<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dalam 12 Jam Merapi Luncurkan 27 Kali Lava Pijar Sejauh 1,5 Km</title><description>Semburan awan panas atau yang biasa disebut wedus gembel dan luncuran lava pijar terus terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/07/510/2452469/dalam-12-jam-merapi-luncurkan-27-kali-lava-pijar-sejauh-1-5-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/07/510/2452469/dalam-12-jam-merapi-luncurkan-27-kali-lava-pijar-sejauh-1-5-km"/><item><title>Dalam 12 Jam Merapi Luncurkan 27 Kali Lava Pijar Sejauh 1,5 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/07/510/2452469/dalam-12-jam-merapi-luncurkan-27-kali-lava-pijar-sejauh-1-5-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/07/510/2452469/dalam-12-jam-merapi-luncurkan-27-kali-lava-pijar-sejauh-1-5-km</guid><pubDate>Sabtu 07 Agustus 2021 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/07/510/2452469/dalam-12-jam-merapi-luncurkan-27-kali-lava-pijar-sejauh-1-5-km-tIgkF5Oty5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi. (Foto: Ilustrasi/Dok BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/07/510/2452469/dalam-12-jam-merapi-luncurkan-27-kali-lava-pijar-sejauh-1-5-km-tIgkF5Oty5.jpg</image><title>Gunung Merapi. (Foto: Ilustrasi/Dok BPPTKG)</title></images><description>SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten Jawa Tengah hingga Sabtu  (7/8/2021) masih berlangsung.&amp;nbsp;Semburan awan panas atau yang biasa disebut wedus gembel dan luncuran lava pijar terus terjadi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi&amp;nbsp; Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, awan panas terjadi pukul 14.35 WIB di seismogram dengan amplitudo 48 mm dan durasi 182 detik.&amp;nbsp;Jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya.
BPPTKG juga mencatat, pada periode pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi 27 kali luncuran lava pijar. Rinciannya 21 kali pada periode pukul 00.00 WIB-06.00 WIB dengan jarak luncur 1500 m dan enam kali pada periode 06.00 WIB-12.00 WIB. Jarak luncur 800 m-1200 m.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua luncuran lava pijar mengarah ke barat daya,&amp;rdquo; kata penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BBPTKG, Alzwar Nurmanaji, Sabtu (7/8/2021).&amp;nbsp;
Pada pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi gempa guguran sebanyak 100 kali, gempa hembusan 15 kali, gempa fase banyak atau hybrid 153 kali dan gempa vulkanik dangkal 34 kali. Secara visual gunug jelas,&amp;nbsp;asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 500 m di atas puncak kawah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 21-29 &amp;deg;C, kelembaban udara 54-76 %, dan tekanan udara 565-719 mmHg.&amp;nbsp;Cuaca cerah dan berawan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Gunung Merapi Alami 54 Kali Gempa Guguran
&amp;ldquo;Aktivitas vulkanik Gunung&amp;nbsp; Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam level III atau tingkat Siaga,&amp;rdquo; paparnya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara&amp;ndash;Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.&amp;nbsp;



</description><content:encoded>SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten Jawa Tengah hingga Sabtu  (7/8/2021) masih berlangsung.&amp;nbsp;Semburan awan panas atau yang biasa disebut wedus gembel dan luncuran lava pijar terus terjadi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi&amp;nbsp; Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, awan panas terjadi pukul 14.35 WIB di seismogram dengan amplitudo 48 mm dan durasi 182 detik.&amp;nbsp;Jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya.
BPPTKG juga mencatat, pada periode pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi 27 kali luncuran lava pijar. Rinciannya 21 kali pada periode pukul 00.00 WIB-06.00 WIB dengan jarak luncur 1500 m dan enam kali pada periode 06.00 WIB-12.00 WIB. Jarak luncur 800 m-1200 m.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua luncuran lava pijar mengarah ke barat daya,&amp;rdquo; kata penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BBPTKG, Alzwar Nurmanaji, Sabtu (7/8/2021).&amp;nbsp;
Pada pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi gempa guguran sebanyak 100 kali, gempa hembusan 15 kali, gempa fase banyak atau hybrid 153 kali dan gempa vulkanik dangkal 34 kali. Secara visual gunug jelas,&amp;nbsp;asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 500 m di atas puncak kawah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 21-29 &amp;deg;C, kelembaban udara 54-76 %, dan tekanan udara 565-719 mmHg.&amp;nbsp;Cuaca cerah dan berawan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Gunung Merapi Alami 54 Kali Gempa Guguran
&amp;ldquo;Aktivitas vulkanik Gunung&amp;nbsp; Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam level III atau tingkat Siaga,&amp;rdquo; paparnya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara&amp;ndash;Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.&amp;nbsp;



</content:encoded></item></channel></rss>
