<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jerman Tak Wajibkan Vaksinasi Covid-19</title><description>Jerman tidak berencana mewajibkan vaksinasi Covid-19, namun meminta warga agar mau divaksin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/14/18/2440656/jerman-tak-wajibkan-vaksinasi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/14/18/2440656/jerman-tak-wajibkan-vaksinasi-covid-19"/><item><title>Jerman Tak Wajibkan Vaksinasi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/14/18/2440656/jerman-tak-wajibkan-vaksinasi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/14/18/2440656/jerman-tak-wajibkan-vaksinasi-covid-19</guid><pubDate>Rabu 14 Juli 2021 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/14/18/2440656/jerman-tak-wajibkan-vaksinasi-covid-19-dvSVI8KBQM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kanselir Jerman Angela Merkel (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/14/18/2440656/jerman-tak-wajibkan-vaksinasi-covid-19-dvSVI8KBQM.jpg</image><title>Kanselir Jerman Angela Merkel (Foto: Reuters)</title></images><description>BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel pada Selasa (13/7) mengatakan tidak berencana mewajibkan vaksinasi Covid-19, namun  meminta warga agar mau divaksin.
&quot;Kami tidak bermaksud melakukan apa yang disarankan oleh Prancis. &quot;Kami katakan bahwa tidak akan ada vaksinasi wajib,&amp;rdquo; terang Merkel saat konferensi pers di Berlin.
Menurutnya, vaksin tidak hanya melindungi terhadap penyakit serius, namun juga melindungi dari pembatasan kehidupan sehari-hari.
&quot;Semakin banyak di antara kita yang divaksin, maka kita akan lebih bebas,&quot; terangnya.
(Baca juga: Sydney Perpanjang 'Lockdown' hingga 2 Pekan)
Kanselir mengatakan infeksi Covid-19 kembali meningkat akibat varian Delta.
Menurut Robert Koch Institute (RKI) yang berbasis di Berlin, insidensi Covid-19 tujuh hari di Jerman naik setiap harinya selama sepekan, dengan angka infeksi baru mencapai 6,5 per 100.000 penduduk pada Selasa (13/7) pagi, naik dari 4,9 pada Selasa (6/7) pekan lalu.
Otoritas kesehatan Jerman melaporkan 646 infeksi dan 26 kematian baru Covid-19 dalam sehari terakhir.
(Baca juga: Kasus Covid-19 di AS Melonjak Berlipat Ganda dalam 3 Pekan)
Pada Senin (12/7) RKI menyebutkan angka reproduksi Covid-19, yang memberikan estimasi kemungkinan perluasan transmisi, sebesar 1,15. Angka itu diartikan bahwa 100 orang yang terinfeksi secara teoritis menginfeksi 115 orang lainnya.</description><content:encoded>BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel pada Selasa (13/7) mengatakan tidak berencana mewajibkan vaksinasi Covid-19, namun  meminta warga agar mau divaksin.
&quot;Kami tidak bermaksud melakukan apa yang disarankan oleh Prancis. &quot;Kami katakan bahwa tidak akan ada vaksinasi wajib,&amp;rdquo; terang Merkel saat konferensi pers di Berlin.
Menurutnya, vaksin tidak hanya melindungi terhadap penyakit serius, namun juga melindungi dari pembatasan kehidupan sehari-hari.
&quot;Semakin banyak di antara kita yang divaksin, maka kita akan lebih bebas,&quot; terangnya.
(Baca juga: Sydney Perpanjang 'Lockdown' hingga 2 Pekan)
Kanselir mengatakan infeksi Covid-19 kembali meningkat akibat varian Delta.
Menurut Robert Koch Institute (RKI) yang berbasis di Berlin, insidensi Covid-19 tujuh hari di Jerman naik setiap harinya selama sepekan, dengan angka infeksi baru mencapai 6,5 per 100.000 penduduk pada Selasa (13/7) pagi, naik dari 4,9 pada Selasa (6/7) pekan lalu.
Otoritas kesehatan Jerman melaporkan 646 infeksi dan 26 kematian baru Covid-19 dalam sehari terakhir.
(Baca juga: Kasus Covid-19 di AS Melonjak Berlipat Ganda dalam 3 Pekan)
Pada Senin (12/7) RKI menyebutkan angka reproduksi Covid-19, yang memberikan estimasi kemungkinan perluasan transmisi, sebesar 1,15. Angka itu diartikan bahwa 100 orang yang terinfeksi secara teoritis menginfeksi 115 orang lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
