<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Balada 9 Istri Soekarno: Dari Gadis Seumur Jagung hingga Janda 5 Anak</title><description>Presiden Sukarno atau Bung Karno tercatat mempunyai 9 istri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456916/balada-9-istri-soekarno-dari-gadis-seumur-jagung-hingga-janda-5-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456916/balada-9-istri-soekarno-dari-gadis-seumur-jagung-hingga-janda-5-anak"/><item><title>Balada 9 Istri Soekarno: Dari Gadis Seumur Jagung hingga Janda 5 Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456916/balada-9-istri-soekarno-dari-gadis-seumur-jagung-hingga-janda-5-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/08/17/337/2456916/balada-9-istri-soekarno-dari-gadis-seumur-jagung-hingga-janda-5-anak</guid><pubDate>Selasa 17 Agustus 2021 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/17/337/2456916/balada-9-istri-soekarno-dari-gadis-seumur-jagung-hingga-janda-5-anak-nUo3TSoHHX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inggit Ganarsih dan Soekarno (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/17/337/2456916/balada-9-istri-soekarno-dari-gadis-seumur-jagung-hingga-janda-5-anak-nUo3TSoHHX.jpg</image><title>Inggit Ganarsih dan Soekarno (Foto: Istimewa)</title></images><description>SEJUMLAH kisah istri Bung Karno terulis dalam buku. Antara lain, Inggit, Kuantar Ke Gerbang; Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno; Haryatie, Soekarno The Hidden Story; Hartini, Biografi Hartini Soekarno; Ratna Sari Dewi, Sakura di Tengah Prahara; Yurike Sanger, Kisah Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA; Heldy Djafar, Heldy, Cinta Terakhir Bung Karno.

Selain itu kisah istri Bung Karno juga ditulis dalam buku Bunga-Bunga di Taman Hati Soekarno, Kisah Cinta Bung Karno Dengan 9 Istrinya yang ditulis penulis Haris Priyatna. Ada pula Total Bung Karno karya Roso Daras.

Presiden Sukarno atau Bung Karno tercatat mempunyai 9 istri. Sembilan istri Soekarno tersebut antara lain adalah, Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo dan Heldy Djafar.

Dari kesembilan istri Bung Karno, enam di antaranya berakhir dengan perceraian; Siti Oetari, Inggit Garnasih, Kartini Manoppo, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar.

Saat sekolah di Surabaya, Sukarno kos di rumah HOS .Cokroaminoto. Siti Oetari, adakah putri sulung HOS Tjokroaminoto. Sukarno menikahi Oetari pada 1921 pada usia 21 tahun. Sedang Oetaru berumur 16 tahun. Oetari belum lama ditinggal mati ibunya.

Ternyata Soekarno tidak mencintai Oetari. Oetari juga tidak mencintainya. Mereka tak saling mencintai. Pernikahan mereka hanya seumur Jagung. Soekarno akhirnya menceraikan Oetari tak lama setelah kuliah di Bandung.

&amp;ldquo;Bila aku perlu menikahi Oetari guna meringankan beban orang yang kupuja itu (Tjokroaminoto), itu akan kulakukan,&amp;rdquo; cetus Sukarno dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams.

Roso Daras, penulis buku Total Bung Karno mengatakan, &quot;Istilahnya mereka menikah kawin gantung.&quot;

Inggit Ganarsih adalah istri kedua Bung Karno. Sukarno dan Inggit bertemu di kota Bandung. Sukarno pindah ke Bandung untuk berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini Institut Teknologi Bandung/ITB) tahun 1921.

Inggit usianya juga lebih tua 13 tahun, berstatus istri orang (H Sanusi, politisi Sarekat Islam). Di rumah kos di Bandung milik Inggit cinta bersemi. Mereka memutuskan menikah pada 24 Maret 1923.

Sukarno menceraikan Oetari dan Inggit menceraikan H Sanusi.

Mereka mengarungi bahtera rumah tangga selama hampir 20 tahun, akhirnya berpisah pada tahun 1943 karena Inggit tidak mau di madu sebab tidak punya anak. Mereka bercerai dengan perjanjian perceraian, Sukarno membelikan rumah di Bandung dan memberi nafkah seumur hidup.

&amp;ldquo;(Tapi) Inggit tidak pernah sekalipun menanyakan, apalagi menuntut suatu hal yang dijanjikan Sukarno dalam surat perjanjian cerai, yang juga disaksikan dan ditandatangani oleh Moh Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan KH Mas Mansoer pada 1942,&amp;rdquo; tulis Ramadhan KH dalam Soekarno: Ku Antar ke Gerbang.

