<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berteduh di Gubuk Persawahan, Dua Warga Tewas Tersambar Petir</title><description>Diketahui kedua korban bekerja merawat dan memanen buah cabai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/10/608/2453366/berteduh-di-gubuk-persawahan-dua-warga-tewas-tersambar-petir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/10/608/2453366/berteduh-di-gubuk-persawahan-dua-warga-tewas-tersambar-petir"/><item><title>Berteduh di Gubuk Persawahan, Dua Warga Tewas Tersambar Petir</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/10/608/2453366/berteduh-di-gubuk-persawahan-dua-warga-tewas-tersambar-petir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/10/608/2453366/berteduh-di-gubuk-persawahan-dua-warga-tewas-tersambar-petir</guid><pubDate>Selasa 10 Agustus 2021 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Robert Fernando H Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/10/608/2453366/berteduh-di-gubuk-persawahan-dua-warga-tewas-tersambar-petir-NESO6BMCee.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/10/608/2453366/berteduh-di-gubuk-persawahan-dua-warga-tewas-tersambar-petir-NESO6BMCee.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>TAPANULI UTARA - Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Senin 9 Agustus 2021, sekitar Pukul 15.00 WIB, memakan korban dua orang penduduk Dusun Bintang Maratur, Desa Hutatoruan I, Tarutung.

Kedua korban meninggal, yakni Jakson Parlaungan Pasaribu (32) dan Edison Parulian Mendrofa (39). Diketahui kedua korban bekerja merawat dan memanen buah cabai.

Karena turun hujan lebat, kedua korban berteduh di gubuk kecil di area persawahan. Diduga, kedua korban tersambar petir sekitar Pukul 15.30 WIB.

Sekretaris Desa Hutatoruan I, Anto Lumbantobing (40), menerangkan, kedua korban diketahui tersambar petir, berawal dari Timour Boru Hutauruk ibu kandung korban meninggal Jakson Pasaribu.

&quot;Area pertanaman cabai pada area persawahan itu terletak tidak jauh dari belakang rumah tinggal korban meninggal Jakson Pasaribu. Begitu turun hujan disertai gemuruh petir, Timour Boru Pasaribu sudah memanggil-manggil anaknya Jakson Pasaribu agar meninggalkan area persawahan,&quot;terang Anto Lumbantobing kepada Okezone, Senin 9/8/2021).

Anto Lumbantobing menjelaskan, saat korban dipanggil ibunya, korban tidak menyahut. Begitu hujan reda, ibu korban bergegas ke area persawahan, ibu korban histeris memanggil penduduk kampung untuk menolong anaknya yang tersambar petir.

&quot;Penduduk spontan memberikan pertolongan dengan memasukan kedua korban ke dalam sawah yang berlumpur. Namun usaha itu tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua korban. Mungkin, kedua korban terlambat diberikan pertolongan, karena memang tidak ada yang melihat keduanya tersambar petir,&quot;ungkap Anton Lumbantobing.

Upaya pertolongan pertama, sebut Anton sudah dilakukan penduduk dengan membalurkan lumpur ke seluruh badan kedua korban. Dan untuk selanjutnya kedua korban dievakuasi ke RSUD Tarurung. Dan pihak RSUD menyatakan keduanya telah meninggal.


Jakson Pasaribu, ujar Anton Lumbantobing, masih lajang. Dan Jakson  Pasaribu diketahui di lahan sendiri sebelum kejadian, bekerja merawat  tanaman cabainya.

Sedangkan korban Edison Mandrofa, pungkas Anton Lumbantobing,  beristrikan Boru Simarmata, dianugrahi dua orang anak. Diketahui korban  sebelum kejadian memanen atau memetik buah cabai miliknya sendiri.

Pantau Okezone di rumah duka di Dusun Bintang Maratur, Desa  Hutatoruan I, Tarutung, Tapanuli Utara, ibu kandung korban Jakson  Pasaribu dan keluarga menangis sejadi-jadinya. Begitu pula dengan istri  korban Edison Mandrofa dan anaknya yang masih kecil terlihat hanya diam  berbaring menatap sang ayah yang tertidur pucat dan kaku.

Pun masyarakat terlihat begitu ramai melayat ke rumah duka, sebab  kedua korban masih tetangga satu Dusun yang berjarak hanya sekitar 50  meter.
</description><content:encoded>TAPANULI UTARA - Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Senin 9 Agustus 2021, sekitar Pukul 15.00 WIB, memakan korban dua orang penduduk Dusun Bintang Maratur, Desa Hutatoruan I, Tarutung.

Kedua korban meninggal, yakni Jakson Parlaungan Pasaribu (32) dan Edison Parulian Mendrofa (39). Diketahui kedua korban bekerja merawat dan memanen buah cabai.

Karena turun hujan lebat, kedua korban berteduh di gubuk kecil di area persawahan. Diduga, kedua korban tersambar petir sekitar Pukul 15.30 WIB.

Sekretaris Desa Hutatoruan I, Anto Lumbantobing (40), menerangkan, kedua korban diketahui tersambar petir, berawal dari Timour Boru Hutauruk ibu kandung korban meninggal Jakson Pasaribu.

&quot;Area pertanaman cabai pada area persawahan itu terletak tidak jauh dari belakang rumah tinggal korban meninggal Jakson Pasaribu. Begitu turun hujan disertai gemuruh petir, Timour Boru Pasaribu sudah memanggil-manggil anaknya Jakson Pasaribu agar meninggalkan area persawahan,&quot;terang Anto Lumbantobing kepada Okezone, Senin 9/8/2021).

Anto Lumbantobing menjelaskan, saat korban dipanggil ibunya, korban tidak menyahut. Begitu hujan reda, ibu korban bergegas ke area persawahan, ibu korban histeris memanggil penduduk kampung untuk menolong anaknya yang tersambar petir.

&quot;Penduduk spontan memberikan pertolongan dengan memasukan kedua korban ke dalam sawah yang berlumpur. Namun usaha itu tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua korban. Mungkin, kedua korban terlambat diberikan pertolongan, karena memang tidak ada yang melihat keduanya tersambar petir,&quot;ungkap Anton Lumbantobing.

Upaya pertolongan pertama, sebut Anton sudah dilakukan penduduk dengan membalurkan lumpur ke seluruh badan kedua korban. Dan untuk selanjutnya kedua korban dievakuasi ke RSUD Tarurung. Dan pihak RSUD menyatakan keduanya telah meninggal.


Jakson Pasaribu, ujar Anton Lumbantobing, masih lajang. Dan Jakson  Pasaribu diketahui di lahan sendiri sebelum kejadian, bekerja merawat  tanaman cabainya.

Sedangkan korban Edison Mandrofa, pungkas Anton Lumbantobing,  beristrikan Boru Simarmata, dianugrahi dua orang anak. Diketahui korban  sebelum kejadian memanen atau memetik buah cabai miliknya sendiri.

Pantau Okezone di rumah duka di Dusun Bintang Maratur, Desa  Hutatoruan I, Tarutung, Tapanuli Utara, ibu kandung korban Jakson  Pasaribu dan keluarga menangis sejadi-jadinya. Begitu pula dengan istri  korban Edison Mandrofa dan anaknya yang masih kecil terlihat hanya diam  berbaring menatap sang ayah yang tertidur pucat dan kaku.

Pun masyarakat terlihat begitu ramai melayat ke rumah duka, sebab  kedua korban masih tetangga satu Dusun yang berjarak hanya sekitar 50  meter.
</content:encoded></item></channel></rss>
