<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Gempa Pacitan M5,0 Dekat dengan Sumber Gempa Besar 1937 </title><description>Episenter terletak pada koordinat 8,98 LS dan 111,43 BT tepatnya di laut pada jarak 94 km arah Selatan Kota Pacitan dengan kedalaman 61 km.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/28/337/2447048/bmkg-gempa-pacitan-m5-0-dekat-dengan-sumber-gempa-besar-1937</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/28/337/2447048/bmkg-gempa-pacitan-m5-0-dekat-dengan-sumber-gempa-besar-1937"/><item><title>BMKG: Gempa Pacitan M5,0 Dekat dengan Sumber Gempa Besar 1937 </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/28/337/2447048/bmkg-gempa-pacitan-m5-0-dekat-dengan-sumber-gempa-besar-1937</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/28/337/2447048/bmkg-gempa-pacitan-m5-0-dekat-dengan-sumber-gempa-besar-1937</guid><pubDate>Rabu 28 Juli 2021 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/28/337/2447048/bmkg-gempa-pacitan-m5-0-dekat-dengan-sumber-gempa-besar-1937-tXlG1yw9aV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/28/337/2447048/bmkg-gempa-pacitan-m5-0-dekat-dengan-sumber-gempa-besar-1937-tXlG1yw9aV.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan di wilayah Selatan Jawa Timur kembali diguncang gempa dengan magnitudo update 5,0 pada hari Selasa malam tanggal 27 Juli 2021 pukul 23.21.51 WIB.

Episenter terletak pada koordinat 8,98 LS dan 111,43 BT tepatnya di laut pada jarak 94 km arah Selatan Kota Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 61 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa dengan kedalaman menengah ini terjadi akibat adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia yang ter subduksi di selatan Jawa, tepatnya di zona transisi antara zona sumber gempa megathrust dan zona Benioff dengan mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik (thrust fault).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa Pacitan 5,2 Magnitudo, Terasa Sampai Blitar dan Tulungagung
Daryono mengatakan, lokasi gempa kali ini dekat dengan sumber gempa yang mengguncang dan merusak Pulau Jawa pada 27 September 1937 lalu. &amp;ldquo;Lokasi sumber gempa Pacitan tadi malam sangat menarik karena berdekatan dengan sumber gempa besar yang mengguncang dan merusak Pulau Jawa pada 27 September 1937,&amp;rdquo; kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (28/7/2021).

Daryono mengungkapkan tercatat dalam katalog sejarah gempa Jawa, pada 1937 terjadi gempa besar dengan dampak kerusakan mencapai skala intensitas VII-IX di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah hingga menyebabkan 2.200 rumah roboh dan beberapa orang meninggal.

&amp;ldquo;Episenter gempa ini terletak di laut pada jarak sekitar 113 km arah Barat Daya Kota Pacitan dengan guncangan terjauh dirasakan hingga Pulau Lombok,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara itu, pada gempa yang terjadi tadi malam guncangan dirasakan paling kuat dirasakan di Pacitan mencapai skala intensitas III-IV MMI. Di Nganjuk, Karangkates, Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung guncangan dirasakan dalam skala intensitas III MMI dimana guncangan dirasakan seperti ada truk berlalu.



Sedangkan di Kepanjen, Kendal, Madiun, dan Gunung Kidul guncangan dalam skala intensitas II MMI yang dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.



Daryono melaporkan hingga pagi ini belum ada laporan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian gempa tersebut dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. &amp;ldquo;Hasil monitoring BMKG belum terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock),&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan di wilayah Selatan Jawa Timur kembali diguncang gempa dengan magnitudo update 5,0 pada hari Selasa malam tanggal 27 Juli 2021 pukul 23.21.51 WIB.

Episenter terletak pada koordinat 8,98 LS dan 111,43 BT tepatnya di laut pada jarak 94 km arah Selatan Kota Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 61 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa dengan kedalaman menengah ini terjadi akibat adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia yang ter subduksi di selatan Jawa, tepatnya di zona transisi antara zona sumber gempa megathrust dan zona Benioff dengan mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik (thrust fault).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa Pacitan 5,2 Magnitudo, Terasa Sampai Blitar dan Tulungagung
Daryono mengatakan, lokasi gempa kali ini dekat dengan sumber gempa yang mengguncang dan merusak Pulau Jawa pada 27 September 1937 lalu. &amp;ldquo;Lokasi sumber gempa Pacitan tadi malam sangat menarik karena berdekatan dengan sumber gempa besar yang mengguncang dan merusak Pulau Jawa pada 27 September 1937,&amp;rdquo; kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (28/7/2021).

Daryono mengungkapkan tercatat dalam katalog sejarah gempa Jawa, pada 1937 terjadi gempa besar dengan dampak kerusakan mencapai skala intensitas VII-IX di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah hingga menyebabkan 2.200 rumah roboh dan beberapa orang meninggal.

&amp;ldquo;Episenter gempa ini terletak di laut pada jarak sekitar 113 km arah Barat Daya Kota Pacitan dengan guncangan terjauh dirasakan hingga Pulau Lombok,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara itu, pada gempa yang terjadi tadi malam guncangan dirasakan paling kuat dirasakan di Pacitan mencapai skala intensitas III-IV MMI. Di Nganjuk, Karangkates, Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung guncangan dirasakan dalam skala intensitas III MMI dimana guncangan dirasakan seperti ada truk berlalu.



Sedangkan di Kepanjen, Kendal, Madiun, dan Gunung Kidul guncangan dalam skala intensitas II MMI yang dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.



Daryono melaporkan hingga pagi ini belum ada laporan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian gempa tersebut dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. &amp;ldquo;Hasil monitoring BMKG belum terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock),&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
