<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gajah Mada Ternyata Seorang Adhyaksa, Hakim Tertinggi di Majapahit</title><description>Patih terkenal dari Majapahit yakni Gajah Mada, juga adalah seorang adhyaksa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/16/337/2455930/gajah-mada-ternyata-seorang-adhyaksa-hakim-tertinggi-di-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/16/337/2455930/gajah-mada-ternyata-seorang-adhyaksa-hakim-tertinggi-di-majapahit"/><item><title>Gajah Mada Ternyata Seorang Adhyaksa, Hakim Tertinggi di Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/16/337/2455930/gajah-mada-ternyata-seorang-adhyaksa-hakim-tertinggi-di-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/16/337/2455930/gajah-mada-ternyata-seorang-adhyaksa-hakim-tertinggi-di-majapahit</guid><pubDate>Senin 16 Agustus 2021 07:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/15/337/2455930/gajah-mada-ternyata-seorang-adhyaksa-hakim-tertinggi-di-majapahit-hv4Hs1ipCg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gajah Mada. (Foto: Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/15/337/2455930/gajah-mada-ternyata-seorang-adhyaksa-hakim-tertinggi-di-majapahit-hv4Hs1ipCg.jpg</image><title>Ilustrasi Gajah Mada. (Foto: Sindo)</title></images><description>PADA zaman kerajaan Hindu-Jawa di Jawa Timur, yaitu pada masa Kerajaan Majapahit, istilah dhyaksa, adhyaksa, dan dharmadhyaksa sudah mengacu pada posisi dan jabatan tertentu di kerajaan.

Istilah-istilah ini berasal dari bahasa kuno, yakni dari kata-kata yang sama dalam Bahasa Sansekerta. Demikian dilansir dari laman Kejaksaan Negeri Ngawi.

Seorang peneliti Belanda WF Stutterheim mengatakan bahwa dhyaksa adalah pejabat negara di zaman Kerajaan Majapahit, tepatnya di saat Prabu Hayam Wuruk tengah berkuasa (1350-1389 M).

Baca juga:&amp;nbsp;KGPAA Mangkunagoro IX Pandai Menyembunyikan Rasa Sakit

Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Aktif Covid-19 DKI Turun, Anies: Berkat Kerja Keras Banyak Pihak

Dhyaksa adalah hakim yang diberi tugas untuk menangani masalah peradilan dalam sidang pengadilan. Para dhyaksa ini dipimpin oleh seorang adhyaksa, yakni hakim tertinggi yang memimpin dan mengawasi para dhyaksa tadi.

Kesimpulan ini didukung peneliti lainnya yakni HH Juynboll, yang mengatakan bahwa adhyaksa adalah pengawas (opzichter) atau hakim tertinggi (oppenrrechter). Krom dan Van Vollenhoven, juga seorang peneliti Belanda, bahkan menyebut bahwa patih terkenal dari Majapahit yakni Gajah Mada, juga adalah seorang adhyaksa.
Pada masa pendudukan Belanda, badan yang ada relevansinya dengan jaksa dan Kejaksaan antara lain adalah Openbaar Ministerie.

Lembaga ini yang menitahkan pegawai-pegawainya berperan sebagai Magistraat dan Officier van Justitie di dalam sidang Landraad (Pengadilan Negeri), Jurisdictie Geschillen (Pengadilan Justisi ) dan Hooggerechtshof (Mahkamah Agung ) dibawah perintah langsung dari Residen atau Asisten Residen.</description><content:encoded>PADA zaman kerajaan Hindu-Jawa di Jawa Timur, yaitu pada masa Kerajaan Majapahit, istilah dhyaksa, adhyaksa, dan dharmadhyaksa sudah mengacu pada posisi dan jabatan tertentu di kerajaan.

Istilah-istilah ini berasal dari bahasa kuno, yakni dari kata-kata yang sama dalam Bahasa Sansekerta. Demikian dilansir dari laman Kejaksaan Negeri Ngawi.

Seorang peneliti Belanda WF Stutterheim mengatakan bahwa dhyaksa adalah pejabat negara di zaman Kerajaan Majapahit, tepatnya di saat Prabu Hayam Wuruk tengah berkuasa (1350-1389 M).

Baca juga:&amp;nbsp;KGPAA Mangkunagoro IX Pandai Menyembunyikan Rasa Sakit

Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Aktif Covid-19 DKI Turun, Anies: Berkat Kerja Keras Banyak Pihak

Dhyaksa adalah hakim yang diberi tugas untuk menangani masalah peradilan dalam sidang pengadilan. Para dhyaksa ini dipimpin oleh seorang adhyaksa, yakni hakim tertinggi yang memimpin dan mengawasi para dhyaksa tadi.

Kesimpulan ini didukung peneliti lainnya yakni HH Juynboll, yang mengatakan bahwa adhyaksa adalah pengawas (opzichter) atau hakim tertinggi (oppenrrechter). Krom dan Van Vollenhoven, juga seorang peneliti Belanda, bahkan menyebut bahwa patih terkenal dari Majapahit yakni Gajah Mada, juga adalah seorang adhyaksa.
Pada masa pendudukan Belanda, badan yang ada relevansinya dengan jaksa dan Kejaksaan antara lain adalah Openbaar Ministerie.

Lembaga ini yang menitahkan pegawai-pegawainya berperan sebagai Magistraat dan Officier van Justitie di dalam sidang Landraad (Pengadilan Negeri), Jurisdictie Geschillen (Pengadilan Justisi ) dan Hooggerechtshof (Mahkamah Agung ) dibawah perintah langsung dari Residen atau Asisten Residen.</content:encoded></item></channel></rss>
