<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Indonesia Melonjak 1,5 Juta dalam 2 Bulan</title><description>Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan perjuangan melawan pandemi Covid-19 belum berakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456892/kasus-covid-19-indonesia-melonjak-1-5-juta-dalam-2-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456892/kasus-covid-19-indonesia-melonjak-1-5-juta-dalam-2-bulan"/><item><title>Kasus Covid-19 Indonesia Melonjak 1,5 Juta dalam 2 Bulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456892/kasus-covid-19-indonesia-melonjak-1-5-juta-dalam-2-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456892/kasus-covid-19-indonesia-melonjak-1-5-juta-dalam-2-bulan</guid><pubDate>Selasa 17 Agustus 2021 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/17/337/2456892/kasus-covid-19-indonesia-melonjak-1-5-juta-dalam-2-bulan-YdO3lEtf02.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/17/337/2456892/kasus-covid-19-indonesia-melonjak-1-5-juta-dalam-2-bulan-YdO3lEtf02.jpeg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan perjuangan melawan pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, kini kasus Covid-19 mengalami percepatan kenaikan dari 2 juta hingga 3,5 juta hanya membutuhkan waktu 2 bulan saja.

&amp;ldquo;Perjuangan melawan pandemi ini belumlah berakhir. Sampai saat ini kita masih melihat laju penambahan kasus yang tajam di mana kasus positif yang mulanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk mencapai 1,5 juta, dengan cepat menjadi 2 juta dalam waktu 3 bulan, dan terus mengalami percepatan hingga 3,5 juta dalam waktu sekitar 2 bulan,&amp;rdquo; ungkap Wiku dalam Konferensi Pers secara virtual, Selasa (17/8/2021).

Oleh karena itu, Wiku mengatakan kenaikan ini Covid-19 segera disikapi dengan diberlakukannya kebijakan yang lebih ketat yaitu PPKM Darurat, PPKM Mikro dan selanjutnya PPKM level 1 sampai dengan 4 sejak tanggal 3 Juli 2021.

Perubahan kebijakan ini, kata Wiku, kembali menuntut untuk berjuang mengorbankan berbagai hal demi menghindari kenaikan kasus terjadi. &amp;ldquo;Dan berkat sinergi dari seluruh lapisan masyarakat hingga Minggu lalu, kasus positif nasional mingguan telah mengalami penurunan selama 4 minggu berturut-turut atau turun sebesar 41,6% dari puncak kedua,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Ini adalah perkembangan yang baik, meskipun jumlah kasus masih tinggi jika dibandingkan sebelum lonjakan kasus pada bulan Mei lalu,&amp;rdquo; papar Wiku.

Tidak hanya angka kasus Covid-19 yang mengalami kenaikan, angka kematian akibat virus ini juga masih terus meningkat. &amp;ldquo;Begitu pula dengan kasus kematian. Kematian yang membutuhkan waktu 1 tahun untuk mencapai 40.000 jiwa mengalami percepatan hingga 50.000 dalam waktu 2 bulan, 60.000 dalam waktu 1 bulan dan 110.000 atau hampir dua kali lipat dalam sebulan terakhir,&amp;rdquo; ungkap Wiku.

Wiku pun menegaskan adanya peningkatan jumlah kasus ini mendorong pemerintah untuk melakukan upaya maksimal demi meningkatkan angka kesembuhan. &amp;ldquo;Kabar baiknya kesembuhan juga mengalami peningkatan pesat selama 2 bulan terakhir di mana kita mencapai 2 juta dan 3 juta kesembuhan hanya dalam kurun waktu 2 bulan,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan perjuangan melawan pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, kini kasus Covid-19 mengalami percepatan kenaikan dari 2 juta hingga 3,5 juta hanya membutuhkan waktu 2 bulan saja.

&amp;ldquo;Perjuangan melawan pandemi ini belumlah berakhir. Sampai saat ini kita masih melihat laju penambahan kasus yang tajam di mana kasus positif yang mulanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk mencapai 1,5 juta, dengan cepat menjadi 2 juta dalam waktu 3 bulan, dan terus mengalami percepatan hingga 3,5 juta dalam waktu sekitar 2 bulan,&amp;rdquo; ungkap Wiku dalam Konferensi Pers secara virtual, Selasa (17/8/2021).

Oleh karena itu, Wiku mengatakan kenaikan ini Covid-19 segera disikapi dengan diberlakukannya kebijakan yang lebih ketat yaitu PPKM Darurat, PPKM Mikro dan selanjutnya PPKM level 1 sampai dengan 4 sejak tanggal 3 Juli 2021.

Perubahan kebijakan ini, kata Wiku, kembali menuntut untuk berjuang mengorbankan berbagai hal demi menghindari kenaikan kasus terjadi. &amp;ldquo;Dan berkat sinergi dari seluruh lapisan masyarakat hingga Minggu lalu, kasus positif nasional mingguan telah mengalami penurunan selama 4 minggu berturut-turut atau turun sebesar 41,6% dari puncak kedua,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Ini adalah perkembangan yang baik, meskipun jumlah kasus masih tinggi jika dibandingkan sebelum lonjakan kasus pada bulan Mei lalu,&amp;rdquo; papar Wiku.

Tidak hanya angka kasus Covid-19 yang mengalami kenaikan, angka kematian akibat virus ini juga masih terus meningkat. &amp;ldquo;Begitu pula dengan kasus kematian. Kematian yang membutuhkan waktu 1 tahun untuk mencapai 40.000 jiwa mengalami percepatan hingga 50.000 dalam waktu 2 bulan, 60.000 dalam waktu 1 bulan dan 110.000 atau hampir dua kali lipat dalam sebulan terakhir,&amp;rdquo; ungkap Wiku.

Wiku pun menegaskan adanya peningkatan jumlah kasus ini mendorong pemerintah untuk melakukan upaya maksimal demi meningkatkan angka kesembuhan. &amp;ldquo;Kabar baiknya kesembuhan juga mengalami peningkatan pesat selama 2 bulan terakhir di mana kita mencapai 2 juta dan 3 juta kesembuhan hanya dalam kurun waktu 2 bulan,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
