<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IDAI: 20 persen Anak Terpapar Covid-19 Tidak Miliki Gejala</title><description>Imunisasi aman diberikan pada anak dan dapat meningkatkan antibodi yang ada dalam tubuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/29/337/2448167/idai-20-persen-anak-terpapar-covid-19-tidak-miliki-gejala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/29/337/2448167/idai-20-persen-anak-terpapar-covid-19-tidak-miliki-gejala"/><item><title>IDAI: 20 persen Anak Terpapar Covid-19 Tidak Miliki Gejala</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/29/337/2448167/idai-20-persen-anak-terpapar-covid-19-tidak-miliki-gejala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/29/337/2448167/idai-20-persen-anak-terpapar-covid-19-tidak-miliki-gejala</guid><pubDate>Kamis 29 Juli 2021 22:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/29/337/2448167/idai-20-persen-anak-terpapar-covid-19-tidak-miliki-gejala-KpUIyYbEU4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/29/337/2448167/idai-20-persen-anak-terpapar-covid-19-tidak-miliki-gejala-KpUIyYbEU4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Eva Devita mengatakan 20 persen anak yang terinfeksi Covid-19 tidak memiliki gejala, meskipun terdapat virus pada tubuhnya.
&amp;ldquo;Ada 20 persen anak yang tanpa gejala, jadi anak ada virus di tubuhnya tapi tidak memiiki gejala. Ini justru yang berbahaya, karena mereka tetap bisa menularkan,&amp;rdquo; kata Eva, Kamis (29/7/2021).
Dengan melihat situasi ini, Eva menyarankan semua orangtua untuk memberikan suntik imunisasi dan vaksinasi kepada anak dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.
Ia mengatakan, imunisasi penting untuk tubuh karena dapat menangkal virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, imunisasi aman diberikan pada anak dan dapat meningkatkan antibodi yang ada dalam tubuh.
Baca juga:&amp;nbsp;IDAI: Tidak Banyak Ditemukan KIPI Vaksinasi Covid-19 pada Anak
&amp;ldquo;Ketika ada imunisasi, maka dia akan langsung menuju atau merangsang pertahanan lapis ketiga, sehingga tubuh tidak perlu sakit. Tapi kemudian pertahanan lapis ketiga ini akan memacu membentuk antibodi yang spesifik,&amp;rdquo; kata dia.
Eva mengungkapkan satu dari delapan orang yang terinfeksi Covid-19 adalah seorang anak. Sekitar 12,5 persen anak memiliki gejala Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;TNI AU dan IDAI Bantu Serbuan Vaksinasi Covid-19
Sedangkan tiga sampai lima persen dari pasien yang meninggal, 50 persennya adalah anak usia balita. Hal tersebut menunjukkan bahwa penularan Covid-19 pada anak sebagian besar berasal dari klaster keluarga.Eva menjelaskan, bahwa telah dilakukan penelitian terkait pemberian vaksin pada anak di China, yang menyatakan vaksin aman untuk dikonsumsi dan memberikan efektifitas pembentukan antibodi tubuh yang signifikan jumlahnya.
Melihat semakin meningkatnya jumlah anak yang terpapar Covid-19, Manajer Advokasi Wahana Visi Indonesia (WVI) Junito Drias berpendapat bahwa orangtua punya peran besar untuk memastikan anak mendapatkan vaksin dan imunisasi.
&amp;ldquo;Jadi ini yang perlu kita angkat ke permukaan. Bahwa anak punya hak yang sama untuk divaksinasi , tetapi orang dewasa yang punya peran besar untuk memastikan anak divaksinasi,&amp;rdquo; tegas Junito.
Baca juga:&amp;nbsp;IDAI: 1 dari 8 Kasus Covid-19 Adalah Anak-Anak, Angka Kematian Tinggi</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Eva Devita mengatakan 20 persen anak yang terinfeksi Covid-19 tidak memiliki gejala, meskipun terdapat virus pada tubuhnya.
&amp;ldquo;Ada 20 persen anak yang tanpa gejala, jadi anak ada virus di tubuhnya tapi tidak memiiki gejala. Ini justru yang berbahaya, karena mereka tetap bisa menularkan,&amp;rdquo; kata Eva, Kamis (29/7/2021).
Dengan melihat situasi ini, Eva menyarankan semua orangtua untuk memberikan suntik imunisasi dan vaksinasi kepada anak dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.
Ia mengatakan, imunisasi penting untuk tubuh karena dapat menangkal virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, imunisasi aman diberikan pada anak dan dapat meningkatkan antibodi yang ada dalam tubuh.
Baca juga:&amp;nbsp;IDAI: Tidak Banyak Ditemukan KIPI Vaksinasi Covid-19 pada Anak
&amp;ldquo;Ketika ada imunisasi, maka dia akan langsung menuju atau merangsang pertahanan lapis ketiga, sehingga tubuh tidak perlu sakit. Tapi kemudian pertahanan lapis ketiga ini akan memacu membentuk antibodi yang spesifik,&amp;rdquo; kata dia.
Eva mengungkapkan satu dari delapan orang yang terinfeksi Covid-19 adalah seorang anak. Sekitar 12,5 persen anak memiliki gejala Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;TNI AU dan IDAI Bantu Serbuan Vaksinasi Covid-19
Sedangkan tiga sampai lima persen dari pasien yang meninggal, 50 persennya adalah anak usia balita. Hal tersebut menunjukkan bahwa penularan Covid-19 pada anak sebagian besar berasal dari klaster keluarga.Eva menjelaskan, bahwa telah dilakukan penelitian terkait pemberian vaksin pada anak di China, yang menyatakan vaksin aman untuk dikonsumsi dan memberikan efektifitas pembentukan antibodi tubuh yang signifikan jumlahnya.
Melihat semakin meningkatnya jumlah anak yang terpapar Covid-19, Manajer Advokasi Wahana Visi Indonesia (WVI) Junito Drias berpendapat bahwa orangtua punya peran besar untuk memastikan anak mendapatkan vaksin dan imunisasi.
&amp;ldquo;Jadi ini yang perlu kita angkat ke permukaan. Bahwa anak punya hak yang sama untuk divaksinasi , tetapi orang dewasa yang punya peran besar untuk memastikan anak divaksinasi,&amp;rdquo; tegas Junito.
Baca juga:&amp;nbsp;IDAI: 1 dari 8 Kasus Covid-19 Adalah Anak-Anak, Angka Kematian Tinggi</content:encoded></item></channel></rss>
