<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Sampaikan Solusi agar Jakarta Tak Tenggelam</title><description>Prediksi Jakarta tenggelam, kata dia, semakin dibahas saat terfoto oleh satelit NASA pada tanggal 12 Mei 2021.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/10/338/2453895/anies-sampaikan-solusi-agar-jakarta-tak-tenggelam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/10/338/2453895/anies-sampaikan-solusi-agar-jakarta-tak-tenggelam"/><item><title>Anies Sampaikan Solusi agar Jakarta Tak Tenggelam</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/10/338/2453895/anies-sampaikan-solusi-agar-jakarta-tak-tenggelam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/10/338/2453895/anies-sampaikan-solusi-agar-jakarta-tak-tenggelam</guid><pubDate>Selasa 10 Agustus 2021 22:29 WIB</pubDate><dc:creator>Komaruddin Bagja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/10/338/2453895/anies-sampaikan-solusi-agar-jakarta-tak-tenggelam-dOM3NP2Q1b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/10/338/2453895/anies-sampaikan-solusi-agar-jakarta-tak-tenggelam-dOM3NP2Q1b.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons pidato Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan.
Anies pun menyampaikan sejumlah solusi yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta agar Ibu Kota tidak tenggelam oleh air pasang laut.
&quot;Di Jakarta kami ada (program) dua P. People dan planet. Dua ini selaras di pusat kebijakan. Jadi keadilan sosial dan keadilan ekologis adalah semangat yang terus menjiwai semua kebijakan di Jakarta,&quot; kata Anies dalam webinar bersama Alumni ITB bertajuk 'Jakarta Tenggelam', Selasa (10/8/2021).
Anies melanjutkan bahwa salah satu program tersebut seperti membangun transportasi publik yang lebih baik, memprioritaskan pejalan kaki yang ramah lingkungan daripada kendaraan pribadi yang memproduksi gas rumah kaca, hingga mengadakan sejumlah diskusi tentang Jakarta Tenggelam people dan planet.
Baca juga:&amp;nbsp;Biden Sebut Jakarta Akan Tenggelam, Anies: Amerika Sedang Pertaubatan Paradigmatik
Menurut dia, prediksi Jakarta akan tenggelam bukan pembahasan yang baru. Prediksi Jakarta tenggelam, kata dia, semakin dibahas saat terfoto oleh satelit NASA pada tanggal 12 Mei 2021.
&quot;Ini alarm kita harus meletakan pada prioritas. Jakarta tenggelam tidak hanya dikarenakan naiknya permukaan air laut seperti yang diperbincangkan oleh Joe Biden tapi juga penurunan muka tanah,&quot; lanjut dia.
Mantan Mendikbud itu mengungkapkan bahwa sejumlah studi telah mencatat bahwa terjadi penurunan tanah di hampir seluruh wilayah di Jakarta. Sehingga, kata Anies, ada dua masalah sekaligus yakni permukaan air laut naik dan permukaan tanah yang turun.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Sebut Jakarta Akan Tenggelam, DPRD DKI: Kita Harus AntisipasiPenelitian dari ilmuwan penginderaan jauh di East China Normal University, Dhritiraj Sengupta ini menunjukkan penurunan muka tanah di pulau artificial itu berlangsung lebih cepat dibandingkan daratan Jakarta.
Misalnya penurunan muka tanah Jakarta Utara sekitar puluhan milimeter per tahun, sedangkan di pulau artificial atau reklamasi berlangsung lebih dari 80 mm per tahun.
&quot;Ini adalah fakta yang membuat kita makin yakin menghentikan tidak meneruskan reklamasi adalah langkah yang tepat untuk mengurangi dampak naiknya permukaan air laut,&quot; terangnya.
Anies membeberkan bahwa dalam laporan penurunan muka tanah yang disampaikan JICA, terjadi perlambatan penurunan muka tanah dari ekstraksi kebijakan penggunaan air tanah di Jakarta.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Bilang Jakarta Akan Tenggelam, Megawati: Saya Sudah Ngomong dari Zaman Sutiyoso
Berdasarkan data terebut, penurunan muka tanah terjadi sangat cepat mencapai 22 mm per tahun di Jakarta Utara pada 2007. Kemudian, penurunan berhasil dikurangi 2 mm per tahun lewat stasiun pengurukan lanscape swaden.
Anies menyampaikan, pihaknya punya dua hal dalam mengatasi naiknya permukaan air laut dan turunnya permukaan tanah. Pertama, Pemprov DKI selalu menggunakan lagkah ilmiah, dan kedua memprioritaskan keadilan sosial dan kelestarian alam.
&quot;Jadi gunakan bukti ilmiah dan prioritas nya sustainability and social justice,&quot; tegas dia.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ini Komentar Para Tokoh

Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan kementerian ESDM dan JICA dengan membangun sistem informasi Monitoring Air Tanah dan Subsiden (MONAS).
