<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus di Luar Jawa Meningkat, Testing Covid-19 Digalakkan agar Pasien Cepat Tertangani</title><description>Testing Covid-19 bakal digalakkan di daerah luar Jawa yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/02/337/2449555/kasus-di-luar-jawa-meningkat-testing-covid-19-digalakkan-agar-pasien-cepat-tertangani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/02/337/2449555/kasus-di-luar-jawa-meningkat-testing-covid-19-digalakkan-agar-pasien-cepat-tertangani"/><item><title>Kasus di Luar Jawa Meningkat, Testing Covid-19 Digalakkan agar Pasien Cepat Tertangani</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/02/337/2449555/kasus-di-luar-jawa-meningkat-testing-covid-19-digalakkan-agar-pasien-cepat-tertangani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/02/337/2449555/kasus-di-luar-jawa-meningkat-testing-covid-19-digalakkan-agar-pasien-cepat-tertangani</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/02/337/2449555/kasus-di-luar-jawa-meningkat-testing-covid-19-digalakkan-agar-pasien-cepat-tertangani-c9TIz0nCXD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga menjalani tes swab. (Ilustrasi/Foto : Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/02/337/2449555/kasus-di-luar-jawa-meningkat-testing-covid-19-digalakkan-agar-pasien-cepat-tertangani-c9TIz0nCXD.jpg</image><title>Warga menjalani tes swab. (Ilustrasi/Foto : Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan terus menggalakkan testing Covid-19 untuk menangani kenaikan kasus di luar Pulau Jawa. Saat ini kasus Covid-19 di sejumlah provinsi luar Pulau Jawa meningkat.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi mengatakan, testing, lacak, dan isolasi merupakan hal penting dalam penanganan kasus. Jika testing renda, dapat berakibat fatal.

&quot;Dari sisi deteksi testing, lacak, isolasi, ini yang paling penting. Kalau ini terlampau rendah katakan telat mengetahui siapa yang kena sehingga kematian tinggi,&quot; ucapnya saat konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Ia mengatakan, tingginya tingkat kematian lantaran banyak pasien telat masuk rumah sakit. Telatnya pasien dapat menjalani perawatan di RS tersebut juga dipengaruhi kurangnya testing yang dilakukan.

&quot;Kenapa kematian tinggi karena orang masuk rs sudah telat karena testing kurang banyak,&quot; ujarnya.


Karena itu, testing akan digalakkan dengan melihat positivity rate di kabupaten/kota.

&quot;Kalau di atas 25 persen lebih, beberapa kabupaten/kota positivity rate, kita testing harus lebih banyak lagi ini targetnya sudah masuk,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Menkes : Puncak Covid-19 di Pulau Jawa Sudah Terlampaui

Hal itu agar pasien positif cepat terdeteksi. Selain itu, pasien tersebut juga cepat mendapatkan perawatan sehingga bisa meminimalkan penularan.

&quot;Supaya lebih cepet tahu siapa yang sakit, cepat karantina supaya tidak menularkan dan yang butuh perawatan cepat kita rawat,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan terus menggalakkan testing Covid-19 untuk menangani kenaikan kasus di luar Pulau Jawa. Saat ini kasus Covid-19 di sejumlah provinsi luar Pulau Jawa meningkat.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi mengatakan, testing, lacak, dan isolasi merupakan hal penting dalam penanganan kasus. Jika testing renda, dapat berakibat fatal.

&quot;Dari sisi deteksi testing, lacak, isolasi, ini yang paling penting. Kalau ini terlampau rendah katakan telat mengetahui siapa yang kena sehingga kematian tinggi,&quot; ucapnya saat konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Ia mengatakan, tingginya tingkat kematian lantaran banyak pasien telat masuk rumah sakit. Telatnya pasien dapat menjalani perawatan di RS tersebut juga dipengaruhi kurangnya testing yang dilakukan.

&quot;Kenapa kematian tinggi karena orang masuk rs sudah telat karena testing kurang banyak,&quot; ujarnya.


Karena itu, testing akan digalakkan dengan melihat positivity rate di kabupaten/kota.

&quot;Kalau di atas 25 persen lebih, beberapa kabupaten/kota positivity rate, kita testing harus lebih banyak lagi ini targetnya sudah masuk,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Menkes : Puncak Covid-19 di Pulau Jawa Sudah Terlampaui

Hal itu agar pasien positif cepat terdeteksi. Selain itu, pasien tersebut juga cepat mendapatkan perawatan sehingga bisa meminimalkan penularan.

&quot;Supaya lebih cepet tahu siapa yang sakit, cepat karantina supaya tidak menularkan dan yang butuh perawatan cepat kita rawat,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
