<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prinsip Kerja Soeharto: Harus Segera Selesai, Segera Tuntas!</title><description>Soeharto menjalan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip kepemimpinan ABRI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445724/prinsip-kerja-soeharto-harus-segera-selesai-segera-tuntas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445724/prinsip-kerja-soeharto-harus-segera-selesai-segera-tuntas"/><item><title>Prinsip Kerja Soeharto: Harus Segera Selesai, Segera Tuntas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445724/prinsip-kerja-soeharto-harus-segera-selesai-segera-tuntas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/25/337/2445724/prinsip-kerja-soeharto-harus-segera-selesai-segera-tuntas</guid><pubDate>Senin 26 Juli 2021 06:59 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/25/337/2445724/prinsip-kerja-soeharto-harus-segera-selesai-segera-tuntas-uksW0pmW3q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soeharto. (Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/25/337/2445724/prinsip-kerja-soeharto-harus-segera-selesai-segera-tuntas-uksW0pmW3q.jpg</image><title>Soeharto. (Foto: Ant)</title></images><description>JAKARTA - Presiden kedua Indonesia, Soeharto menjalan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip kepemimpinan ABRI, yaitu Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut Wuri handayani.

&quot;Dan dalam rangka itu saya selalu berusaha untuk tidak menumpuk atau menyimpan atau menunda pekerjaan. Sejauh mungkin segera saya selesaikan. Tak mau saya menunda-nundanya dengan alasan &amp;lsquo;saya capek, nanti saja&amp;rsquo; dan sebagainya,&quot; ungkap Soeharto, dikutip dari buku &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta tahun 1982.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;5 Provinsi Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak 25 Juli 2021, DKI Jakarta Urutan Pertama

Baca juga:&amp;nbsp;1.266 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Hari Ini, Jawa Timur Terbanyak

Dia menjelaskan, jika dirinya tidak menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, berarti memberi contoh kurang baik kepada bawahan.

&quot;Bisa ditanyakan kepada semua pembantu saya, apakah ia ajudan atau pun yang dari Sekneg, Sekkab, dan sebagainya; apakah ada tandon, apakah ada sisa, tumpukan surat-surat yang tidak saya behandel atau yang terlalu lama menunggu? Selama 20 tahun lebih itu tidak pernah ada dokumen atau pun masalah yang dihadapkan pada saya yang saya tunda penyelesaiannya,&quot; kata dia.
Soeharto mengaku tidak suka penangguhan penyelesaian masalah. Menurutnya, setiap hal yang harus diselesaikan, maka akan diselesaikan secepatnya.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 38.679, Ini Sebarannya di 34 Provinsi

&quot;Prinsip kerja saya harus segera selesai, segera tuntas. Apakah itu laporan dari menteri, dari eselon satu, dari masyarakat atau pun dari tamu-tamu negara,&quot; jelas dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden kedua Indonesia, Soeharto menjalan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip kepemimpinan ABRI, yaitu Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut Wuri handayani.

&quot;Dan dalam rangka itu saya selalu berusaha untuk tidak menumpuk atau menyimpan atau menunda pekerjaan. Sejauh mungkin segera saya selesaikan. Tak mau saya menunda-nundanya dengan alasan &amp;lsquo;saya capek, nanti saja&amp;rsquo; dan sebagainya,&quot; ungkap Soeharto, dikutip dari buku &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta tahun 1982.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;5 Provinsi Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak 25 Juli 2021, DKI Jakarta Urutan Pertama

Baca juga:&amp;nbsp;1.266 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Hari Ini, Jawa Timur Terbanyak

Dia menjelaskan, jika dirinya tidak menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, berarti memberi contoh kurang baik kepada bawahan.

&quot;Bisa ditanyakan kepada semua pembantu saya, apakah ia ajudan atau pun yang dari Sekneg, Sekkab, dan sebagainya; apakah ada tandon, apakah ada sisa, tumpukan surat-surat yang tidak saya behandel atau yang terlalu lama menunggu? Selama 20 tahun lebih itu tidak pernah ada dokumen atau pun masalah yang dihadapkan pada saya yang saya tunda penyelesaiannya,&quot; kata dia.
Soeharto mengaku tidak suka penangguhan penyelesaian masalah. Menurutnya, setiap hal yang harus diselesaikan, maka akan diselesaikan secepatnya.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 38.679, Ini Sebarannya di 34 Provinsi

&quot;Prinsip kerja saya harus segera selesai, segera tuntas. Apakah itu laporan dari menteri, dari eselon satu, dari masyarakat atau pun dari tamu-tamu negara,&quot; jelas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
