<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ma'ruf Amin Ajak Ulama Tanggulangi Bahaya Covid-19</title><description>Ma'ruf Amin mengajak kiai dan ulama untuk menanggulangi bahaya Covid-19.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/12/337/2439450/ma-ruf-amin-ajak-ulama-tanggulangi-bahaya-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/12/337/2439450/ma-ruf-amin-ajak-ulama-tanggulangi-bahaya-covid-19"/><item><title>Ma'ruf Amin Ajak Ulama Tanggulangi Bahaya Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/12/337/2439450/ma-ruf-amin-ajak-ulama-tanggulangi-bahaya-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/12/337/2439450/ma-ruf-amin-ajak-ulama-tanggulangi-bahaya-covid-19</guid><pubDate>Senin 12 Juli 2021 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/12/337/2439450/ma-ruf-amin-ajak-ulama-tanggulangi-bahaya-covid-19-hxAzEwXqV3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone/Fahreza Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/12/337/2439450/ma-ruf-amin-ajak-ulama-tanggulangi-bahaya-covid-19-hxAzEwXqV3.jpeg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone/Fahreza Rizky)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak ulama dan tokoh agama bersama-sama pemerintah menangani pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih hingga saat ini telah banyak korban berjatuhan, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, maupun ulama.

&quot;Saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua, saya ingin mengajak semua kiai, ulama habaib, untuk bersama-sama pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19 yang demikian besar dan dahsyatnya,&quot; kata Ma'ruf saat bertemu secara virtual dengan ulama dan tokoh agama Islam, Senin (12/7/2021).

Ma'ruf berujar, dirinya menggunakan kata bersama-sama karena pada dasarnya penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat termasuk ulama di dalamnya.

&quot;Menanggulangi Covid-19 tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Tapi juga termasuk tanggung jawab keagamaan sekaligus. Dua tanggung jawab ini bagian daripada tanggung jawab ulama,&quot; tuturnya.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menerangkan, kebahayaan virus corona sudah luar biasa. Banyak yang menjadi korban dari ganasnya pandemi ini, mulai dari masyarakat umum, tenaga kesehatan hingga para ulama.

Baca Juga : Lagi, 10 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

&quot;Nakes yang wafat karena corona per 6 Juli 2021 telah mencapai 1.000 lebih, tenaga perawat, tenaga dokter 405 orang, untuk jadi dokter itu tidak mudah bukan setahun, dua tahun tapi  sekarang banyak yang jadi korban. Tenaga perawat 399 orang, 166 bidan, 43 dokter gigi, 32 ahli tenaga laboratorium dan seterusnya,&quot; ujarnya.
&quot;Selain itu juga ulama yang wafat dalam suasana Covid ini lebih dari 541 ulama terdiri dari 451 laki-laki dan 90 perempuan, ini juga kehilangan besar, mencetak ulama itu tidak gampang,&quot; ucap Ma'ruf.

Di sisi lain, sistem kesehatan di Tanah Air mulai terganggu mulai dari tingginya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, stok oksigen yang menipis, hingga dampak sistemik lainnya. Kemudian pandemi Covid ini juga menyebabkan permasalahan sosial akibat timbulnya keluarga miskin baru, lalu melorotnya perekonomian nasional.

Baca Juga : Polri Sebut Dokter Lois Ditangkap karena Sebar Berita Bohong Resahkan Masyarakat

&quot;Jadi ini nyata, jelas, itulah sebabnya pemerintah melakukan atau menerapkan pemberlakuan apa namanya pengetatan dari pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat sekarang ini,&quot; tutur Ma'ruf.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak ulama dan tokoh agama bersama-sama pemerintah menangani pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih hingga saat ini telah banyak korban berjatuhan, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, maupun ulama.

&quot;Saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua, saya ingin mengajak semua kiai, ulama habaib, untuk bersama-sama pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19 yang demikian besar dan dahsyatnya,&quot; kata Ma'ruf saat bertemu secara virtual dengan ulama dan tokoh agama Islam, Senin (12/7/2021).

Ma'ruf berujar, dirinya menggunakan kata bersama-sama karena pada dasarnya penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat termasuk ulama di dalamnya.

&quot;Menanggulangi Covid-19 tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Tapi juga termasuk tanggung jawab keagamaan sekaligus. Dua tanggung jawab ini bagian daripada tanggung jawab ulama,&quot; tuturnya.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menerangkan, kebahayaan virus corona sudah luar biasa. Banyak yang menjadi korban dari ganasnya pandemi ini, mulai dari masyarakat umum, tenaga kesehatan hingga para ulama.

Baca Juga : Lagi, 10 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

&quot;Nakes yang wafat karena corona per 6 Juli 2021 telah mencapai 1.000 lebih, tenaga perawat, tenaga dokter 405 orang, untuk jadi dokter itu tidak mudah bukan setahun, dua tahun tapi  sekarang banyak yang jadi korban. Tenaga perawat 399 orang, 166 bidan, 43 dokter gigi, 32 ahli tenaga laboratorium dan seterusnya,&quot; ujarnya.
&quot;Selain itu juga ulama yang wafat dalam suasana Covid ini lebih dari 541 ulama terdiri dari 451 laki-laki dan 90 perempuan, ini juga kehilangan besar, mencetak ulama itu tidak gampang,&quot; ucap Ma'ruf.

Di sisi lain, sistem kesehatan di Tanah Air mulai terganggu mulai dari tingginya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, stok oksigen yang menipis, hingga dampak sistemik lainnya. Kemudian pandemi Covid ini juga menyebabkan permasalahan sosial akibat timbulnya keluarga miskin baru, lalu melorotnya perekonomian nasional.

Baca Juga : Polri Sebut Dokter Lois Ditangkap karena Sebar Berita Bohong Resahkan Masyarakat

&quot;Jadi ini nyata, jelas, itulah sebabnya pemerintah melakukan atau menerapkan pemberlakuan apa namanya pengetatan dari pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat sekarang ini,&quot; tutur Ma'ruf.

</content:encoded></item></channel></rss>
