<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Ujung Tonbak Penyampai Informasi, Pers Harus Berempati pada Masyarakat Terdampak Covid-19 </title><description>Wapres mengingatkan pers harus senantiasa menjunjung kode etik jurnalistik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445589/jadi-ujung-tonbak-penyampai-informasi-pers-harus-berempati-pada-masyarakat-terdampak-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445589/jadi-ujung-tonbak-penyampai-informasi-pers-harus-berempati-pada-masyarakat-terdampak-covid-19"/><item><title>Jadi Ujung Tonbak Penyampai Informasi, Pers Harus Berempati pada Masyarakat Terdampak Covid-19 </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445589/jadi-ujung-tonbak-penyampai-informasi-pers-harus-berempati-pada-masyarakat-terdampak-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445589/jadi-ujung-tonbak-penyampai-informasi-pers-harus-berempati-pada-masyarakat-terdampak-covid-19</guid><pubDate>Minggu 25 Juli 2021 09:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/25/337/2445589/jadi-ujung-tonbak-penyampai-informasi-pers-harus-berempati-pada-masyarakat-terdampak-covid-19-awDtpHEpMQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/25/337/2445589/jadi-ujung-tonbak-penyampai-informasi-pers-harus-berempati-pada-masyarakat-terdampak-covid-19-awDtpHEpMQ.jpg</image><title>Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebagai ujung tombak penyampai informasi di era pandemi Covid-19, pers harus terus menumbuhkan empati terhadap mereka yang terdampak dan berjuang menangani wabah, demikian disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
&quot;Selain terus memegang teguh prinsip-prinsip dan kode etik jurnalistik, jurnalisme juga perlu untuk terus berempati,&quot; kata Wapres di acara PWI Bermunajat, Sabtu (24/7/2021).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Wapres: Jurnalis Jadi Ujung Tombak Penyampai Informasi di Era Pandemi&amp;nbsp;
&quot;Berempati pada tenaga kesehatan yang berjibaku di garda terdepan melawan Covid-19, Berempati terhadap para penderita Covid-19; berempati pula terhadap aparat yang tak kenal lelah melakukan edukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan mengamankan pelaksanaan PPKM; juga
Berempati terhadap masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19,&quot; tambahnya.
Menurut Wapres saat ini adalah waktu terbaik bagi semua pihak untuk menyatukan langkau dan bahu membahu. Mulai dari diri sendiri, lingkungan sekitar, serta meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ma'ruf Amin &quot;Sentil&quot; Daerah yang Serapan Anggaran Covid-19 Rendah
&quot;Merubah kondisi Indonesia agar segera terlepas dari jerat pandemi Covid-19,&quot; terangnya.
Wapres optimis pandemi Covid-19 dapat diatasi bersama-sama dengan upaya maksimal dan saling mengingatkan dalam kebaikan, termasuk dalam berdisiplin terhadap protokol kesehatan dan berpartisipasi dalam program vaksinasi yang saat ini tengah mengejar target untuk mencapai herd immunity.&quot;Disiplin terhadap protokol kesehatan, mematuhi kebijakan PPKM, dan melakukan vaksinasi adalah bagian dari ikhtiar lahiriah kita bersama. Dan yang hari ini kita lakukan bersama dalam acara PWI Bermunajat &amp;ldquo;Mengetuk Pintu Langit&amp;rdquo; merupakan ikhitiar batiniah kita,&quot; ucapnya.
Lebih lanjut, Wapres menuturkan, bermunajat adalah doa yang dipanjatkan dengan sepenuh hati, dalam simpuh kekhusyu&amp;rsquo;an, berbicara secara pribadi dari lubuk hati yang terdalam kepada Allah SWT, Sang Pencipta Alam Semesta, Sang Maha Pemberi, dan Sang Maha Pengampun. Mengharapkan keridhaan, ampunan, bantuan, dan hidayah-Nya.
&quot;Melalui munajat ini kita ketuk pintu langit untuk memohon ampunan dan maghfirahNya. Boleh jadi apa yang kita alami sekarang ini karena dosa-dosa yang kita lakukan. Sebagai manusia biasa kita semua tidak luput dari dosa, kecuali para Nabi dan Rosul yang terjaga dari dosa (maksum),&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebagai ujung tombak penyampai informasi di era pandemi Covid-19, pers harus terus menumbuhkan empati terhadap mereka yang terdampak dan berjuang menangani wabah, demikian disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
&quot;Selain terus memegang teguh prinsip-prinsip dan kode etik jurnalistik, jurnalisme juga perlu untuk terus berempati,&quot; kata Wapres di acara PWI Bermunajat, Sabtu (24/7/2021).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Wapres: Jurnalis Jadi Ujung Tombak Penyampai Informasi di Era Pandemi&amp;nbsp;
&quot;Berempati pada tenaga kesehatan yang berjibaku di garda terdepan melawan Covid-19, Berempati terhadap para penderita Covid-19; berempati pula terhadap aparat yang tak kenal lelah melakukan edukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan mengamankan pelaksanaan PPKM; juga
Berempati terhadap masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19,&quot; tambahnya.
Menurut Wapres saat ini adalah waktu terbaik bagi semua pihak untuk menyatukan langkau dan bahu membahu. Mulai dari diri sendiri, lingkungan sekitar, serta meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ma'ruf Amin &quot;Sentil&quot; Daerah yang Serapan Anggaran Covid-19 Rendah
&quot;Merubah kondisi Indonesia agar segera terlepas dari jerat pandemi Covid-19,&quot; terangnya.
Wapres optimis pandemi Covid-19 dapat diatasi bersama-sama dengan upaya maksimal dan saling mengingatkan dalam kebaikan, termasuk dalam berdisiplin terhadap protokol kesehatan dan berpartisipasi dalam program vaksinasi yang saat ini tengah mengejar target untuk mencapai herd immunity.&quot;Disiplin terhadap protokol kesehatan, mematuhi kebijakan PPKM, dan melakukan vaksinasi adalah bagian dari ikhtiar lahiriah kita bersama. Dan yang hari ini kita lakukan bersama dalam acara PWI Bermunajat &amp;ldquo;Mengetuk Pintu Langit&amp;rdquo; merupakan ikhitiar batiniah kita,&quot; ucapnya.
Lebih lanjut, Wapres menuturkan, bermunajat adalah doa yang dipanjatkan dengan sepenuh hati, dalam simpuh kekhusyu&amp;rsquo;an, berbicara secara pribadi dari lubuk hati yang terdalam kepada Allah SWT, Sang Pencipta Alam Semesta, Sang Maha Pemberi, dan Sang Maha Pengampun. Mengharapkan keridhaan, ampunan, bantuan, dan hidayah-Nya.
&quot;Melalui munajat ini kita ketuk pintu langit untuk memohon ampunan dan maghfirahNya. Boleh jadi apa yang kita alami sekarang ini karena dosa-dosa yang kita lakukan. Sebagai manusia biasa kita semua tidak luput dari dosa, kecuali para Nabi dan Rosul yang terjaga dari dosa (maksum),&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
