<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Soeharto soal Makanan Favoritnya: Lodeh Buatan Istri Saya   </title><description>Presiden kedua Indonesia, Soeharto, ternyata gemar memasak. Ada sejumlah makanan yang menjadi kegemarannya</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/16/337/2441094/cerita-soeharto-soal-makanan-favoritnya-lodeh-buatan-istri-saya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/16/337/2441094/cerita-soeharto-soal-makanan-favoritnya-lodeh-buatan-istri-saya"/><item><title>Cerita Soeharto soal Makanan Favoritnya: Lodeh Buatan Istri Saya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/16/337/2441094/cerita-soeharto-soal-makanan-favoritnya-lodeh-buatan-istri-saya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/16/337/2441094/cerita-soeharto-soal-makanan-favoritnya-lodeh-buatan-istri-saya</guid><pubDate>Jum'at 16 Juli 2021 07:03 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/15/337/2441094/cerita-soeharto-soal-makanan-favoritnya-lodeh-buatan-istri-saya-TzRSgxtsHE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden RI kedua, Soeharto.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/15/337/2441094/cerita-soeharto-soal-makanan-favoritnya-lodeh-buatan-istri-saya-TzRSgxtsHE.jpg</image><title>Presiden RI kedua, Soeharto.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden kedua Indonesia, Soeharto, ternyata gemar memasak. Ada sejumlah makanan yang menjadi kegemarannya.
Soeharto bercerita, pada hari libur kadang-kadang dirinya pergi ke laut, kalau tidak ke Tapos. Kadang-kadang dia memasak di dapur, mencoba kepandaian dalam memilih jenis masakan dan memasaknya sendiri.
&quot;Bukan satu rahasia, saya diam-diam belajar membuat masakan Jepang yang kami gemari. Tetapi hidangan yang paling saya sukai adalah tetap lodeh buatan istri saya sendiri, atau ikan bakar, atau goreng belut yang membawa kenangan di masa kanak kanak,&quot; jelas Soeharto, dikutip dari buku &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta, tahun 1982.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soeharto Pilih Tinggal di Cendana Ketimbang Istana, Ini Alasannya
Soeharto tidak menyukai minuman keras. Tetapi pertemuan dengan tamu-tamu asing menyebabkan dia harus melakukan hal yang tidak disukai itu, semata karena memenuhi kebiasaan protokoler dan anggapan tidak pantas kalau menolaknya.
&quot;Malam Minggu sering kami memutar film di halaman belakang rumah. Pada kesempatan ini hadir anggota-anggota keluarga, besar kecil. Jadi bisa dipahami, film apa yang kami putar,&quot; sebut dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden kedua Indonesia, Soeharto, ternyata gemar memasak. Ada sejumlah makanan yang menjadi kegemarannya.
Soeharto bercerita, pada hari libur kadang-kadang dirinya pergi ke laut, kalau tidak ke Tapos. Kadang-kadang dia memasak di dapur, mencoba kepandaian dalam memilih jenis masakan dan memasaknya sendiri.
&quot;Bukan satu rahasia, saya diam-diam belajar membuat masakan Jepang yang kami gemari. Tetapi hidangan yang paling saya sukai adalah tetap lodeh buatan istri saya sendiri, atau ikan bakar, atau goreng belut yang membawa kenangan di masa kanak kanak,&quot; jelas Soeharto, dikutip dari buku &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta, tahun 1982.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soeharto Pilih Tinggal di Cendana Ketimbang Istana, Ini Alasannya
Soeharto tidak menyukai minuman keras. Tetapi pertemuan dengan tamu-tamu asing menyebabkan dia harus melakukan hal yang tidak disukai itu, semata karena memenuhi kebiasaan protokoler dan anggapan tidak pantas kalau menolaknya.
&quot;Malam Minggu sering kami memutar film di halaman belakang rumah. Pada kesempatan ini hadir anggota-anggota keluarga, besar kecil. Jadi bisa dipahami, film apa yang kami putar,&quot; sebut dia.</content:encoded></item></channel></rss>
