<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masjid-Masjid Saksi Penyebaran Islam di Afrika Selama Ratusan Tahun Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO</title><description>8 masjid di Pantai Gading telah mendapatkan status Warisan Dunia dari UNESCO.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/29/18/2447984/masjid-masjid-saksi-penyebaran-islam-di-afrika-selama-ratusan-tahun-jadi-situs-warisan-dunia-unesco</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/29/18/2447984/masjid-masjid-saksi-penyebaran-islam-di-afrika-selama-ratusan-tahun-jadi-situs-warisan-dunia-unesco"/><item><title>Masjid-Masjid Saksi Penyebaran Islam di Afrika Selama Ratusan Tahun Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/29/18/2447984/masjid-masjid-saksi-penyebaran-islam-di-afrika-selama-ratusan-tahun-jadi-situs-warisan-dunia-unesco</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/29/18/2447984/masjid-masjid-saksi-penyebaran-islam-di-afrika-selama-ratusan-tahun-jadi-situs-warisan-dunia-unesco</guid><pubDate>Kamis 29 Juli 2021 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/29/18/2447984/masjid-masjid-saksi-penyebaran-islam-di-afrika-selama-ratusan-tahun-jadi-situs-warisan-dunia-unesco-h1OatILHUl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading (Foto: Alamy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/29/18/2447984/masjid-masjid-saksi-penyebaran-islam-di-afrika-selama-ratusan-tahun-jadi-situs-warisan-dunia-unesco-h1OatILHUl.jpg</image><title>Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading (Foto: Alamy)</title></images><description>PANTAI GADING - Sebanyak delapan masjid di Pantai Gading, yang gaya bangunannya diyakini berasal dari Kekaisaran Mali tujuh abad yang lalu, telah mendapatkan status Warisan Dunia dari UNESCO.
Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan kebudayaan itu mengatakan bangunan-bangunan tersebut adalah &quot;saksi yang sangat penting bagi perdagangan trans-Sahara&quot; yang memfasilitasi penyebaran agama Islam dan budaya Islam.
Bentuk masjid-masjid tersebut merupakan perpaduan dari gaya arsitektur Islam dan arsitektur lokal.
Menurut UNESCO, masjid-masjid yang terletak kota Tengr&amp;eacute;la, Kouto, Sorobango, Samatiguila, M'Bengu&amp;eacute;, Kong, dan Kaouara adalah yang terlestarikan dengan paling baik di antara 20 masjid besar yang tersisa di Pantai Gading, tempat ratusan masjid pernah berdiri pada awal abad ke-20.
(Baca juga: Varian Delta Melonjak, Banyak Warga AS Kembali Gunakan Masker)
Masjid-masjid ini menampilkan interpretasi gaya arsitektur yang berasal dari abad ke-14 di Kota Djenn&amp;eacute;, bagian dari Kekaisaran Mali. Gaya itu menyebar ke Sudan pada abad ke-16 dan berkembang untuk menyesuaikan dengan iklim yang lebih basah.
Masjid-masjid di Pantai Gading memiliki gaya arsitektur khas Sudan, diduga dikembangkan antara abad ke-17 dan abad ke-19 ketika pedagang dan cendekiawan Muslim datang dari Kekaisaran Mali di selatan, memperpanjang rute perdagangan trans-Sahara.
(Baca juga: Chechnya Larang Warga yang Tak Divaksin Masuk Masjid, Gunakan Transportasi Umum)
</description><content:encoded>PANTAI GADING - Sebanyak delapan masjid di Pantai Gading, yang gaya bangunannya diyakini berasal dari Kekaisaran Mali tujuh abad yang lalu, telah mendapatkan status Warisan Dunia dari UNESCO.
Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan kebudayaan itu mengatakan bangunan-bangunan tersebut adalah &quot;saksi yang sangat penting bagi perdagangan trans-Sahara&quot; yang memfasilitasi penyebaran agama Islam dan budaya Islam.
Bentuk masjid-masjid tersebut merupakan perpaduan dari gaya arsitektur Islam dan arsitektur lokal.
Menurut UNESCO, masjid-masjid yang terletak kota Tengr&amp;eacute;la, Kouto, Sorobango, Samatiguila, M'Bengu&amp;eacute;, Kong, dan Kaouara adalah yang terlestarikan dengan paling baik di antara 20 masjid besar yang tersisa di Pantai Gading, tempat ratusan masjid pernah berdiri pada awal abad ke-20.
(Baca juga: Varian Delta Melonjak, Banyak Warga AS Kembali Gunakan Masker)
Masjid-masjid ini menampilkan interpretasi gaya arsitektur yang berasal dari abad ke-14 di Kota Djenn&amp;eacute;, bagian dari Kekaisaran Mali. Gaya itu menyebar ke Sudan pada abad ke-16 dan berkembang untuk menyesuaikan dengan iklim yang lebih basah.
Masjid-masjid di Pantai Gading memiliki gaya arsitektur khas Sudan, diduga dikembangkan antara abad ke-17 dan abad ke-19 ketika pedagang dan cendekiawan Muslim datang dari Kekaisaran Mali di selatan, memperpanjang rute perdagangan trans-Sahara.
(Baca juga: Chechnya Larang Warga yang Tak Divaksin Masuk Masjid, Gunakan Transportasi Umum)
</content:encoded></item></channel></rss>
