<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bima Arya: Pasokan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Makin Menipis</title><description>Ketersediaan oksigen rumah sakit dan pasokan dari stasiun pengisian di Kota Bogor semakin menipis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/16/338/2441941/bima-arya-pasokan-oksigen-untuk-pasien-covid-19-makin-menipis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/16/338/2441941/bima-arya-pasokan-oksigen-untuk-pasien-covid-19-makin-menipis"/><item><title>Bima Arya: Pasokan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Makin Menipis</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/16/338/2441941/bima-arya-pasokan-oksigen-untuk-pasien-covid-19-makin-menipis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/16/338/2441941/bima-arya-pasokan-oksigen-untuk-pasien-covid-19-makin-menipis</guid><pubDate>Jum'at 16 Juli 2021 22:17 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/16/338/2441941/bima-arya-pasokan-oksigen-untuk-pasien-covid-19-makin-menipis-PozONY4CKE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/16/338/2441941/bima-arya-pasokan-oksigen-untuk-pasien-covid-19-makin-menipis-PozONY4CKE.jpg</image><title>Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Okezone)</title></images><description>BOGOR - Ketersediaan oksigen rumah sakit dan pasokan dari stasiun pengisian di Kota Bogor semakin menipis. Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat mengatasi kelangkaan oksigen ini.

Hal tersebut diungkapkan Bima saat meninjau tiga titik stasiun pengisian (filling station) oksigen di wilayah Kabupaten Bogor, Jumat (16/7/2021).

Adapun ketiga titik stasiun pengisian yang dikunjungi PT Sandara Baswana Gas di Citeureup, PT Rezki Gasindo Jaya, Gunung Putri dan PT Aneka Gas Industri (Samator) Cileungsi, Kabupaten Bogor.

&quot;Tiga titik yang memasok oksigen ke semua RS di Kota Bogor. Kondisinya masih kritis, masih darurat. Semua mengeluhkan pasokan dipabrikan yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehingga jalur distribusi ke RS terhenti. Jadi masuk sedikit-sedikit dan dipaksa dibagi ke rumah sakit yang betul-betul membutuhkan,&quot; kata Bima, dalam keterangannya.

Bima juga menyebut, kondisi ini membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah RS di Kota Bogor tidak bisa melayani pasien karena kehabisan oksigen.

&quot;Oksigennya sudah habis, filling station ini juga tergantung pasokannya dari pabrikan. Yang di sana (pabrikan) juga kapasitas produksinya terbatas. Jadi, situasinya memang sangat darurat, semuanya menyiasati dengan cara membagikan dulu bagi RS yang sangat membutuhkan,&quot; ungkap Bima.

Untuk itu, Bima mendesak pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat  mengatasi kelangkaan oksigen. Karena sangat berdampak kepada pasien  covid-19.

&quot;Karena dampaknya banyak. Berdampak pada angka kematian warga isoman  yang melonjak, berdampak juga pada keterisian tempat tidur. Tempat tidur  di RS tidak bisa digunakan karena oksigennya juga tidak ada. Jadi semua  harus bergerak cepat,&quot; tegasnya.

Kota Bogor sendiri, lanjut Bima, sudah membeli 150 tabung oksigen  yang akan diprioritaskan untuk kebutuhan RS. Selain itu, disiapkan juga  skema agar pasokan oksigen dapat terpenuhi dari beberapa sumber lainnya  seperti bantuan Krakatau Steel sebanyak 200 tabung perhari melalui  Gerakan Anak Negeri dan Relawan Siaga, bantuan Posko Oksigen Provinsi  Jawa Barat dan CSR swasta.

&quot;Tapi itu semua masih sangat terbatas. Belum mengatasi persoalan di  hulunya. Jadi, saya mendesak kepada pemerintah pusat untuk bergerak  lebih cepat lagi. Kita berpacu dengan waktu, untuk selamatkan sebanyak  mungkin nyawa manusia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BOGOR - Ketersediaan oksigen rumah sakit dan pasokan dari stasiun pengisian di Kota Bogor semakin menipis. Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat mengatasi kelangkaan oksigen ini.

Hal tersebut diungkapkan Bima saat meninjau tiga titik stasiun pengisian (filling station) oksigen di wilayah Kabupaten Bogor, Jumat (16/7/2021).

Adapun ketiga titik stasiun pengisian yang dikunjungi PT Sandara Baswana Gas di Citeureup, PT Rezki Gasindo Jaya, Gunung Putri dan PT Aneka Gas Industri (Samator) Cileungsi, Kabupaten Bogor.

&quot;Tiga titik yang memasok oksigen ke semua RS di Kota Bogor. Kondisinya masih kritis, masih darurat. Semua mengeluhkan pasokan dipabrikan yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehingga jalur distribusi ke RS terhenti. Jadi masuk sedikit-sedikit dan dipaksa dibagi ke rumah sakit yang betul-betul membutuhkan,&quot; kata Bima, dalam keterangannya.

Bima juga menyebut, kondisi ini membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah RS di Kota Bogor tidak bisa melayani pasien karena kehabisan oksigen.

&quot;Oksigennya sudah habis, filling station ini juga tergantung pasokannya dari pabrikan. Yang di sana (pabrikan) juga kapasitas produksinya terbatas. Jadi, situasinya memang sangat darurat, semuanya menyiasati dengan cara membagikan dulu bagi RS yang sangat membutuhkan,&quot; ungkap Bima.

Untuk itu, Bima mendesak pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat  mengatasi kelangkaan oksigen. Karena sangat berdampak kepada pasien  covid-19.

&quot;Karena dampaknya banyak. Berdampak pada angka kematian warga isoman  yang melonjak, berdampak juga pada keterisian tempat tidur. Tempat tidur  di RS tidak bisa digunakan karena oksigennya juga tidak ada. Jadi semua  harus bergerak cepat,&quot; tegasnya.

Kota Bogor sendiri, lanjut Bima, sudah membeli 150 tabung oksigen  yang akan diprioritaskan untuk kebutuhan RS. Selain itu, disiapkan juga  skema agar pasokan oksigen dapat terpenuhi dari beberapa sumber lainnya  seperti bantuan Krakatau Steel sebanyak 200 tabung perhari melalui  Gerakan Anak Negeri dan Relawan Siaga, bantuan Posko Oksigen Provinsi  Jawa Barat dan CSR swasta.

&quot;Tapi itu semua masih sangat terbatas. Belum mengatasi persoalan di  hulunya. Jadi, saya mendesak kepada pemerintah pusat untuk bergerak  lebih cepat lagi. Kita berpacu dengan waktu, untuk selamatkan sebanyak  mungkin nyawa manusia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
