaupun yang dirawat hanya 200-an orang, tapi yang lainnya OTG melakukan isolasi mandiri,&quot; katanya.

Baca juga:&amp;nbsp;Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Kembalikan Kejayaan Teknologi Indonesia

IDI Yogjakarta, kata Adib, menyampaikan laporan ada 167 dokter yang terpapar V/COVID-19, sebagian besar dalam kondisi kritis. &quot;Hari ini kita mendengar ada teman dari Yogyakarta meninggal. Demikian juga yang ada di Jawa Barat, Banten dan Jakarta,&quot; katanya.

Dalam satu bulan terakhir, kata Adib, Tim Mitigasi memberikan bantuan mulai dari obat-obatan sampai mencarikan rumah sakit rujukan.

Tim Mitigasi PB IDI selalu mengingatkan kepada para anggota untuk proaktif melapor pada organisasi bila jatuh sakit. &quot;Memang sudah ada surat edaran dari Menteri Kesehatan untuk tenaga tenaga kesehatan bisa mendapatkan prioritas untuk perawatan,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
