<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Muntahkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Hujan Abu Tipis Guyur Lereng Merapi</title><description>Paska awan panas terjadi hujan abu tipis di lereng Merapi wilayah Sleman dan Klaten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/06/510/2452106/muntahkan-awan-panas-sejauh-2-km-hujan-abu-tipis-guyur-lereng-merapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/06/510/2452106/muntahkan-awan-panas-sejauh-2-km-hujan-abu-tipis-guyur-lereng-merapi"/><item><title>Muntahkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Hujan Abu Tipis Guyur Lereng Merapi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/06/510/2452106/muntahkan-awan-panas-sejauh-2-km-hujan-abu-tipis-guyur-lereng-merapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/06/510/2452106/muntahkan-awan-panas-sejauh-2-km-hujan-abu-tipis-guyur-lereng-merapi</guid><pubDate>Jum'at 06 Agustus 2021 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/06/510/2452106/muntahkan-awan-panas-sejauh-2-km-hujan-abu-tipis-guyur-lereng-merapi-z9hptfhws9.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi muntahkan awan panas (Foto: BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/06/510/2452106/muntahkan-awan-panas-sejauh-2-km-hujan-abu-tipis-guyur-lereng-merapi-z9hptfhws9.JPG</image><title>Gunung Merapi muntahkan awan panas (Foto: BPPTKG)</title></images><description>SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolai dan Klaten Jawa Tengah (Jateng) hingga Jumat sore (6/8/2021) masih terus berlangsung. Yakni berupa awan panas dan lava pijar. Bahkan paska awan panas terjadi hujan abu tipis di lereng Merapi wilayah Sleman dan Klaten.

Balai Penyelidikan  dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan  Geologi (BPPTKG) mencatat semburan awan panas atau yang  biasa disebut wedus gembel sebanyak tiga kali. Awan panas pertama pukul 11.22 WIB di sesmograf dengan amplitudo 45 mm, durasi 118. Awan panas kedua pukul 11.24 WIB  di  sesmograf  dengan amplitudo 50 mm, durasi 177 detik. Awan panas ketiga  pukul 11.37 WIB  di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 88 detik.

&amp;ldquo;Jarak luncur awan panas pertama dan kedua  antara  1500-2000 m   ke arah barat daya. Arah angin ke timur. Awan panas ketiga  jarak luncur 1000 m  ke arah barat daya,&amp;rdquo;  kata petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPPTKG,  Triyono, Jumat malam (6/8/2021).

Adanya awan panas ini dilaporkan terjadi hujan abu tipis di lerang Merapi wilauah Sleman dan Klaten. Di antaranya di  Turi, Tempel, Kaliurang dan Ngrangkah, Pakem, Sleman serta Jalan sekitar Balerante, Klaten.

Pada periode  pukul 00.00 WIB-18.00 WIB teramati 27 luncuran lava pajar dengan jarak luncur 1200 m-2000 m ke arah barat daya da  pukul 06.00 WIB-12.00 WIB dua kali terdengar suara guguran dari pos Babadan

BPPTKG juga mencatat terjadi gempa guguran 191 kali, gempa hembusan  24 kali, gempa fase banyak atau hybrid 232 kali dan gempa vulkanik  dangkal 63 kali.

&amp;ldquo;Aktivitas vulkanik Gunung Merpai masih cukup tonggi, berupa aktivtas  erupsi erfusif. Status aktivitas ditetapkan dalam level III atau tingat  siaga,&amp;rdquo; terangnya

Potensi bahaya saat  ini berupa guguran lava dan awan panas pada  sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro.  Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak,  Bebeng, dan Putih.

&amp;ldquo;Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik  saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari  puncak,&amp;rdquo; paparnya.


</description><content:encoded>SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolai dan Klaten Jawa Tengah (Jateng) hingga Jumat sore (6/8/2021) masih terus berlangsung. Yakni berupa awan panas dan lava pijar. Bahkan paska awan panas terjadi hujan abu tipis di lereng Merapi wilayah Sleman dan Klaten.

Balai Penyelidikan  dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan  Geologi (BPPTKG) mencatat semburan awan panas atau yang  biasa disebut wedus gembel sebanyak tiga kali. Awan panas pertama pukul 11.22 WIB di sesmograf dengan amplitudo 45 mm, durasi 118. Awan panas kedua pukul 11.24 WIB  di  sesmograf  dengan amplitudo 50 mm, durasi 177 detik. Awan panas ketiga  pukul 11.37 WIB  di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 88 detik.

&amp;ldquo;Jarak luncur awan panas pertama dan kedua  antara  1500-2000 m   ke arah barat daya. Arah angin ke timur. Awan panas ketiga  jarak luncur 1000 m  ke arah barat daya,&amp;rdquo;  kata petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPPTKG,  Triyono, Jumat malam (6/8/2021).

Adanya awan panas ini dilaporkan terjadi hujan abu tipis di lerang Merapi wilauah Sleman dan Klaten. Di antaranya di  Turi, Tempel, Kaliurang dan Ngrangkah, Pakem, Sleman serta Jalan sekitar Balerante, Klaten.

Pada periode  pukul 00.00 WIB-18.00 WIB teramati 27 luncuran lava pajar dengan jarak luncur 1200 m-2000 m ke arah barat daya da  pukul 06.00 WIB-12.00 WIB dua kali terdengar suara guguran dari pos Babadan

BPPTKG juga mencatat terjadi gempa guguran 191 kali, gempa hembusan  24 kali, gempa fase banyak atau hybrid 232 kali dan gempa vulkanik  dangkal 63 kali.

&amp;ldquo;Aktivitas vulkanik Gunung Merpai masih cukup tonggi, berupa aktivtas  erupsi erfusif. Status aktivitas ditetapkan dalam level III atau tingat  siaga,&amp;rdquo; terangnya

Potensi bahaya saat  ini berupa guguran lava dan awan panas pada  sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro.  Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak,  Bebeng, dan Putih.

&amp;ldquo;Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik  saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari  puncak,&amp;rdquo; paparnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
