<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Instruksikan Kepala Daerah : Dapat Vaksin Langsung Suntikkan ke Masyarakat </title><description>Jokowi menginstruksikan kepala daerah untuk segera menyuntikkan vaksin ke masyarakat begitu mendapatkan kiriman dari pusat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/08/337/2452554/presiden-jokowi-instruksikan-kepala-daerah-dapat-vaksin-langsung-suntikkan-ke-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/08/337/2452554/presiden-jokowi-instruksikan-kepala-daerah-dapat-vaksin-langsung-suntikkan-ke-masyarakat"/><item><title>Presiden Jokowi Instruksikan Kepala Daerah : Dapat Vaksin Langsung Suntikkan ke Masyarakat </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/08/337/2452554/presiden-jokowi-instruksikan-kepala-daerah-dapat-vaksin-langsung-suntikkan-ke-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/08/337/2452554/presiden-jokowi-instruksikan-kepala-daerah-dapat-vaksin-langsung-suntikkan-ke-masyarakat</guid><pubDate>Minggu 08 Agustus 2021 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/08/337/2452554/presiden-jokowi-instruksikan-kepala-daerah-dapat-vaksin-langsung-suntikkan-ke-masyarakat-LczTdy7uXf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (tangkapan layar Youtube Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/08/337/2452554/presiden-jokowi-instruksikan-kepala-daerah-dapat-vaksin-langsung-suntikkan-ke-masyarakat-LczTdy7uXf.jpeg</image><title>Presiden Jokowi (tangkapan layar Youtube Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepala daerah untuk segera menyuntikkan vaksin ke masyarakat begitu mendapatkan kiriman dari pusat. Jangan sampai stok vaksin terlalu lama disimpan.

&quot;Vaksin ada jangan sampai kalau gubernur mendapat vaksin, bupati, dan wali kota jangan biarkan vaksin itu berhenti sehari-dua hari,&quot; kata Jokowi, mengutip Youtube Setrpes, Minggu (8/8/2021).

Kepala Negara melanjutkan, jika nantnya stok vaksin habis, pemda bisa langsung memintanya kepada pusat.

&quot;Langsung suntikan kepada masyarakat habis, minta pusat lagi jangan ada stok vaksin terlalu lama, baik di Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas,&quot; tuturnya.

Jokowi mengatakan, kecepatan vaksinasi merupakan kunci untuk mengendalikan pandemi. Jokowi mengatakan, seluruh negara di dunia telah melakukan percepatan vaksinasi.

&quot;Semua negara melakukan itu dan kita juga harus melakukan dengan kecepatan,&quot; ujarnya.

Selain vaksinasi, ada 3 langkah lain untuk mengendalikan kasus lonjakan kasus virus corona. Ketiganya adalah penurunan mobilitas, testing dan tracing, serta penambahan ruangan isolasi terpusat (isoter).

Saat ini, sejumlah provinsi di luar Jawa-Bali mengalami kenaikan kasus Covid-19 berdasarkan data terkini.

&quot;Selama dua minggu terakhir ini saya melihat tanggal 25 Juli 2021 di luar Jawa-Bali berkontribusi 13.200 kasus atau 34% dari kasus baru secara nasional. Tetapi lihat per 1 Agustus naik menjadi 13.589 atau 44% dari total kasus baru secara nasional,&quot; ujar Presiden Jokowi.

Dalam paparannya Presiden Jokowi menyampaikan setidaknya ada lima provinsi yang mengalami kenaikan kasus, yaitu Kalimantan Timur (Kaltim), Sumatera Utara (Sumut) Papua, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Riau.

&quot;Saya melihat ini angka-angka hati-hati ini yang 5 provinsi yang tinggi-tinggi 5 Agustus kemarin, Kaltim, kasus aktif yang ada 22.529 kasus, Sumut 21.876 kasus, Papua 14.989 kasus, Sumbar 14.496 kasus, Kepulauan Riau 13.958 kasus itu hari kamis,&quot; tuturnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepala daerah untuk segera menyuntikkan vaksin ke masyarakat begitu mendapatkan kiriman dari pusat. Jangan sampai stok vaksin terlalu lama disimpan.

&quot;Vaksin ada jangan sampai kalau gubernur mendapat vaksin, bupati, dan wali kota jangan biarkan vaksin itu berhenti sehari-dua hari,&quot; kata Jokowi, mengutip Youtube Setrpes, Minggu (8/8/2021).

Kepala Negara melanjutkan, jika nantnya stok vaksin habis, pemda bisa langsung memintanya kepada pusat.

&quot;Langsung suntikan kepada masyarakat habis, minta pusat lagi jangan ada stok vaksin terlalu lama, baik di Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas,&quot; tuturnya.

Jokowi mengatakan, kecepatan vaksinasi merupakan kunci untuk mengendalikan pandemi. Jokowi mengatakan, seluruh negara di dunia telah melakukan percepatan vaksinasi.

&quot;Semua negara melakukan itu dan kita juga harus melakukan dengan kecepatan,&quot; ujarnya.

Selain vaksinasi, ada 3 langkah lain untuk mengendalikan kasus lonjakan kasus virus corona. Ketiganya adalah penurunan mobilitas, testing dan tracing, serta penambahan ruangan isolasi terpusat (isoter).

Saat ini, sejumlah provinsi di luar Jawa-Bali mengalami kenaikan kasus Covid-19 berdasarkan data terkini.

&quot;Selama dua minggu terakhir ini saya melihat tanggal 25 Juli 2021 di luar Jawa-Bali berkontribusi 13.200 kasus atau 34% dari kasus baru secara nasional. Tetapi lihat per 1 Agustus naik menjadi 13.589 atau 44% dari total kasus baru secara nasional,&quot; ujar Presiden Jokowi.

Dalam paparannya Presiden Jokowi menyampaikan setidaknya ada lima provinsi yang mengalami kenaikan kasus, yaitu Kalimantan Timur (Kaltim), Sumatera Utara (Sumut) Papua, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Riau.

&quot;Saya melihat ini angka-angka hati-hati ini yang 5 provinsi yang tinggi-tinggi 5 Agustus kemarin, Kaltim, kasus aktif yang ada 22.529 kasus, Sumut 21.876 kasus, Papua 14.989 kasus, Sumbar 14.496 kasus, Kepulauan Riau 13.958 kasus itu hari kamis,&quot; tuturnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
