<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris Cabut 'Lockdown' Covid-19, Rayakan Hari Kebebasan</title><description>Warga Inggris merayakan diakhirinya pembatasan (lockdown) terkait virus corona pada Senin (19/7).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/20/18/2443264/inggris-cabut-lockdown-covid-19-rayakan-hari-kebebasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/20/18/2443264/inggris-cabut-lockdown-covid-19-rayakan-hari-kebebasan"/><item><title>Inggris Cabut 'Lockdown' Covid-19, Rayakan Hari Kebebasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/20/18/2443264/inggris-cabut-lockdown-covid-19-rayakan-hari-kebebasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/20/18/2443264/inggris-cabut-lockdown-covid-19-rayakan-hari-kebebasan</guid><pubDate>Selasa 20 Juli 2021 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/20/18/2443264/inggris-cabut-lockdown-covid-19-rayakan-hari-kebebasan-lJfKHTiFhL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Inggris rayakan pencabutan 'lockdown' pada Senin (19/7) (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/20/18/2443264/inggris-cabut-lockdown-covid-19-rayakan-hari-kebebasan-lJfKHTiFhL.jpg</image><title>Warga Inggris rayakan pencabutan 'lockdown' pada Senin (19/7) (Foto: Reuters)</title></images><description>INGGRIS - Warga Inggris merayakan diakhirinya pembatasan (lockdown) terkait virus corona pada Senin (19/7), hari yang dijuluki Hari Kebebasan.
Hari ini menandai diakhirinya semua pembatasan sosial, seperti pemakaian masker dan jaga jarak, yang diberlakukan untuk mengatasi penyebaran Covid-19.
Namun, Perdana Menteri Boris Johnson pada Senin (19/7) mengatakan bahwa mulai akhir September, bukti vaksinasi akan diperlukan untuk memasuki kelab malam atau tempat-tempat lain untuk banyak orang berkumpul.
(Baca juga: Umat Islam China Rayakan Idul Adha Hari Ini)
&amp;nbsp;&quot;Bukti tes negatif tidak lagi cukup,&quot; kata Johnson kepada para wartawan di London pada Senin (20/7).
Johnson mengisi Hari Kebebasan itu dengan menjalani isolasi mandiri setelah Menteri Kesehatan Sajid Javid dinyatakan positif terjangkit Covid-19.
Pencabutan sebagian besar pembatasan terkait virus corona di Inggris itu dilakukan ketika kasus-kasus virus corona dan tingkat rawat inap meningkat, terutama akibat varian delta.
(Baca juga: Abaikan Peringatan Pakar Medis, Bangladesh Cabut 'Lockdown' untuk Rayakan Idul Adha)
Kasus-kasus di Inggris melebihi 50.000 per hari pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Januari lalu.

</description><content:encoded>INGGRIS - Warga Inggris merayakan diakhirinya pembatasan (lockdown) terkait virus corona pada Senin (19/7), hari yang dijuluki Hari Kebebasan.
Hari ini menandai diakhirinya semua pembatasan sosial, seperti pemakaian masker dan jaga jarak, yang diberlakukan untuk mengatasi penyebaran Covid-19.
Namun, Perdana Menteri Boris Johnson pada Senin (19/7) mengatakan bahwa mulai akhir September, bukti vaksinasi akan diperlukan untuk memasuki kelab malam atau tempat-tempat lain untuk banyak orang berkumpul.
(Baca juga: Umat Islam China Rayakan Idul Adha Hari Ini)
&amp;nbsp;&quot;Bukti tes negatif tidak lagi cukup,&quot; kata Johnson kepada para wartawan di London pada Senin (20/7).
Johnson mengisi Hari Kebebasan itu dengan menjalani isolasi mandiri setelah Menteri Kesehatan Sajid Javid dinyatakan positif terjangkit Covid-19.
Pencabutan sebagian besar pembatasan terkait virus corona di Inggris itu dilakukan ketika kasus-kasus virus corona dan tingkat rawat inap meningkat, terutama akibat varian delta.
(Baca juga: Abaikan Peringatan Pakar Medis, Bangladesh Cabut 'Lockdown' untuk Rayakan Idul Adha)
Kasus-kasus di Inggris melebihi 50.000 per hari pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Januari lalu.

</content:encoded></item></channel></rss>
