<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua DPD Minta Booster Vaksin Ketiga untuk Nakes Dipercepat   </title><description>Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak agar Kementerian Kesehatan RI mempercepat vaksin booster ketiga</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/30/337/2448234/ketua-dpd-minta-booster-vaksin-ketiga-untuk-nakes-dipercepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/30/337/2448234/ketua-dpd-minta-booster-vaksin-ketiga-untuk-nakes-dipercepat"/><item><title>Ketua DPD Minta Booster Vaksin Ketiga untuk Nakes Dipercepat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/30/337/2448234/ketua-dpd-minta-booster-vaksin-ketiga-untuk-nakes-dipercepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/30/337/2448234/ketua-dpd-minta-booster-vaksin-ketiga-untuk-nakes-dipercepat</guid><pubDate>Jum'at 30 Juli 2021 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/30/337/2448234/ketua-dpd-minta-booster-vaksin-ketiga-untuk-nakes-dipercepat-XWoSabKkuB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD RI Lanyala Mattalitti.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/30/337/2448234/ketua-dpd-minta-booster-vaksin-ketiga-untuk-nakes-dipercepat-XWoSabKkuB.jpg</image><title>Ketua DPD RI Lanyala Mattalitti.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak agar Kementerian Kesehatan RI mempercepat vaksin booster ketiga moderna untuk tenaga kesehatan (nakes).
&quot;Tenaga kesehatan harus dilindungi, karena memiliki risiko tinggi tertular virus. Mereka berhadapan langsung dengan pasien positif Covid-19,&quot; ujar LaNyalla Mattalitti, Kamis (29/7/2021).
Ia menyebutkan, meskipun sudah divaksinasi dua tahap, namun para nakes perlu segera diberikan vaksinasi penguat (booster) yang sudah diumumkan sejak tiga pekan lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketua DPD RI: Pelaku Pungli Penyaluran BST PPKM Harus Ditindak Tegas!
&quot;Tapi banyak nakes yang belum mendapatkan booster ini. Saya minta Kemenkes mempercepat vaksin ketiga bagi tenaga kesehatan. Pasalnya ini menyangkut nyawa dan sudah ribuan nakes gugur dalam penanganan Covid-19 di tanah air,&quot; kata LaNyalla Mattalitti.
Menurutnya, gugurnya para nakes merupakan kerugian besar bagi Indonesia karena sangat berdampak pada penanganan kesehatan secara keseluruhan.
&quot;Jangan ada diskriminasi dalam pemberian vaksin ketiga. Tenaga kesehatan yang benar-benar menangani pasien langsung di rumah sakit harus didahulukan, baru kemudian tenaga pendukung lainnya yang juga bekerja di rumah sakit atau klinik,&quot; tambahnya.
Dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baru 4% dari 1,4 juta tenaga kesehatan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan yang menerima vaksin ketiga.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak agar Kementerian Kesehatan RI mempercepat vaksin booster ketiga moderna untuk tenaga kesehatan (nakes).
&quot;Tenaga kesehatan harus dilindungi, karena memiliki risiko tinggi tertular virus. Mereka berhadapan langsung dengan pasien positif Covid-19,&quot; ujar LaNyalla Mattalitti, Kamis (29/7/2021).
Ia menyebutkan, meskipun sudah divaksinasi dua tahap, namun para nakes perlu segera diberikan vaksinasi penguat (booster) yang sudah diumumkan sejak tiga pekan lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketua DPD RI: Pelaku Pungli Penyaluran BST PPKM Harus Ditindak Tegas!
&quot;Tapi banyak nakes yang belum mendapatkan booster ini. Saya minta Kemenkes mempercepat vaksin ketiga bagi tenaga kesehatan. Pasalnya ini menyangkut nyawa dan sudah ribuan nakes gugur dalam penanganan Covid-19 di tanah air,&quot; kata LaNyalla Mattalitti.
Menurutnya, gugurnya para nakes merupakan kerugian besar bagi Indonesia karena sangat berdampak pada penanganan kesehatan secara keseluruhan.
&quot;Jangan ada diskriminasi dalam pemberian vaksin ketiga. Tenaga kesehatan yang benar-benar menangani pasien langsung di rumah sakit harus didahulukan, baru kemudian tenaga pendukung lainnya yang juga bekerja di rumah sakit atau klinik,&quot; tambahnya.
Dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baru 4% dari 1,4 juta tenaga kesehatan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan yang menerima vaksin ketiga.</content:encoded></item></channel></rss>