Setelah bercerai dari Inggit pada 1943, Bung Karno kenal dengan Fatmawati yang juga anak angkatnya saat di Bengkulu . Fatma lalu dinikahinya. Fatma merupakan gadis muda yang usianya lebih muda 22 tahun dari Bung Karno. Bung karno sudah berumur 42 tahun.

Fatmawati merupakan Istri soekarno yang paling terkenal, karena berjasa dengan menjahit bendera sang saka merah putih untuk pelaksanaan Proklamasi.

Soekarno dari Fatmawati memiliki keturunan, lima anak. Mereka adalah Guntur Soekarnoputra, Megawati, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

Istri keempat Hartini. Mereka bertemu ketika di Candi Prambanan.  Mereka menikah pada tahun 1953. Hartini saat itu berumur 29 tahun dan  berstatus janda dengan lima anak.

Dari Soekarno, Hartini dapat dua anak, yaitu Taufan Soekarnoputra dan  Bayu Soekarnoputra. Hartini, wanita asal Ponorogo kelahiran tahun 1924  ini bertemu pertama dengan Bung Karno tahun 1952 di kota tempat  tinggalnya, Salatiga, Jawa Tengah.

&quot;Bapak langsung menyatakan sangat tertarik kepada diri saya.&quot; Malahan  ketika diberi tahu bahwa sudah punya lima orang anak, muncul komentar  spontan, &quot;Benar, sudah lima anak dan masih tetap secantik ini?&quot;

Cinta pandangan pertama tersebut muncul seketika, dan Bung Karno  menyebutkan, &quot;Aku jatuh cinta kepadanya. Dan kisah percintaan kami  begitu romantis sehingga orang dapat menulis sebuah buku tersendiri  mengenai hal tersebut.&quot;

Saat itu, Bung Karno masih terikat perkawinan dengan Fatmawati, sementara status Hartini, ibu rumah tangga dengan lima anak.

Juli 1953, Bung Karno menikah dengan Hartini di Istana Cipanas.  Karena Bung Karno tidak bisa hadir, bertindak sebagai wakil nikah  komandan pasukan pengawal pribadi Presiden, Mangil Martowidjojo.

&quot;Hartini salah satu istri Soekarno yang tetap setia hingga ajal Bung  Karno tiba. Di pangkuan Hartini , Bung Karno menghembuskan napas  terakhirnya di RS Gatot Subroto,&quot;ungkap Roso.

Bung Karno lalu menikah dengan Haryati di Jakarta . Haryati adalah  penari yang juga merupakan staf Sekretariat Negara Bidang Kesenian itu.  Sukarno lantas menikahinya gadis berusia 23 tahun itu pada 21 Mei 1963  dengan hajatan sederhana.

Dikatakan Haryati dalam buku Catatan Kecil Bersama Bung Karno;  Haryatie, bahwa Bung Karno berpendapat, sangat bijaksana kalau  pernikahan ini tidak usah diumumkan kepada masyarakat luas.

&amp;ldquo;Kami berdua saling mencintai, tetapi menghadapi berbagai kesulitan.  Selain itu, Bapak sudah mempunyai tiga istri dan usianya sekarang 63  tahun, sedangkan saya baru 23 tahun.&quot;

Sukarno memilih menceraikannya pada 1966. &amp;ldquo;Perceraianku dengan engkau  ialah karena kita rupanya tidak &amp;lsquo;cocok&amp;rsquo; satu sama lain,&amp;rdquo; tulis Sukarno  dalam surat perceraiaannya yang dikutip Reni Nuryanti dalam Perempuan  dalam Hidup Sukarno.

Istri Bung Karno berikutnya adalah Ratnasari Dewi. Dalam buku My  Friend the Dictator , ia mengungkapkan, &quot;Saya dikenalkan kepada Bapak di  Hotel Imperial Tokyo oleh para rekan bisnis dari Jepang&quot;. Pertemuan  pertama tersebut membawa kesan sangat dalam. Tidak lama kemudian, Bung  Karno mengundangnya ke Jakarta, untuk bertamasya selama dua minggu.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan perkawinan pada awal Maret 1962,  setelah Naoko Nemoto pindah agama dan Bung Karno memilihkan nama ,  Ratnasari Dewi.

