<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perluas Ruang-Ruang Publik dengan Sarasehan Jurnalis Lintas Agama di Indonesia   </title><description>Indonesia menjadi negara penduduk terbesar dengan tingkat religius sebanyak 96%, tidak jarang media keagamaan dapat melampaui&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/14/337/2440338/perluas-ruang-ruang-publik-dengan-sarasehan-jurnalis-lintas-agama-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/14/337/2440338/perluas-ruang-ruang-publik-dengan-sarasehan-jurnalis-lintas-agama-di-indonesia"/><item><title>Perluas Ruang-Ruang Publik dengan Sarasehan Jurnalis Lintas Agama di Indonesia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/14/337/2440338/perluas-ruang-ruang-publik-dengan-sarasehan-jurnalis-lintas-agama-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/14/337/2440338/perluas-ruang-ruang-publik-dengan-sarasehan-jurnalis-lintas-agama-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 14 Juli 2021 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/14/337/2440338/perluas-ruang-ruang-publik-dengan-sarasehan-jurnalis-lintas-agama-di-indonesia-KpczOYtIFx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho.(Foto:Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/14/337/2440338/perluas-ruang-ruang-publik-dengan-sarasehan-jurnalis-lintas-agama-di-indonesia-KpczOYtIFx.jpg</image><title>Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho.(Foto:Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia menjadi negara penduduk terbesar dengan tingkat religius sebanyak 96%, tidak jarang media keagamaan dapat melampaui cara pandang umat beragama dibanding dengan media mainstream lainnya. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Insititut Leimena, Matius Ho.
&quot;Sarasehan ini, bertujuan untuk membangun cara pandang dan memantik percakapan untuk memperluas ruang ruang publik lintas agama di Indonesia,&quot; ujarnya saat membuka webinar sarasehan jurnalis lintas agama, Rabu,(14/07/2021).
Hal senada dikatakan Wakil Ketua MUI, Marsudi Syuhud. Menurutnya, kegiatan ini juga dapat menyampaikan atau mempublikasikan nikmat-nikmat dari Tuhan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19, Tokoh Lintas Agama: Masyarakat Jangan Ragu Mengikuti
Tokoh agama pun dapat memberikan pencerahan terhadap publik untuk menghancurkan cerita bohong, permusuhan,dan hal-hal negatif  keberagaman untuk hidup bersama-sama.
&quot;Kita mengajak, mendidik orang siapa saja yang mampu berbicara nilai-nilai yang telah disepakati oleh semua agama dan mari kita ajarkan ke publik  dengan amanah baik dalam ucapan maupun tindakan,&quot; harapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia menjadi negara penduduk terbesar dengan tingkat religius sebanyak 96%, tidak jarang media keagamaan dapat melampaui cara pandang umat beragama dibanding dengan media mainstream lainnya. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Insititut Leimena, Matius Ho.
&quot;Sarasehan ini, bertujuan untuk membangun cara pandang dan memantik percakapan untuk memperluas ruang ruang publik lintas agama di Indonesia,&quot; ujarnya saat membuka webinar sarasehan jurnalis lintas agama, Rabu,(14/07/2021).
Hal senada dikatakan Wakil Ketua MUI, Marsudi Syuhud. Menurutnya, kegiatan ini juga dapat menyampaikan atau mempublikasikan nikmat-nikmat dari Tuhan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19, Tokoh Lintas Agama: Masyarakat Jangan Ragu Mengikuti
Tokoh agama pun dapat memberikan pencerahan terhadap publik untuk menghancurkan cerita bohong, permusuhan,dan hal-hal negatif  keberagaman untuk hidup bersama-sama.
&quot;Kita mengajak, mendidik orang siapa saja yang mampu berbicara nilai-nilai yang telah disepakati oleh semua agama dan mari kita ajarkan ke publik  dengan amanah baik dalam ucapan maupun tindakan,&quot; harapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
