<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Ingatkan Angka Penularan Covid-19 Harian Masih Tinggi, Jangan Lengah!</title><description>Wiku Adisasmito mengatakan, pada pekan ini terjadi penurunan kasus positif sebesar 48.256.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/10/337/2453861/satgas-ingatkan-angka-penularan-covid-19-harian-masih-tinggi-jangan-lengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/10/337/2453861/satgas-ingatkan-angka-penularan-covid-19-harian-masih-tinggi-jangan-lengah"/><item><title>Satgas Ingatkan Angka Penularan Covid-19 Harian Masih Tinggi, Jangan Lengah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/10/337/2453861/satgas-ingatkan-angka-penularan-covid-19-harian-masih-tinggi-jangan-lengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/10/337/2453861/satgas-ingatkan-angka-penularan-covid-19-harian-masih-tinggi-jangan-lengah</guid><pubDate>Selasa 10 Agustus 2021 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/10/337/2453861/satgas-ingatkan-angka-penularan-covid-19-harian-masih-tinggi-jangan-lengah-s1HZLkhJSi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/10/337/2453861/satgas-ingatkan-angka-penularan-covid-19-harian-masih-tinggi-jangan-lengah-s1HZLkhJSi.jpg</image><title>Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pada pekan ini terjadi penurunan kasus positif sebesar&amp;nbsp;48.256. Namun capaian ini jangan sampai lengah, karena faktanya angka penularan harian masih cukup tinggi.
Atas kondisi itulah, pemerintah memutuskan tetap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di Jawa-Bali maupun daerah non Jawa-Bali. Kebijakan ini diharapkan dapat melandaikan kasus Covid-19.
&quot;Pada kasus positif mingguan di Minggu ini terjadi penurunan kasus dari Minggu sebelumnya, 273.891 menjadi 225.635 atau turun sebesar 48.256 kasus. Penurunan kasus positif di minggu ini menandakan terjadi penurunan kasus selama tiga minggu berturut-turut,&quot; kata Wiku, Selasa (10/8/2021).
Wiku ingin penurunan kasus positif nasional dapat terus dipertahankan. Kepala daerah diminta untuk terus berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memantau kesiapan menuju pembukaan sejumlah sektor secara bertahap. Namun demikian, pelaksanaan PPKM yang masih berlangsung harus dievaluasi tiap minggunya agar bisa efektif menekan jumlah kasus.
Baca juga:&amp;nbsp;Masuk Mal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Satgas: Kita Tak Menutup Mata Kondisi di Lapangan
Lebih lanjut, Wiku mengatakan bahwa penurunan kasus positif mingguan harus diikuti dengan penurunan positivity rate dan peningkatan jumlah testing, sebagaimana ketentuan Badan Kesehatan Dunia alias WHO. Ia juga menginformasikan bahwa angka penularan harian masih terbilang tinggi kendati terjadi penurunan kasus mingguan secara nasional.
&quot;Pemerintah tetap perlu melanjutkan PPKM Level 4 hingga 2 karena meskipun kasus turun, jumlah kasus harian masih terbilang tinggi, jika dibandingkan dengan sebelum terjadi lonjakan kasus. Kasus harian kita berkisar 5 ribu sampai 7 ribu kasus, sedangkan saat ini masih berada di angka 20 ribu sampai dengan 40 ribu. Pekerjaan besar kita terus menurunkan angka ini yang masih harus terus diupayakan,&quot; tutup Wiku.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pada pekan ini terjadi penurunan kasus positif sebesar&amp;nbsp;48.256. Namun capaian ini jangan sampai lengah, karena faktanya angka penularan harian masih cukup tinggi.
Atas kondisi itulah, pemerintah memutuskan tetap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di Jawa-Bali maupun daerah non Jawa-Bali. Kebijakan ini diharapkan dapat melandaikan kasus Covid-19.
&quot;Pada kasus positif mingguan di Minggu ini terjadi penurunan kasus dari Minggu sebelumnya, 273.891 menjadi 225.635 atau turun sebesar 48.256 kasus. Penurunan kasus positif di minggu ini menandakan terjadi penurunan kasus selama tiga minggu berturut-turut,&quot; kata Wiku, Selasa (10/8/2021).
Wiku ingin penurunan kasus positif nasional dapat terus dipertahankan. Kepala daerah diminta untuk terus berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memantau kesiapan menuju pembukaan sejumlah sektor secara bertahap. Namun demikian, pelaksanaan PPKM yang masih berlangsung harus dievaluasi tiap minggunya agar bisa efektif menekan jumlah kasus.
Baca juga:&amp;nbsp;Masuk Mal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Satgas: Kita Tak Menutup Mata Kondisi di Lapangan
Lebih lanjut, Wiku mengatakan bahwa penurunan kasus positif mingguan harus diikuti dengan penurunan positivity rate dan peningkatan jumlah testing, sebagaimana ketentuan Badan Kesehatan Dunia alias WHO. Ia juga menginformasikan bahwa angka penularan harian masih terbilang tinggi kendati terjadi penurunan kasus mingguan secara nasional.
&quot;Pemerintah tetap perlu melanjutkan PPKM Level 4 hingga 2 karena meskipun kasus turun, jumlah kasus harian masih terbilang tinggi, jika dibandingkan dengan sebelum terjadi lonjakan kasus. Kasus harian kita berkisar 5 ribu sampai 7 ribu kasus, sedangkan saat ini masih berada di angka 20 ribu sampai dengan 40 ribu. Pekerjaan besar kita terus menurunkan angka ini yang masih harus terus diupayakan,&quot; tutup Wiku.</content:encoded></item></channel></rss>