Tetapi perkawinan tersebut membawa korban. Ibu Naoko, seorang janda,   kaget dan langsung meninggal mendengar putrinya menikah dengan orang   asing. Disusul hanya 26 jam sesudahnya, Yaso, saudara lelaki Naoko,   melakukan bunuh diri. &quot;And I was so alone. I had lost my whole family.&quot;

&quot;Mengingat situasi serba tidak menguntungkan, mengambil orang asing   sebagai istri baru, maka selama beberapa waktu pernikahan kami   disembunyikan. Saya merasa sangat tersiksa, harus selalu sendirian dan   bersembunyi di rumah. Satu-satunya kegembiraan, Bapak sangat   memperhatikan segala macam keperluan saya. Bapak menyulutkan rokok saya,   Bapak dengan setia membawakan buah-buahan,&quot;paparnya.

Petualangan Bung Karno belum berakhir. Ia jatuh cinta pada seorang   model dan mantan pramugari. Namanya Kartini Manoppo asal Bolaang   Mongondow, Sulawesi Utara yang jadi salah satu model lukisan karya   Basoeki Abdullah . Setelah ditanya siapa modelnya dan alamatnya, Sukarno   mendekati Kartini.

&amp;ldquo;Kartini yang menjadi pramugari pesawat Garuda, lantas dimintanya   ikut terbang setiap kali Presiden Sukarno ke luar negeri,&amp;rdquo; ungkap Peter   Kasenda dalam Bung Karno: Panglima Revolusi. Rayuan maut .

Mereka menikah tidak secara resmi, melainkan hanya nikah siri pada 1959.

&amp;ldquo;Keluarga tidak menyetujui. Pantang bagi keluarga terpandang putri   kesayangannya jadi istri kelima meski dia seorang presiden. Itulah   kenapa saya tidak menikah secara resmi dengan Bung Karno,&amp;rdquo; kenang   Kartini di buku Bung Karno! Perginya Seorang Kekasih, Suamiku dan   Kebanggaanku.

Namun perubahan situasi politik pasca-Tragedi 1965, Kartini diminta   Sukarno &amp;ldquo;menyelamatkan&amp;rdquo; diri ke Eropa. &amp;ldquo;Kartini diminta ke Eropa demi   keselamatan mereka. Bung Karno tidak mau Kartini yang sedang hamil,   terjadi sesuatu di Indonesia,&amp;rdquo; kata Roso.

Di Nurnberg, Jerman pada 17 Agustus 1966, Kartini melahirkan seorang   putra yang dinamai Bung Karno, Totok Surjawan. Dua tahun kemudian   keduanya memutuskan berpisah.

Lalu kisah cinta Bung Karno dengan siswa SMA, Bung Karno mengenal   Yurike semasa sang gadis masih tergabung di Barisan Bhinneka Tunggal   Ika, di sebuah acara kenegaraan pada 1963. Ia jatuh cinta, hingga   memutuskan menikah pada 6 Agustus 1964.

Yurike kian kesulitan bertemu suaminya pasca-Tragedi 1965. Terlebih   setelah Bung Karno mulai sakit-sakitan. Pada suatu ketika Yurike bisa   membesuk suaminya di Wisma Yaso, Bung Karno melayangkan permintaan yang   menusuk hatinya. Yurike diminta bercerai demi masa depan Yurike  sendiri.  Permintaan yang awalnya ditolak sang istri muda.

&amp;ldquo;Dengan terpaksa kupenuhi permintaannya. Kami bercerai secara   baik-baik (pada 1967). Sungguh mengharukan karena kami masih sama-sama   mencintai. Kami berpisah saat kami sedang rapat bersatu,&amp;rdquo; kenang Yurike   dalam Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA: Biografi Cinta Presiden   Sukarno dengan Yurike Sanger karya Kadjat Adra&amp;rsquo;i.

Istri terakhir Bung Karno atau yang ke 9 adalah Heldy Djafar. Ia   tergabung di Barisan Bhinneka Tunggal Ika, pengibar bendera pusaka. Bung   karno meminangnya dan menikahinya pada 11 Juni 1966 di Istana,  tepatnya  di Wisma Negara.

Rumah tangga mereka hanya bertahan dua tahun. Selain karena sudah   dimakzulkan, Bung Karno mulai sakit-sakitan. Untuk bisa bertemu harus di   rumah Yurike, di Jalan Cipinang Cempedak, Polonia, Jakarta Timur.

