<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies: Kemenangan Lawan Covid-19 Sudah di Depan Mata, tapi Jangan Terlena!</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menganggap remeh protokol kesehatan</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/14/338/2455670/anies-kemenangan-lawan-covid-19-sudah-di-depan-mata-tapi-jangan-terlena</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/14/338/2455670/anies-kemenangan-lawan-covid-19-sudah-di-depan-mata-tapi-jangan-terlena"/><item><title>Anies: Kemenangan Lawan Covid-19 Sudah di Depan Mata, tapi Jangan Terlena!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/14/338/2455670/anies-kemenangan-lawan-covid-19-sudah-di-depan-mata-tapi-jangan-terlena</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/14/338/2455670/anies-kemenangan-lawan-covid-19-sudah-di-depan-mata-tapi-jangan-terlena</guid><pubDate>Sabtu 14 Agustus 2021 19:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dominique Hilvy Febiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/14/338/2455670/anies-kemenangan-lawan-covid-19-sudah-di-depan-mata-tapi-jangan-terlena-Sg62oYOYXj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/14/338/2455670/anies-kemenangan-lawan-covid-19-sudah-di-depan-mata-tapi-jangan-terlena-Sg62oYOYXj.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menganggap remeh protokol kesehatan meskipun kasus Covid-19 yang mulai melandai di Jakarta.

Diawali dengan pembahasan Anies mengenai kebijakan WHO yang menetapkan standar bahwa 1 orang di tes per seribu penduduk setiap minggu.

&quot;Di Jakarta ini, dengan penduduk 10,6 juta, maka harus ada 10.600 orang dites per minggu atau 1.500 orang dites per hari. Nah, Jakarta secara konsisten mendorong jumlah tes berlipat-lipat di atas standar WHO,&quot; ucap Anies dalam akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (14/8/2021).

Selanjutnya, Anies menjelaskan bahwa saat kenaikan kasus gelombang kedua, Jakarta pernah melampaui standar tes Covid-19 yang ditetapkan WHO yakni sebanyak 24 kali lipat.

&amp;ldquo;Kini saat pandemi mulai turun, kebutuhan tes kita juga ikut turun. Jumlah tes di Jakarta masih di kisaran belasan kali lipat di atas standar WHO. Kita terus jaga,&quot; ucapnya.

&quot;Jakarta dalam seminggu terakhir ini mencapai lebih dari 11 orang per seribu penduduk per minggu. Ini jauh melebihi,&quot; tambahnya.

Pada kesempatan itu, Anies menjelaskan mengenai data positivity rate Corona di Jakarta. Menurut data tersebut, terjadi penurunan positivity rate yang drastis. Positivity rate di Jakarta berada di angka 7 persen pada 12 Agustus 2021. Selain itu, pada 8 Juli 2021 yang berada di angka 48 persen.

&quot;Kita harus mengejar agar tingkat positivitas ini di bawah ambang batas ideal yaitu 5%,&quot; ucapnya.

Anies mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan membatasi mobilitas meskipun kasus Covid-19 melandai. Ia menyebut kemenangan melawan pandemi Covid-19 sudah di depan mata, jangan berikan celah untuk gelombang kasus berikutnya.

&amp;ldquo;Kemenangan sudah di depan mata, sudah dekat. Tapi, tidak boleh terlena, tidak boleh terburu-buru beraktivitas sebebas-bebasnya. Jangan meninggalkan kewajiban untuk menjaga prokes. Kemudian tetap mengurangi mobilitas dan jangan membuka ruang terhadap munculnya gelombang berikutnya, menyia-nyiakan usaha yang sudah berjalan luar biasa sebulan kemarin,&quot; kata Anies
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menganggap remeh protokol kesehatan meskipun kasus Covid-19 yang mulai melandai di Jakarta.

Diawali dengan pembahasan Anies mengenai kebijakan WHO yang menetapkan standar bahwa 1 orang di tes per seribu penduduk setiap minggu.

&quot;Di Jakarta ini, dengan penduduk 10,6 juta, maka harus ada 10.600 orang dites per minggu atau 1.500 orang dites per hari. Nah, Jakarta secara konsisten mendorong jumlah tes berlipat-lipat di atas standar WHO,&quot; ucap Anies dalam akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (14/8/2021).

Selanjutnya, Anies menjelaskan bahwa saat kenaikan kasus gelombang kedua, Jakarta pernah melampaui standar tes Covid-19 yang ditetapkan WHO yakni sebanyak 24 kali lipat.

&amp;ldquo;Kini saat pandemi mulai turun, kebutuhan tes kita juga ikut turun. Jumlah tes di Jakarta masih di kisaran belasan kali lipat di atas standar WHO. Kita terus jaga,&quot; ucapnya.

&quot;Jakarta dalam seminggu terakhir ini mencapai lebih dari 11 orang per seribu penduduk per minggu. Ini jauh melebihi,&quot; tambahnya.

Pada kesempatan itu, Anies menjelaskan mengenai data positivity rate Corona di Jakarta. Menurut data tersebut, terjadi penurunan positivity rate yang drastis. Positivity rate di Jakarta berada di angka 7 persen pada 12 Agustus 2021. Selain itu, pada 8 Juli 2021 yang berada di angka 48 persen.

&quot;Kita harus mengejar agar tingkat positivitas ini di bawah ambang batas ideal yaitu 5%,&quot; ucapnya.

Anies mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan membatasi mobilitas meskipun kasus Covid-19 melandai. Ia menyebut kemenangan melawan pandemi Covid-19 sudah di depan mata, jangan berikan celah untuk gelombang kasus berikutnya.

&amp;ldquo;Kemenangan sudah di depan mata, sudah dekat. Tapi, tidak boleh terlena, tidak boleh terburu-buru beraktivitas sebebas-bebasnya. Jangan meninggalkan kewajiban untuk menjaga prokes. Kemudian tetap mengurangi mobilitas dan jangan membuka ruang terhadap munculnya gelombang berikutnya, menyia-nyiakan usaha yang sudah berjalan luar biasa sebulan kemarin,&quot; kata Anies
</content:encoded></item></channel></rss>
