<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantowi Yahya Ungkap 4 Trik Selandia Baru Keluar dari Krisis Covid-19</title><description>Selandia Baru ini salah satu dari sedikit negara yang berhasil keluar dari krisis pandemi Covid-19 dengan baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/18/2456828/tantowi-yahya-ungkap-4-trik-selandia-baru-keluar-dari-krisis-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/17/18/2456828/tantowi-yahya-ungkap-4-trik-selandia-baru-keluar-dari-krisis-covid-19"/><item><title>Tantowi Yahya Ungkap 4 Trik Selandia Baru Keluar dari Krisis Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/18/2456828/tantowi-yahya-ungkap-4-trik-selandia-baru-keluar-dari-krisis-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/17/18/2456828/tantowi-yahya-ungkap-4-trik-selandia-baru-keluar-dari-krisis-covid-19</guid><pubDate>Selasa 17 Agustus 2021 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/17/18/2456828/tantowi-yahya-ungkap-4-trik-selandia-baru-keluar-dari-krisis-covid-19-XN2IIcy4RP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantowi Yahya (Foto : Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/17/18/2456828/tantowi-yahya-ungkap-4-trik-selandia-baru-keluar-dari-krisis-covid-19-XN2IIcy4RP.jpg</image><title>Tantowi Yahya (Foto : Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar (Dubes) RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengungkap 4 trik yang dilakukan negara tersebut berhasil terbebas dari krisis pandemi Covid-19. Selain tentang kesiapan pemerintah, peran seluruh penduduk Selandia Baru dalam penanganan Covid-19 juga menjadi kunci.
&amp;ldquo;Selandia Baru ini salah satu dari sedikit negara yang berhasil keluar dari krisis pandemi Covid-19 dengan baik. Menarik kita bahas di sini karena kebenaran saya salah seorang saksi mata, saksi ketika Covid datang ke negara ini dan masih berlangsung hingga saat ini,&amp;rdquo; kata Tantowi dalam webinar Indonesia Tanggung yang bertajuk &amp;ldquo;Penanggulangan Covid-19 di Negara Sahabat&amp;rdquo;, Selasa (17/8/2021).
&amp;ldquo;Sukses dari Selandia Baru dalam menanggulangi Covid-19 ini sebenarnya terletak pada 4 hal. Pertama preparedness atau kesiapan, kedua adalah konsistensi dalam pelaksanaan berbagai undang-undang atau peraturan terkait Covid-19 response, yang ketiga adalah komunikasi dari pemerintah dan keempat yang teramat penting adalah partisipasi dari masyarakat,&amp;rdquo; paparnya,
Pertama, Tantowi menjelaskan, preparedness ini berasal dari keuntungan Selandia Baru sebagai negara yang terletak paling selatan dunia. Ternyata, posisi yang selama ini kurang menguntungkan, terkait Covid-19 ini justru menguntungkan, karena negara ini yang paling akhir terdampak Covid-19.
&amp;ldquo;Ini ibarat orang ujian sekolah, yang lain jawab, jawab, yg paling akhir ini dapat benefitnya, karena dia jadi tahu, &amp;ldquo;oh jawaban ini salah, jawaban ini benar dan seterusnya&amp;rdquo;. Kurang lebih Selandia Baru juga seperti itu,&amp;rdquo; terangnya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Risiko Covid-19 di Jabar Paling Tinggi, Ridwan Kamil: Penduduknya Sebesar Korsel
Sebagai negara yang paling akhir terkena Covid-19, kata politikus Partai Golkar ini, negara ini banyak belajar dari negara-negara yang terlebih dulu terkena Covid19. Jadi, Selandia Baru melakukan pendataan, observasi dan pembelajaran atau studi terhadap hal-hal yang dianggap gagal atau kurang tepat dilakukan di berbagai negara. Dari situ mereka perbaiki, sehingga mereka berhasil menciptakan suatu konsep bertindak cepat dan pintar.
&amp;ldquo;Nah, bertindak cepat ini, 2 bulan setelah Covid-19 muncul di Wuhan pada Desember dan Covid-19 muncul pada Februari, mereka dalam waktu 2 bulan melakukan tindakan yang sangat cepat,&amp;rdquo; ungkap Tantowi.Menurut dia, cepat dalam menyiapkan infrastruktur, baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur hukum. Penting sekali untuk menciptakan atau menyediakan berbagai perangkat hukum yang akan memudahkan para petugas dalam melakukan tindakan-tindakan yang dilakukan.
&amp;ldquo;Mereka berhasil dalam waktu satu bulan membuat UU omnibus atau UU sapu jagat yang menggabungkan 4 UU yang ada. Jadi, bermodalkan Covid-19 Law ini segenap tugas yang terkait penanganan Covid-19 jadi mudah, leluasa dna tidak takut melakukan pelanggaran,&amp;rdquo; tuturnya.
