<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19: Sebanyak 26% Kelurahan dan Desa di Indonesia Malas Pakai Masker</title><description>Hal inilah yang membuat tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/17/337/2442278/satgas-covid-19-sebanyak-26-kelurahan-dan-desa-di-indonesia-malas-pakai-masker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/17/337/2442278/satgas-covid-19-sebanyak-26-kelurahan-dan-desa-di-indonesia-malas-pakai-masker"/><item><title>Satgas Covid-19: Sebanyak 26% Kelurahan dan Desa di Indonesia Malas Pakai Masker</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/17/337/2442278/satgas-covid-19-sebanyak-26-kelurahan-dan-desa-di-indonesia-malas-pakai-masker</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/17/337/2442278/satgas-covid-19-sebanyak-26-kelurahan-dan-desa-di-indonesia-malas-pakai-masker</guid><pubDate>Sabtu 17 Juli 2021 21:47 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/17/337/2442278/satgas-covid-19-sebanyak-26-kelurahan-dan-desa-di-indonesia-malas-pakai-masker-6LC7r4wqvw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/17/337/2442278/satgas-covid-19-sebanyak-26-kelurahan-dan-desa-di-indonesia-malas-pakai-masker-6LC7r4wqvw.jpeg</image><title>Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, masih banyak kelurahan dan desa di Indonesia yang tidak patuh protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, hal inilah yang membuat tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Begitupun dengan Satgas Covid-19 di tingkat daerah, dirasakan masih belum maksimal.

&quot;Ada sekira 26% kelurahan dan desa di Indonesia yang masih rendah kepatuhannya memakai masker dan jaga jarak,&quot; kata Wiku, saat zoom meeting di Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian dari pemerintah tingkat kota maupun kabupaten. Sehingga, penyebaran virus Covid-19 dapat lebih ditekan dan kematian akibat Covid-19 tidak bertambah besar.

&quot;Ini menjadi pelajaran bagi kita, ternyata penularan masih tetap ada. Optimalisasi Satgas atau pemda,&quot; ungkapnya.

Lebih jauh, pihaknya mengimbau kepada Satgas Covid-19, untuk memperhatikan pembatasan aktivitas masyarakat. Terutama saat peringatan Hari Raya Idul Adha, sehingga penyebaran Covid-19 dapat lebih dikendalikan.</description><content:encoded>JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, masih banyak kelurahan dan desa di Indonesia yang tidak patuh protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, hal inilah yang membuat tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Begitupun dengan Satgas Covid-19 di tingkat daerah, dirasakan masih belum maksimal.

&quot;Ada sekira 26% kelurahan dan desa di Indonesia yang masih rendah kepatuhannya memakai masker dan jaga jarak,&quot; kata Wiku, saat zoom meeting di Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian dari pemerintah tingkat kota maupun kabupaten. Sehingga, penyebaran virus Covid-19 dapat lebih ditekan dan kematian akibat Covid-19 tidak bertambah besar.

&quot;Ini menjadi pelajaran bagi kita, ternyata penularan masih tetap ada. Optimalisasi Satgas atau pemda,&quot; ungkapnya.

Lebih jauh, pihaknya mengimbau kepada Satgas Covid-19, untuk memperhatikan pembatasan aktivitas masyarakat. Terutama saat peringatan Hari Raya Idul Adha, sehingga penyebaran Covid-19 dapat lebih dikendalikan.</content:encoded></item></channel></rss>