Kerja sama ini, lanjut Anies, dengan memonitor cekungan air di Jakarta. Lalu sistem informasi ini akan emberikan data terbaru.
&quot;Data dari JICA penurunan muka tanah tidak hanya terjadi di pesisir tapi juga selatan Jakarta. Sehingga penyelesaian tidak hanya mengandalkan pada pembangunan tanggul, itu bukan satu-satunya jurus ampuh. Kita juga harus menggunakan jurus kedua mengurangi penyedotan air tanah yang memberikan dampak pada pelambatan subsiden di tanggulnya ada. Itu bukan peluru utama kita harus pastikan penyedotan air berkurang,&quot; jelas mantan Rektor Paramadina itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Biden Sebut 10 Tahun Lagi Jakarta Tenggelam, MUI : Jangan Anggap Enteng
Anies menerangkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong PAM Jaya untuk memperbaiki ekstraksi air tanah yang masif dengan mengganti pemipaan.
Pemprov DKI Jakarta akan mengurangi pemakaian air tanah dengan membangun kios air untuk membangun akses warga mendapatkan air bersih. Selain itu, Anies juga melarang gedung-gedung menyedot air tanah secara sembarangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pakar Geolog Ungkap Kajian Mengejutkan
&quot;Kami inspeksi seluruh gedung di jalan Sudirman Thamrin seluruh gedung diperiksa saya lupa angka persisnya tapi kurang dari 5 yang menaati aturan tentang air. Sekarang yang raksasa berhadapan dengan aturan hukum. Melanggar aturan hukum ada dua karena kebutuhan dan karena keserakahan dan penyedotan air di gedung tinggi karena keserakahan,&quot; kata dia.

Anies menegaskan bahwa pihaknya akan serius dalam menegakkan hukum kepada gedung yang sembarangan dalam menyedo air tanah Jakarta. Dia juga akan menambah jumlah sumur resapan sebagai tempat untuk menampung air.
Sedangkan dalam jurnal Hiroshi Takagi dari Tokyo insitut dan teknologi Jakarta menyimpulkan DKI Jakarta harus serius dalam menyelesaikan persoalan penurunan tanah. Sehingga tanggul pantai yang saat ini dikerjakan dan mengurangi penggunaan air tanah akan terus dikerjakan guna mencegah Jakarta tenggelam.
&quot;Kalau kita perhatikan, dampak dari tanggul yang punya tinggi 1 atau 3 meter tidak memiliki efek yang terlalu jauh. Di sisi lain, kita harus mengawal Langkah yang dilakukan dari 2007-2021 kita harus jaga pengurangan pengambilan air tanah, memastikan bahwa lanscape subsiden juga terkendali,&quot; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Bantah Ucapan Joe Biden, Wagub DKI: Insya Allah Jakarta Tak Akan Tenggelam
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons pidato Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan.
Anies pun menyampaikan sejumlah solusi yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta agar Ibu Kota tidak tenggelam oleh air pasang laut.
&quot;Di Jakarta kami ada (program) dua P. People dan planet. Dua ini selaras di pusat kebijakan. Jadi keadilan sosial dan keadilan ekologis adalah semangat yang terus menjiwai semua kebijakan di Jakarta,&quot; kata Anies dalam webinar bersama Alumni ITB bertajuk 'Jakarta Tenggelam', Selasa (10/8/2021).
Anies melanjutkan bahwa salah satu program tersebut seperti membangun transportasi publik yang lebih baik, memprioritaskan pejalan kaki yang ramah lingkungan daripada kendaraan pribadi yang memproduksi gas rumah kaca, hingga mengadakan sejumlah diskusi tentang Jakarta Tenggelam people dan planet.
Baca juga:&amp;nbsp;Biden Sebut Jakarta Akan Tenggelam, Anies: Amerika Sedang Pertaubatan Paradigmatik
Menurut dia, prediksi Jakarta akan tenggelam bukan pembahasan yang baru. Prediksi Jakarta tenggelam, kata dia, semakin dibahas saat terfoto oleh satelit NASA pada tanggal 12 Mei 2021.
&quot;Ini alarm kita harus meletakan pada prioritas. Jakarta tenggelam tidak hanya dikarenakan naiknya permukaan air laut seperti yang diperbincangkan oleh Joe Biden tapi juga penurunan muka tanah,&quot; lanjut dia.