Kemudian, sambung mantan Anggota Komisi I DPR ini, bertindak pintar dalam artian mereka dalam waktu 2 bulan itu dipergunakan untuk berdiskusi intens dengan para ahli, epidemologist, akademisi, dan orang-orang yang dianggap pakar mengenai pandemi. Mereka-mereka inilah yang duduk bersama peemrintah untuk melahirkan berbagai peraturan-peraturan.
&amp;ldquo;Preparedness ini 2, mereka cepat dalam melakukan tindakan dan kedua, mereka pintar dlaam melakukan tindakan. produknya adalah kebijakan-kebijakan yang diberlakukan secara konsisten,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar (Dubes) RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengungkap 4 trik yang dilakukan negara tersebut berhasil terbebas dari krisis pandemi Covid-19. Selain tentang kesiapan pemerintah, peran seluruh penduduk Selandia Baru dalam penanganan Covid-19 juga menjadi kunci.
&amp;ldquo;Selandia Baru ini salah satu dari sedikit negara yang berhasil keluar dari krisis pandemi Covid-19 dengan baik. Menarik kita bahas di sini karena kebenaran saya salah seorang saksi mata, saksi ketika Covid datang ke negara ini dan masih berlangsung hingga saat ini,&amp;rdquo; kata Tantowi dalam webinar Indonesia Tanggung yang bertajuk &amp;ldquo;Penanggulangan Covid-19 di Negara Sahabat&amp;rdquo;, Selasa (17/8/2021).
&amp;ldquo;Sukses dari Selandia Baru dalam menanggulangi Covid-19 ini sebenarnya terletak pada 4 hal. Pertama preparedness atau kesiapan, kedua adalah konsistensi dalam pelaksanaan berbagai undang-undang atau peraturan terkait Covid-19 response, yang ketiga adalah komunikasi dari pemerintah dan keempat yang teramat penting adalah partisipasi dari masyarakat,&amp;rdquo; paparnya,
Pertama, Tantowi menjelaskan, preparedness ini berasal dari keuntungan Selandia Baru sebagai negara yang terletak paling selatan dunia. Ternyata, posisi yang selama ini kurang menguntungkan, terkait Covid-19 ini justru menguntungkan, karena negara ini yang paling akhir terdampak Covid-19.
&amp;ldquo;Ini ibarat orang ujian sekolah, yang lain jawab, jawab, yg paling akhir ini dapat benefitnya, karena dia jadi tahu, &amp;ldquo;oh jawaban ini salah, jawaban ini benar dan seterusnya&amp;rdquo;. Kurang lebih Selandia Baru juga seperti itu,&amp;rdquo; terangnya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Risiko Covid-19 di Jabar Paling Tinggi, Ridwan Kamil: Penduduknya Sebesar Korsel
Sebagai negara yang paling akhir terkena Covid-19, kata politikus Partai Golkar ini, negara ini banyak belajar dari negara-negara yang terlebih dulu terkena Covid19. Jadi, Selandia Baru melakukan pendataan, observasi dan pembelajaran atau studi terhadap hal-hal yang dianggap gagal atau kurang tepat dilakukan di berbagai negara. Dari situ mereka perbaiki, sehingga mereka berhasil menciptakan suatu konsep bertindak cepat dan pintar.
&amp;ldquo;Nah, bertindak cepat ini, 2 bulan setelah Covid-19 muncul di Wuhan pada Desember dan Covid-19 muncul pada Februari, mereka dalam waktu 2 bulan melakukan tindakan yang sangat cepat,&amp;rdquo; ungkap Tantowi.Menurut dia, cepat dalam menyiapkan infrastruktur, baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur hukum. Penting sekali untuk menciptakan atau menyediakan berbagai perangkat hukum yang akan memudahkan para petugas dalam melakukan tindakan-tindakan yang dilakukan.
&amp;ldquo;Mereka berhasil dalam waktu satu bulan membuat UU omnibus atau UU sapu jagat yang menggabungkan 4 UU yang ada. Jadi, bermodalkan Covid-19 Law ini segenap tugas yang terkait penanganan Covid-19 jadi mudah, leluasa dna tidak takut melakukan pelanggaran,&amp;rdquo; tuturnya.
Kemudian, sambung mantan Anggota Komisi I DPR ini, bertindak pintar dalam artian mereka dalam waktu 2 bulan itu dipergunakan untuk berdiskusi intens dengan para ahli, epidemologist, akademisi, dan orang-orang yang dianggap pakar mengenai pandemi. Mereka-mereka inilah yang duduk bersama peemrintah untuk melahirkan berbagai peraturan-peraturan.
&amp;ldquo;Preparedness ini 2, mereka cepat dalam melakukan tindakan dan kedua, mereka pintar dlaam melakukan tindakan. produknya adalah kebijakan-kebijakan yang diberlakukan secara konsisten,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