Hingga suatu ketika , itu Heldy meminta izin untuk menjauh dari   Sukarno. &amp;ldquo;Mas, maafkan saya, kalau saya boleh menjauh dari Mas untuk   melepaskan diri. Kondisi dan suasana saat ini sangat menyakitkan hati   saya. Tidak bisa begini terus. Harus ketemu di rumah orang lain,&amp;rdquo;   lirihnya dalam Heldy: Cinta Terakhir Bung Karno karya Ully Hermono dan   Peter Kasenda.

Kata-kata itu menyiratkan Heldy minta cerai. Namun ditolak Sukarno   yang belum ingin berpisah. Seiring waktu, status mereka kian tak jelas.   Dibilang istri sulit, cerai pun tidak. Akhirnya Heldy menerima pinangan   Gusti Soeriansjah pada 19 Juni 1968.</description><content:encoded>SEJUMLAH kisah istri Bung Karno terulis dalam buku. Antara lain, Inggit, Kuantar Ke Gerbang; Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno; Haryatie, Soekarno The Hidden Story; Hartini, Biografi Hartini Soekarno; Ratna Sari Dewi, Sakura di Tengah Prahara; Yurike Sanger, Kisah Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA; Heldy Djafar, Heldy, Cinta Terakhir Bung Karno.

Selain itu kisah istri Bung Karno juga ditulis dalam buku Bunga-Bunga di Taman Hati Soekarno, Kisah Cinta Bung Karno Dengan 9 Istrinya yang ditulis penulis Haris Priyatna. Ada pula Total Bung Karno karya Roso Daras.

Presiden Sukarno atau Bung Karno tercatat mempunyai 9 istri. Sembilan istri Soekarno tersebut antara lain adalah, Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo dan Heldy Djafar.

Dari kesembilan istri Bung Karno, enam di antaranya berakhir dengan perceraian; Siti Oetari, Inggit Garnasih, Kartini Manoppo, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar.

Saat sekolah di Surabaya, Sukarno kos di rumah HOS .Cokroaminoto. Siti Oetari, adakah putri sulung HOS Tjokroaminoto. Sukarno menikahi Oetari pada 1921 pada usia 21 tahun. Sedang Oetaru berumur 16 tahun. Oetari belum lama ditinggal mati ibunya.

Ternyata Soekarno tidak mencintai Oetari. Oetari juga tidak mencintainya. Mereka tak saling mencintai. Pernikahan mereka hanya seumur Jagung. Soekarno akhirnya menceraikan Oetari tak lama setelah kuliah di Bandung.

&amp;ldquo;Bila aku perlu menikahi Oetari guna meringankan beban orang yang kupuja itu (Tjokroaminoto), itu akan kulakukan,&amp;rdquo; cetus Sukarno dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams.

Roso Daras, penulis buku Total Bung Karno mengatakan, &quot;Istilahnya mereka menikah kawin gantung.&quot;

Inggit Ganarsih adalah istri kedua Bung Karno. Sukarno dan Inggit bertemu di kota Bandung. Sukarno pindah ke Bandung untuk berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini Institut Teknologi Bandung/ITB) tahun 1921.

Inggit usianya juga lebih tua 13 tahun, berstatus istri orang (H Sanusi, politisi Sarekat Islam). Di rumah kos di Bandung milik Inggit cinta bersemi. Mereka memutuskan menikah pada 24 Maret 1923.

Sukarno menceraikan Oetari dan Inggit menceraikan H Sanusi.

Mereka mengarungi bahtera rumah tangga selama hampir 20 tahun, akhirnya berpisah pada tahun 1943 karena Inggit tidak mau di madu sebab tidak punya anak. Mereka bercerai dengan perjanjian perceraian, Sukarno membelikan rumah di Bandung dan memberi nafkah seumur hidup.

&amp;ldquo;(Tapi) Inggit tidak pernah sekalipun menanyakan, apalagi menuntut suatu hal yang dijanjikan Sukarno dalam surat perjanjian cerai, yang juga disaksikan dan ditandatangani oleh Moh Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan KH Mas Mansoer pada 1942,&amp;rdquo; tulis Ramadhan KH dalam Soekarno: Ku Antar ke Gerbang.

Setelah bercerai dari Inggit pada 1943, Bung Karno kenal dengan Fatmawati yang juga anak angkatnya saat di Bengkulu . Fatma lalu dinikahinya. Fatma merupakan gadis muda yang usianya lebih muda 22 tahun dari Bung Karno. Bung karno sudah berumur 42 tahun.

Fatmawati merupakan Istri soekarno yang paling terkenal, karena berjasa dengan menjahit bendera sang saka merah putih untuk pelaksanaan Proklamasi.

