<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BNPB : Jangan Alergi dengan PPKM, Itu Strategi Kita Mengendalikan Covid-19</title><description>Selama kebijakan tersebut baik, seharusnya hal ini bisa dimaklumi oleh masyarakat, termasuk jika harus diperpanjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/31/337/2449048/kepala-bnpb-jangan-alergi-dengan-ppkm-itu-strategi-kita-mengendalikan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/07/31/337/2449048/kepala-bnpb-jangan-alergi-dengan-ppkm-itu-strategi-kita-mengendalikan-covid-19"/><item><title>Kepala BNPB : Jangan Alergi dengan PPKM, Itu Strategi Kita Mengendalikan Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/07/31/337/2449048/kepala-bnpb-jangan-alergi-dengan-ppkm-itu-strategi-kita-mengendalikan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/07/31/337/2449048/kepala-bnpb-jangan-alergi-dengan-ppkm-itu-strategi-kita-mengendalikan-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 31 Juli 2021 23:34 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/31/337/2449048/kepala-bnpb-jangan-alergi-dengan-ppkm-itu-strategi-kita-mengendalikan-covid-19-B52Gk7COqL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB, Ganip Warsito. (Foto: Avirista M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/31/337/2449048/kepala-bnpb-jangan-alergi-dengan-ppkm-itu-strategi-kita-mengendalikan-covid-19-B52Gk7COqL.jpg</image><title>Kepala BNPB, Ganip Warsito. (Foto: Avirista M)</title></images><description>KOTA MALANG - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas. Maka selama itu baik, seharusnya hal ini bisa dimaklumi oleh masyarakat, termasuk jika harus diperpanjang.&amp;nbsp;
&quot;Jadi jangan alergi dengan PPKM, karena itu bagian dari cara kita membatasi. Kembali ke masing-masing, kalau tidak perlu, jangan bepergian. Kalau tidak perlu, di rumah saja,&quot; ucap Ganip Warsito saat berkunjung ke Kota Malang, pada Sabtu (31/7/2021) malam.
Ganip menambahkan, dalam penerapan PPKM masyarakat diharapkan bisa mengendalikan diri, agar tidak bepergian dan keluar rumah bila tak diperlukan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;PPKM itu strategi kita untuk mengendalikan. Itu cara memproteksi, seperti disiplin prokes, pakai masker, menjaga jarak, dan mengontrol mobilitas,&quot; ujar dia.&amp;nbsp;
Ia menjelaskan, salah satu konsep utama dalam pelaksanaan PPKM adalah dengan membatasi atau mengurangi mobilitas masyarakat. Hal itu diyakini bisa meminimalisir risiko penyebaran Covid-19.
Selain penerapan masa PPKM tersebut, lanjtu Ganip, salah satu kunci utama yang harus dilakukan untuk meminimalisasi risiko terpapar Covid-19 adalah dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua Satgas Tegaskan Pengendalian Covid-19 di Hulu Sampai Hilir Harus Terintegrasi
&quot;Hidup dengan disiplin. Jadi jangan tanya PPKM diperpanjang atau tidak, itu bagian dari mengendalikan laju penularan agar tidak semakin melebar, supaya kita bisa memutus rantai Covid-19,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Ganip juga meminta masyarakat agar tak takut divaksin, supaya terjadi kekebalan kelompok atau herd immunity.
&amp;ldquo;Kita juga memproteksi dengan cara divaksin. Risiko kematian kecil saat terpapar Covid-19. Bukan tidak ada (risko kematian), tapi kecil,&quot; tuturnya.&amp;nbsp;Sebagai informasi, Kota Malang merupakan salah satu wilayah yang saat ini tengah menerapkan PPKM Level 4, seiring dengan tingginya penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19.
Penerapan PPKM di Malang sendiri telah berlangsung sejak 3 Juli 2021, dengan nama awal PPKM Darurat. Diharapkan, penerapan PPKM tersebut mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota malang.&amp;nbsp;
Di wilayah Kota Malang, hingga Sabtu 31 Juli 2021 malam, ada sebanyak 11.238 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 7.240 orang dilaporkan telah sembuh, 791 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya masih dirawat.</description><content:encoded>KOTA MALANG - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas. Maka selama itu baik, seharusnya hal ini bisa dimaklumi oleh masyarakat, termasuk jika harus diperpanjang.&amp;nbsp;
&quot;Jadi jangan alergi dengan PPKM, karena itu bagian dari cara kita membatasi. Kembali ke masing-masing, kalau tidak perlu, jangan bepergian. Kalau tidak perlu, di rumah saja,&quot; ucap Ganip Warsito saat berkunjung ke Kota Malang, pada Sabtu (31/7/2021) malam.
Ganip menambahkan, dalam penerapan PPKM masyarakat diharapkan bisa mengendalikan diri, agar tidak bepergian dan keluar rumah bila tak diperlukan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;PPKM itu strategi kita untuk mengendalikan. Itu cara memproteksi, seperti disiplin prokes, pakai masker, menjaga jarak, dan mengontrol mobilitas,&quot; ujar dia.&amp;nbsp;
Ia menjelaskan, salah satu konsep utama dalam pelaksanaan PPKM adalah dengan membatasi atau mengurangi mobilitas masyarakat. Hal itu diyakini bisa meminimalisir risiko penyebaran Covid-19.
Selain penerapan masa PPKM tersebut, lanjtu Ganip, salah satu kunci utama yang harus dilakukan untuk meminimalisasi risiko terpapar Covid-19 adalah dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua Satgas Tegaskan Pengendalian Covid-19 di Hulu Sampai Hilir Harus Terintegrasi
&quot;Hidup dengan disiplin. Jadi jangan tanya PPKM diperpanjang atau tidak, itu bagian dari mengendalikan laju penularan agar tidak semakin melebar, supaya kita bisa memutus rantai Covid-19,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Ganip juga meminta masyarakat agar tak takut divaksin, supaya terjadi kekebalan kelompok atau herd immunity.
&amp;ldquo;Kita juga memproteksi dengan cara divaksin. Risiko kematian kecil saat terpapar Covid-19. Bukan tidak ada (risko kematian), tapi kecil,&quot; tuturnya.&amp;nbsp;Sebagai informasi, Kota Malang merupakan salah satu wilayah yang saat ini tengah menerapkan PPKM Level 4, seiring dengan tingginya penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19.
Penerapan PPKM di Malang sendiri telah berlangsung sejak 3 Juli 2021, dengan nama awal PPKM Darurat. Diharapkan, penerapan PPKM tersebut mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota malang.&amp;nbsp;
Di wilayah Kota Malang, hingga Sabtu 31 Juli 2021 malam, ada sebanyak 11.238 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 7.240 orang dilaporkan telah sembuh, 791 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya masih dirawat.</content:encoded></item></channel></rss>
