<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Mobil Ketua Umum MUI di Tol Salatiga</title><description>Dari arah yang sama, melaju sebuah truk yang belum diketahui identitasnya memberi tanda lampu dengan tujuan mendahului.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/13/519/2454864/ini-dugaan-penyebab-kecelakaan-mobil-ketua-umum-mui-di-tol-salatiga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/13/519/2454864/ini-dugaan-penyebab-kecelakaan-mobil-ketua-umum-mui-di-tol-salatiga"/><item><title>Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Mobil Ketua Umum MUI di Tol Salatiga</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/13/519/2454864/ini-dugaan-penyebab-kecelakaan-mobil-ketua-umum-mui-di-tol-salatiga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/13/519/2454864/ini-dugaan-penyebab-kecelakaan-mobil-ketua-umum-mui-di-tol-salatiga</guid><pubDate>Jum'at 13 Agustus 2021 00:36 WIB</pubDate><dc:creator>Lukman Hakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/13/519/2454864/ini-dugaan-penyebab-kecelakaan-mobil-ketua-umum-mui-di-tol-salatiga-z3BoawmbDm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/13/519/2454864/ini-dugaan-penyebab-kecelakaan-mobil-ketua-umum-mui-di-tol-salatiga-z3BoawmbDm.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar Tol Salatiga diduga akibat sopir yang mengantuk. Meski begitu, polisi masih melakukan pengembangan guna memastikan penyebab laka lantas tersebut.
Peristiwa tersebut bermula ketika Toyota Vellfire bernomor polisi S 1447 NT yang ditumpangi KH Miftachul Akhyar melaju dari arah Semarang ke Solo. Dari arah yang sama, melaju sebuah truk yang belum diketahui identitasnya memberi tanda lampu dengan tujuan mendahului.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pasca-Kecelakaan, Kondisi Ketua Umum MUI Stabil di RSI Jemursari
Mobil yang melaju di lajur kanan lantas berpindah ke kiri untuk memberi jalan. Namun, truk boks yang mendahului tersebut berpindah ke jalur kiri dan mengerem mendadak. Akibatnya, mobil yang ditumpangi KH Miftachul Akhyar menabrak bagian belakang truk karena jarak yang terlalu dekat dan tidak bisa menghindar. Truk tak dikenal itu sendiri kabur usai kejadian.
Kasatlantas Polres Semarang AKP Rendi Johan Prasetyo mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di KM 462 Jalan Tol Semarang-Salatiga, Kabupaten Semarang.  &quot;Kendaraan beliau (Ketua Umum MUI) menabrak kendaraan yang ada di depannya di jalur satu arah Semarang menuju Surakarta. Sekarang masih dilakukan penyelidikan. Dugaan sementara karena sopir mengantuk,&quot; katanya di Surabaya.
Sementara itu, kondisi KH Miftachul Akhyar dalam keadaan stabil. Tokoh agama asal Jawa Timur (Jatim) itu akan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari. Menurut data medik dari rumah sakit di Jawa Tengah sudah disebutkan bahwa, dari hasil X-Ray dan rontgen, hasilnya baik.
&quot;Alhamdulillah kondisi kiai Miftachul Akhyar baik,&quot; kata Ketua Yayasan RSI Surabaya Prof. Mohammad Nuh.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pikap Pengangkut Telur Terbalik di Flyover Ciputat, 2 Orang Terluka
KH Miftachul Akhyar akan menjalani rawat inap di RSI Jemursari Surabaya hingga kondisinya dinyatakan sehat. Selain itu, rawat inap dilakukan mengingat saat ini masih pandemi Covid-19. Secara umum, kata Prof. Nuh, kondisi KH Miftachul Akhyar sangat stabil, bahkan sudah dapat diajak berbicara.
&quot;Karena pandemi saat ini istirahat lebih baik. Jika di rumah pasti banyak yang menjenguk,&quot; ujar Nuh.</description><content:encoded>SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar Tol Salatiga diduga akibat sopir yang mengantuk. Meski begitu, polisi masih melakukan pengembangan guna memastikan penyebab laka lantas tersebut.
Peristiwa tersebut bermula ketika Toyota Vellfire bernomor polisi S 1447 NT yang ditumpangi KH Miftachul Akhyar melaju dari arah Semarang ke Solo. Dari arah yang sama, melaju sebuah truk yang belum diketahui identitasnya memberi tanda lampu dengan tujuan mendahului.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pasca-Kecelakaan, Kondisi Ketua Umum MUI Stabil di RSI Jemursari
Mobil yang melaju di lajur kanan lantas berpindah ke kiri untuk memberi jalan. Namun, truk boks yang mendahului tersebut berpindah ke jalur kiri dan mengerem mendadak. Akibatnya, mobil yang ditumpangi KH Miftachul Akhyar menabrak bagian belakang truk karena jarak yang terlalu dekat dan tidak bisa menghindar. Truk tak dikenal itu sendiri kabur usai kejadian.
Kasatlantas Polres Semarang AKP Rendi Johan Prasetyo mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di KM 462 Jalan Tol Semarang-Salatiga, Kabupaten Semarang.  &quot;Kendaraan beliau (Ketua Umum MUI) menabrak kendaraan yang ada di depannya di jalur satu arah Semarang menuju Surakarta. Sekarang masih dilakukan penyelidikan. Dugaan sementara karena sopir mengantuk,&quot; katanya di Surabaya.
Sementara itu, kondisi KH Miftachul Akhyar dalam keadaan stabil. Tokoh agama asal Jawa Timur (Jatim) itu akan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari. Menurut data medik dari rumah sakit di Jawa Tengah sudah disebutkan bahwa, dari hasil X-Ray dan rontgen, hasilnya baik.
&quot;Alhamdulillah kondisi kiai Miftachul Akhyar baik,&quot; kata Ketua Yayasan RSI Surabaya Prof. Mohammad Nuh.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pikap Pengangkut Telur Terbalik di Flyover Ciputat, 2 Orang Terluka
KH Miftachul Akhyar akan menjalani rawat inap di RSI Jemursari Surabaya hingga kondisinya dinyatakan sehat. Selain itu, rawat inap dilakukan mengingat saat ini masih pandemi Covid-19. Secara umum, kata Prof. Nuh, kondisi KH Miftachul Akhyar sangat stabil, bahkan sudah dapat diajak berbicara.
&quot;Karena pandemi saat ini istirahat lebih baik. Jika di rumah pasti banyak yang menjenguk,&quot; ujar Nuh.</content:encoded></item></channel></rss>