Soekarno dari Fatmawati memiliki keturunan, lima anak. Mereka adalah Guntur Soekarnoputra, Megawati, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

Istri keempat Hartini. Mereka bertemu ketika di Candi Prambanan.  Mereka menikah pada tahun 1953. Hartini saat itu berumur 29 tahun dan  berstatus janda dengan lima anak.

Dari Soekarno, Hartini dapat dua anak, yaitu Taufan Soekarnoputra dan  Bayu Soekarnoputra. Hartini, wanita asal Ponorogo kelahiran tahun 1924  ini bertemu pertama dengan Bung Karno tahun 1952 di kota tempat  tinggalnya, Salatiga, Jawa Tengah.

&quot;Bapak langsung menyatakan sangat tertarik kepada diri saya.&quot; Malahan  ketika diberi tahu bahwa sudah punya lima orang anak, muncul komentar  spontan, &quot;Benar, sudah lima anak dan masih tetap secantik ini?&quot;

Cinta pandangan pertama tersebut muncul seketika, dan Bung Karno  menyebutkan, &quot;Aku jatuh cinta kepadanya. Dan kisah percintaan kami  begitu romantis sehingga orang dapat menulis sebuah buku tersendiri  mengenai hal tersebut.&quot;

Saat itu, Bung Karno masih terikat perkawinan dengan Fatmawati, sementara status Hartini, ibu rumah tangga dengan lima anak.

Juli 1953, Bung Karno menikah dengan Hartini di Istana Cipanas.  Karena Bung Karno tidak bisa hadir, bertindak sebagai wakil nikah  komandan pasukan pengawal pribadi Presiden, Mangil Martowidjojo.

&quot;Hartini salah satu istri Soekarno yang tetap setia hingga ajal Bung  Karno tiba. Di pangkuan Hartini , Bung Karno menghembuskan napas  terakhirnya di RS Gatot Subroto,&quot;ungkap Roso.

Bung Karno lalu menikah dengan Haryati di Jakarta . Haryati adalah  penari yang juga merupakan staf Sekretariat Negara Bidang Kesenian itu.  Sukarno lantas menikahinya gadis berusia 23 tahun itu pada 21 Mei 1963  dengan hajatan sederhana.

Dikatakan Haryati dalam buku Catatan Kecil Bersama Bung Karno;  Haryatie, bahwa Bung Karno berpendapat, sangat bijaksana kalau  pernikahan ini tidak usah diumumkan kepada masyarakat luas.

&amp;ldquo;Kami berdua saling mencintai, tetapi menghadapi berbagai kesulitan.  Selain itu, Bapak sudah mempunyai tiga istri dan usianya sekarang 63  tahun, sedangkan saya baru 23 tahun.&quot;

Sukarno memilih menceraikannya pada 1966. &amp;ldquo;Perceraianku dengan engkau  ialah karena kita rupanya tidak &amp;lsquo;cocok&amp;rsquo; satu sama lain,&amp;rdquo; tulis Sukarno  dalam surat perceraiaannya yang dikutip Reni Nuryanti dalam Perempuan  dalam Hidup Sukarno.

Istri Bung Karno berikutnya adalah Ratnasari Dewi. Dalam buku My  Friend the Dictator , ia mengungkapkan, &quot;Saya dikenalkan kepada Bapak di  Hotel Imperial Tokyo oleh para rekan bisnis dari Jepang&quot;. Pertemuan  pertama tersebut membawa kesan sangat dalam. Tidak lama kemudian, Bung  Karno mengundangnya ke Jakarta, untuk bertamasya selama dua minggu.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan perkawinan pada awal Maret 1962,  setelah Naoko Nemoto pindah agama dan Bung Karno memilihkan nama ,  Ratnasari Dewi.

Tetapi perkawinan tersebut membawa korban. Ibu Naoko, seorang janda,   kaget dan langsung meninggal mendengar putrinya menikah dengan orang   asing. Disusul hanya 26 jam sesudahnya, Yaso, saudara lelaki Naoko,   melakukan bunuh diri. &quot;And I was so alone. I had lost my whole family.&quot;

&quot;Mengingat situasi serba tidak menguntungkan, mengambil orang asing   sebagai istri baru, maka selama beberapa waktu pernikahan kami   disembunyikan. Saya merasa sangat tersiksa, harus selalu sendirian dan   bersembunyi di rumah. Satu-satunya kegembiraan, Bapak sangat   memperhatikan segala macam keperluan saya. Bapak menyulutkan rokok saya,   Bapak dengan setia membawakan buah-buahan,&quot;paparnya.

