<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua DPR ke Petugas Vaksin: Jangan Sampai Data Pribadi Masyarakat Bocor</title><description>Ketua DPR RI Puan Maharani menyingung soal potensi terjadinya kebocoran data pribadi warga saat melaksanakan vaksinasi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/27/337/2446442/ketua-dpr-ke-petugas-vaksin-jangan-sampai-data-pribadi-masyarakat-bocor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/27/337/2446442/ketua-dpr-ke-petugas-vaksin-jangan-sampai-data-pribadi-masyarakat-bocor"/><item><title>Ketua DPR ke Petugas Vaksin: Jangan Sampai Data Pribadi Masyarakat Bocor</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/27/337/2446442/ketua-dpr-ke-petugas-vaksin-jangan-sampai-data-pribadi-masyarakat-bocor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/27/337/2446442/ketua-dpr-ke-petugas-vaksin-jangan-sampai-data-pribadi-masyarakat-bocor</guid><pubDate>Selasa 27 Juli 2021 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/27/337/2446442/ketua-dpr-ke-petugas-vaksin-jangan-sampai-data-pribadi-masyarakat-bocor-rYsTmTrlZp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR, Puan Maharani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/27/337/2446442/ketua-dpr-ke-petugas-vaksin-jangan-sampai-data-pribadi-masyarakat-bocor-rYsTmTrlZp.jpg</image><title>Ketua DPR, Puan Maharani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyingung soal potensi terjadinya kebocoran data pribadi warga saat melaksanakan vaksinasi Covid-19. Menurut dia, segala prosedur teknis vaksinasi yang berpotensi menjadi celah bagi kebocoran data pribadi warga negara harus dicegah oleh pemerintah

&quot;Jangan sampai fotokopi e-KTP, sebagai syarat vaksinasi bocor dan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,&amp;rdquo; kata Puan di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Puan mengatakan, bukan hal yang baru jika data pribadi seperti e-KTP disalahgunakan mereka yang tak bertanggungjawab untuk tindak pidana, seperti pinjaman online fiktif atau bahkan sampai pembobolan rekening bank.

&amp;ldquo;Kan kasihan kalau tiba-tiba warga yang e-KTP-nya tercecer dan disalahgunakan tiba-tiba ditagih oleh pinjaman online, padahal dia tidak pernah meminjam uang tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.

Mantan Menko PMK ini berpendapat jika yang dibutuhkan dari e-KTP warga hanyalah validasi data pribadi warga sebagai calon peserta vaksinasi, seharusnya warga hanya diminta menunjukkan e-KTP asli saja.

&amp;ldquo;Petugas di lapangan kan tinggal memasukkan data pribadi dari e-KTP asli warga ke Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Kalau terverifikasi berarti datanya valid dan boleh divaksin,&amp;rdquo; tutur dia.

Oleh karena itu, Puan meminta para penyelenggara vaksinasi di lapangan tidak mempersulit warga calon peserta vaksinasi untuk menyediakan syarat fotokopi e-KTP. Terlebih dalam pentunjuk teknis yang dikeluarkan Kemenkes juga tidak mensyaratkan butki fisik tersebut.

&amp;ldquo;Tolonglah penyelenggara vaksin di lapangan, jangan mempersulit warga dalam keadaan yang sudah sulit begini. Di zaman sekarang sudah serba digital, sebisanya kurangi syarat dokumen fisik yang berisi data pribadi warga,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyingung soal potensi terjadinya kebocoran data pribadi warga saat melaksanakan vaksinasi Covid-19. Menurut dia, segala prosedur teknis vaksinasi yang berpotensi menjadi celah bagi kebocoran data pribadi warga negara harus dicegah oleh pemerintah

&quot;Jangan sampai fotokopi e-KTP, sebagai syarat vaksinasi bocor dan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,&amp;rdquo; kata Puan di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Puan mengatakan, bukan hal yang baru jika data pribadi seperti e-KTP disalahgunakan mereka yang tak bertanggungjawab untuk tindak pidana, seperti pinjaman online fiktif atau bahkan sampai pembobolan rekening bank.

&amp;ldquo;Kan kasihan kalau tiba-tiba warga yang e-KTP-nya tercecer dan disalahgunakan tiba-tiba ditagih oleh pinjaman online, padahal dia tidak pernah meminjam uang tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.

Mantan Menko PMK ini berpendapat jika yang dibutuhkan dari e-KTP warga hanyalah validasi data pribadi warga sebagai calon peserta vaksinasi, seharusnya warga hanya diminta menunjukkan e-KTP asli saja.

&amp;ldquo;Petugas di lapangan kan tinggal memasukkan data pribadi dari e-KTP asli warga ke Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Kalau terverifikasi berarti datanya valid dan boleh divaksin,&amp;rdquo; tutur dia.

Oleh karena itu, Puan meminta para penyelenggara vaksinasi di lapangan tidak mempersulit warga calon peserta vaksinasi untuk menyediakan syarat fotokopi e-KTP. Terlebih dalam pentunjuk teknis yang dikeluarkan Kemenkes juga tidak mensyaratkan butki fisik tersebut.

&amp;ldquo;Tolonglah penyelenggara vaksin di lapangan, jangan mempersulit warga dalam keadaan yang sudah sulit begini. Di zaman sekarang sudah serba digital, sebisanya kurangi syarat dokumen fisik yang berisi data pribadi warga,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
