<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Bung Karno Freestyle dengan Sepeda Onthel</title><description>Bung karno disebut sebagai seorang pengendara sepeda yang baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/18/337/2442344/kisah-bung-karno-freestyle-dengan-sepeda-onthel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/18/337/2442344/kisah-bung-karno-freestyle-dengan-sepeda-onthel"/><item><title>Kisah Bung Karno Freestyle dengan Sepeda Onthel</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/18/337/2442344/kisah-bung-karno-freestyle-dengan-sepeda-onthel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/18/337/2442344/kisah-bung-karno-freestyle-dengan-sepeda-onthel</guid><pubDate>Minggu 18 Juli 2021 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/18/337/2442344/kisah-bung-karno-freestyle-dengan-sepeda-onthel-m7yag6j1MR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/18/337/2442344/kisah-bung-karno-freestyle-dengan-sepeda-onthel-m7yag6j1MR.jpg</image><title>Foto: Istimewa.</title></images><description>JAKARTA - Dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras dituliskan, Bung Karno  saat sekolah HBS di Surabaya mempunyai sepeda.
Pada satu kesempatan, Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang masih berusaha tujuh tahun, iseng-iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno, dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kisah Bung Karno dan Es Krim Ny. Oei Tjoe Tat
Guubbbraaaaakkk&amp;hellip;. Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda, dan menubruk tembok. Sepeda ringsek seketika. Demi melihat suara tubrukan, Bung Karno menghambur keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang.
Ia lihat Anwar berdiri ketakutan, dan tentu saja kesakitan. Sukarno mendelik dan menyepak bokongnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Nama Gedung Sarinah Terinspirasi dari Pengasuh Bung Karno
Anwar pun menangis meraung-raung. Hati Sukarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan yang ia beli dengan susah payah, kini ringsek.
Beberapa tahun kemudian, ketika Sukarno sudah menjadi tokoh pergerakan, mengetuai organisasi, mendapat honorarium. Ia kembali membeli sepeda. Tapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk si Anwar. Mungkin ia merasa bersalah karena dulu telah menyepak bokong Anwar karena marah.Pendek kata, Sukarno adalah pengendara sepeda yang baik. Dalam beberapa kunjungan ke luar negeri, ia bahkan menjajal sepeda-sepeda onthel kebanggaan negara itu.
Salah satu foto bahkan menunjukkan freestyle onthel ala Bung Karno. Ia bisa menghentikan sepeda, tanpa menjejakkan kaki ke bumi, badan membungkuk dan memegang roda depan.
Zaman dahulu pun, freestyle sudah ada. Bedanya, kalau dulu menggunakan sepeda onthel, sekarang memakai sepeda gunung.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras dituliskan, Bung Karno  saat sekolah HBS di Surabaya mempunyai sepeda.
Pada satu kesempatan, Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang masih berusaha tujuh tahun, iseng-iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno, dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kisah Bung Karno dan Es Krim Ny. Oei Tjoe Tat
Guubbbraaaaakkk&amp;hellip;. Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda, dan menubruk tembok. Sepeda ringsek seketika. Demi melihat suara tubrukan, Bung Karno menghambur keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang.
Ia lihat Anwar berdiri ketakutan, dan tentu saja kesakitan. Sukarno mendelik dan menyepak bokongnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Nama Gedung Sarinah Terinspirasi dari Pengasuh Bung Karno
Anwar pun menangis meraung-raung. Hati Sukarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan yang ia beli dengan susah payah, kini ringsek.
Beberapa tahun kemudian, ketika Sukarno sudah menjadi tokoh pergerakan, mengetuai organisasi, mendapat honorarium. Ia kembali membeli sepeda. Tapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk si Anwar. Mungkin ia merasa bersalah karena dulu telah menyepak bokong Anwar karena marah.Pendek kata, Sukarno adalah pengendara sepeda yang baik. Dalam beberapa kunjungan ke luar negeri, ia bahkan menjajal sepeda-sepeda onthel kebanggaan negara itu.
Salah satu foto bahkan menunjukkan freestyle onthel ala Bung Karno. Ia bisa menghentikan sepeda, tanpa menjejakkan kaki ke bumi, badan membungkuk dan memegang roda depan.
Zaman dahulu pun, freestyle sudah ada. Bedanya, kalau dulu menggunakan sepeda onthel, sekarang memakai sepeda gunung.</content:encoded></item></channel></rss>