Petualangan Bung Karno belum berakhir. Ia jatuh cinta pada seorang   model dan mantan pramugari. Namanya Kartini Manoppo asal Bolaang   Mongondow, Sulawesi Utara yang jadi salah satu model lukisan karya   Basoeki Abdullah . Setelah ditanya siapa modelnya dan alamatnya, Sukarno   mendekati Kartini.

&amp;ldquo;Kartini yang menjadi pramugari pesawat Garuda, lantas dimintanya   ikut terbang setiap kali Presiden Sukarno ke luar negeri,&amp;rdquo; ungkap Peter   Kasenda dalam Bung Karno: Panglima Revolusi. Rayuan maut .

Mereka menikah tidak secara resmi, melainkan hanya nikah siri pada 1959.

&amp;ldquo;Keluarga tidak menyetujui. Pantang bagi keluarga terpandang putri   kesayangannya jadi istri kelima meski dia seorang presiden. Itulah   kenapa saya tidak menikah secara resmi dengan Bung Karno,&amp;rdquo; kenang   Kartini di buku Bung Karno! Perginya Seorang Kekasih, Suamiku dan   Kebanggaanku.

Namun perubahan situasi politik pasca-Tragedi 1965, Kartini diminta   Sukarno &amp;ldquo;menyelamatkan&amp;rdquo; diri ke Eropa. &amp;ldquo;Kartini diminta ke Eropa demi   keselamatan mereka. Bung Karno tidak mau Kartini yang sedang hamil,   terjadi sesuatu di Indonesia,&amp;rdquo; kata Roso.

Di Nurnberg, Jerman pada 17 Agustus 1966, Kartini melahirkan seorang   putra yang dinamai Bung Karno, Totok Surjawan. Dua tahun kemudian   keduanya memutuskan berpisah.

Lalu kisah cinta Bung Karno dengan siswa SMA, Bung Karno mengenal   Yurike semasa sang gadis masih tergabung di Barisan Bhinneka Tunggal   Ika, di sebuah acara kenegaraan pada 1963. Ia jatuh cinta, hingga   memutuskan menikah pada 6 Agustus 1964.

Yurike kian kesulitan bertemu suaminya pasca-Tragedi 1965. Terlebih   setelah Bung Karno mulai sakit-sakitan. Pada suatu ketika Yurike bisa   membesuk suaminya di Wisma Yaso, Bung Karno melayangkan permintaan yang   menusuk hatinya. Yurike diminta bercerai demi masa depan Yurike  sendiri.  Permintaan yang awalnya ditolak sang istri muda.

&amp;ldquo;Dengan terpaksa kupenuhi permintaannya. Kami bercerai secara   baik-baik (pada 1967). Sungguh mengharukan karena kami masih sama-sama   mencintai. Kami berpisah saat kami sedang rapat bersatu,&amp;rdquo; kenang Yurike   dalam Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA: Biografi Cinta Presiden   Sukarno dengan Yurike Sanger karya Kadjat Adra&amp;rsquo;i.

Istri terakhir Bung Karno atau yang ke 9 adalah Heldy Djafar. Ia   tergabung di Barisan Bhinneka Tunggal Ika, pengibar bendera pusaka. Bung   karno meminangnya dan menikahinya pada 11 Juni 1966 di Istana,  tepatnya  di Wisma Negara.

Rumah tangga mereka hanya bertahan dua tahun. Selain karena sudah   dimakzulkan, Bung Karno mulai sakit-sakitan. Untuk bisa bertemu harus di   rumah Yurike, di Jalan Cipinang Cempedak, Polonia, Jakarta Timur.

Hingga suatu ketika , itu Heldy meminta izin untuk menjauh dari   Sukarno. &amp;ldquo;Mas, maafkan saya, kalau saya boleh menjauh dari Mas untuk   melepaskan diri. Kondisi dan suasana saat ini sangat menyakitkan hati   saya. Tidak bisa begini terus. Harus ketemu di rumah orang lain,&amp;rdquo;   lirihnya dalam Heldy: Cinta Terakhir Bung Karno karya Ully Hermono dan   Peter Kasenda.

Kata-kata itu menyiratkan Heldy minta cerai. Namun ditolak Sukarno   yang belum ingin berpisah. Seiring waktu, status mereka kian tak jelas.   Dibilang istri sulit, cerai pun tidak. Akhirnya Heldy menerima pinangan   Gusti Soeriansjah pada 19 Juni 1968.</content:encoded></item></channel></rss>
