<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran : Lomba &amp; Tirakatan 17 Agustus Kami Tunda Dulu</title><description>Kalau keadaan masih seperti ini maka lomba-lomba dan tirakatan kami tunda dulu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/04/512/2450606/gibran-lomba-tirakatan-17-agustus-kami-tunda-dulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/04/512/2450606/gibran-lomba-tirakatan-17-agustus-kami-tunda-dulu"/><item><title>Gibran : Lomba &amp; Tirakatan 17 Agustus Kami Tunda Dulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/04/512/2450606/gibran-lomba-tirakatan-17-agustus-kami-tunda-dulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/04/512/2450606/gibran-lomba-tirakatan-17-agustus-kami-tunda-dulu</guid><pubDate>Rabu 04 Agustus 2021 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/04/512/2450606/gibran-lomba-tirakatan-17-agustus-kami-tunda-dulu-tkI1NKHgry.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Solo Gibran Rakabuming (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/04/512/2450606/gibran-lomba-tirakatan-17-agustus-kami-tunda-dulu-tkI1NKHgry.jpg</image><title>Wali Kota Solo Gibran Rakabuming (Foto : Antara)</title></images><description>SOLO - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya belum memutuskan akan menggelar acara perayaan pada 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia atau tidak. Sebab, sampai sekarang kasus Covid-19 masih tinggi

&quot;Kalau keadaan masih seperti ini maka lomba-lomba dan tirakatan (17 Agustus) kami tunda dulu,&quot; katanya di Solo, Jawa Tengah, Selasa 3 Agustus 2021.

Ia mengatakan, saat ini grafik penambahan kasus Covid-19 di Kota Solo memang mulai landai bahkan cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Meski demikian, saat ini kondisi masih belum baik.

&quot;Masih harus menahan diri lagi. Yang dilihat bukan hanya angka hariannya, tetapi juga BOR-nya (tingkat hunian di rumah sakit). Kemarin BOR di ICU masih 84 persen, di ruang isolasi masih 74 persen. Selain itu, angka kematian masih cukup tinggi,&quot; katanya.

Selain itu, kata dia, berdasarkan aturan pada daerah yang masih berstatus level 4 maka ada beberapa pembatasan yang tidak boleh dilanggar masyarakat.

Baca Juga :&amp;nbsp;PPATK Bilang Seluruh Uang Terkait Akidi Tio Tak Sampai Rp2 Triliun

Sebelumnya, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak juga melarang kegiatan perayaan pada peringatan 17 Agustus. &quot;Situasinya masih level 4, jadi tidak usah melakukan perlombaan dan tirakatan dulu,&quot; katanya.

Meski tidak ada perayaan seperti saat sebelum pandemi Covid-19, kata dia, bukan berarti nasionalisme berkurang. &quot;Nasionalisme tetap ada, hanya tata caranya yang berubah,&quot; katanya.

Untuk mengantisipasi masyarakat yang membandel, Polresta Surakarta berencana untuk melakukan patroli pada hari-hari menjelang 17 Agustus.</description><content:encoded>SOLO - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya belum memutuskan akan menggelar acara perayaan pada 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia atau tidak. Sebab, sampai sekarang kasus Covid-19 masih tinggi

&quot;Kalau keadaan masih seperti ini maka lomba-lomba dan tirakatan (17 Agustus) kami tunda dulu,&quot; katanya di Solo, Jawa Tengah, Selasa 3 Agustus 2021.

Ia mengatakan, saat ini grafik penambahan kasus Covid-19 di Kota Solo memang mulai landai bahkan cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Meski demikian, saat ini kondisi masih belum baik.

&quot;Masih harus menahan diri lagi. Yang dilihat bukan hanya angka hariannya, tetapi juga BOR-nya (tingkat hunian di rumah sakit). Kemarin BOR di ICU masih 84 persen, di ruang isolasi masih 74 persen. Selain itu, angka kematian masih cukup tinggi,&quot; katanya.

Selain itu, kata dia, berdasarkan aturan pada daerah yang masih berstatus level 4 maka ada beberapa pembatasan yang tidak boleh dilanggar masyarakat.

Baca Juga :&amp;nbsp;PPATK Bilang Seluruh Uang Terkait Akidi Tio Tak Sampai Rp2 Triliun

Sebelumnya, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak juga melarang kegiatan perayaan pada peringatan 17 Agustus. &quot;Situasinya masih level 4, jadi tidak usah melakukan perlombaan dan tirakatan dulu,&quot; katanya.

Meski tidak ada perayaan seperti saat sebelum pandemi Covid-19, kata dia, bukan berarti nasionalisme berkurang. &quot;Nasionalisme tetap ada, hanya tata caranya yang berubah,&quot; katanya.

Untuk mengantisipasi masyarakat yang membandel, Polresta Surakarta berencana untuk melakukan patroli pada hari-hari menjelang 17 Agustus.</content:encoded></item></channel></rss>