Mantan Mendikbud itu mengungkapkan bahwa sejumlah studi telah mencatat bahwa terjadi penurunan tanah di hampir seluruh wilayah di Jakarta. Sehingga, kata Anies, ada dua masalah sekaligus yakni permukaan air laut naik dan permukaan tanah yang turun.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Sebut Jakarta Akan Tenggelam, DPRD DKI: Kita Harus AntisipasiPenelitian dari ilmuwan penginderaan jauh di East China Normal University, Dhritiraj Sengupta ini menunjukkan penurunan muka tanah di pulau artificial itu berlangsung lebih cepat dibandingkan daratan Jakarta.
Misalnya penurunan muka tanah Jakarta Utara sekitar puluhan milimeter per tahun, sedangkan di pulau artificial atau reklamasi berlangsung lebih dari 80 mm per tahun.
&quot;Ini adalah fakta yang membuat kita makin yakin menghentikan tidak meneruskan reklamasi adalah langkah yang tepat untuk mengurangi dampak naiknya permukaan air laut,&quot; terangnya.
Anies membeberkan bahwa dalam laporan penurunan muka tanah yang disampaikan JICA, terjadi perlambatan penurunan muka tanah dari ekstraksi kebijakan penggunaan air tanah di Jakarta.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Bilang Jakarta Akan Tenggelam, Megawati: Saya Sudah Ngomong dari Zaman Sutiyoso
Berdasarkan data terebut, penurunan muka tanah terjadi sangat cepat mencapai 22 mm per tahun di Jakarta Utara pada 2007. Kemudian, penurunan berhasil dikurangi 2 mm per tahun lewat stasiun pengurukan lanscape swaden.
Anies menyampaikan, pihaknya punya dua hal dalam mengatasi naiknya permukaan air laut dan turunnya permukaan tanah. Pertama, Pemprov DKI selalu menggunakan lagkah ilmiah, dan kedua memprioritaskan keadilan sosial dan kelestarian alam.
&quot;Jadi gunakan bukti ilmiah dan prioritas nya sustainability and social justice,&quot; tegas dia.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ini Komentar Para Tokoh

Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan kementerian ESDM dan JICA dengan membangun sistem informasi Monitoring Air Tanah dan Subsiden (MONAS).
Kerja sama ini, lanjut Anies, dengan memonitor cekungan air di Jakarta. Lalu sistem informasi ini akan emberikan data terbaru.
&quot;Data dari JICA penurunan muka tanah tidak hanya terjadi di pesisir tapi juga selatan Jakarta. Sehingga penyelesaian tidak hanya mengandalkan pada pembangunan tanggul, itu bukan satu-satunya jurus ampuh. Kita juga harus menggunakan jurus kedua mengurangi penyedotan air tanah yang memberikan dampak pada pelambatan subsiden di tanggulnya ada. Itu bukan peluru utama kita harus pastikan penyedotan air berkurang,&quot; jelas mantan Rektor Paramadina itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Biden Sebut 10 Tahun Lagi Jakarta Tenggelam, MUI : Jangan Anggap Enteng
Anies menerangkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong PAM Jaya untuk memperbaiki ekstraksi air tanah yang masif dengan mengganti pemipaan.
Pemprov DKI Jakarta akan mengurangi pemakaian air tanah dengan membangun kios air untuk membangun akses warga mendapatkan air bersih. Selain itu, Anies juga melarang gedung-gedung menyedot air tanah secara sembarangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pakar Geolog Ungkap Kajian Mengejutkan
&quot;Kami inspeksi seluruh gedung di jalan Sudirman Thamrin seluruh gedung diperiksa saya lupa angka persisnya tapi kurang dari 5 yang menaati aturan tentang air. Sekarang yang raksasa berhadapan dengan aturan hukum. Melanggar aturan hukum ada dua karena kebutuhan dan karena keserakahan dan penyedotan air di gedung tinggi karena keserakahan,&quot; kata dia.

Anies menegaskan bahwa pihaknya akan serius dalam menegakkan hukum kepada gedung yang sembarangan dalam menyedo air tanah Jakarta. Dia juga akan menambah jumlah sumur resapan sebagai tempat untuk menampung air.
Sedangkan dalam jurnal Hiroshi Takagi dari Tokyo insitut dan teknologi Jakarta menyimpulkan DKI Jakarta harus serius dalam menyelesaikan persoalan penurunan tanah. Sehingga tanggul pantai yang saat ini dikerjakan dan mengurangi penggunaan air tanah akan terus dikerjakan guna mencegah Jakarta tenggelam.
&quot;Kalau kita perhatikan, dampak dari tanggul yang punya tinggi 1 atau 3 meter tidak memiliki efek yang terlalu jauh. Di sisi lain, kita harus mengawal Langkah yang dilakukan dari 2007-2021 kita harus jaga pengurangan pengambilan air tanah, memastikan bahwa lanscape subsiden juga terkendali,&quot; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Bantah Ucapan Joe Biden, Wagub DKI: Insya Allah Jakarta Tak Akan Tenggelam
</content:encoded></item></channel></rss>
